'Lelehan pejuh di ujung kontol yang kujilati, Part 2' - gay sex story @ Menonthenet.com's Gay Erotic Stories

Menonthenet.com Gay Erotic Stories. Last updated Dec 08, 2016 - Home of 21000 erotic stories

Your Cookies are not enabled. You will not be able to register or login to your profile.

Lelehan pejuh di ujung kontol yang kujilati, Part 2

By Negus Johan Pahlawan

submitted July 5, 2003

Categories: In Indonesian

Text Size:

Benar-benar aku lupa daratan. Melihat tubuh James yang berotot ketat dan bertelanjang bulat itu dengan kontol yang sebesar kontol kuda aku jadi ngaceng terus. Rasanya belum pernah aku melihat tubuh lelaki Asia yang seindah tubuh James. Waktu di Hotel B, untuk kali pertama aku jadi seorang penggemar kaki, foot fetish. Tanpa malu-malu dan jijik aku jilati kaki James.Jari-jari kakinya aku sedot-sedot. Entah seperti apa rasanya aku lupa!.

Waktu James mau beranjak, kakinya kupegangi terus tak, mau kulepas. Malah aku gosok-gosokkan ke kontolku yang sudah ngaceng berat merah berkilat dengan setetes mazie di lobang kencingku.

Karena langkahnya dihalangi begitu rupanya James jadi kesal.Diambilnya ikat pinggangnya dan tanpa ampun dia mengayun gespernya sekeras-kerasnya ke dada dan punggungku berkali-kali dengan sekuat tenaga : jeprett!..jeprett!.. jeprett!

Aku kaget dan segera melepaskan pegangan kakinya. Aku merasakan pegal,pedih, nyeri di bagian-bagian tubuhku yang kena hajar gesper James.Aku terpaksa meringis kesakitan dan sekali-sekali menggeliat! Rupanya gelinjangan tubuhku itu membikin James makin berselera melanjutkan siksaannya. Dalam keadaan kami berdua masih bertelanjang bulat, James mengambil borgol dan memborgol pergelangan tanganku dengan kasar, lalu tanganku ditelikung ke belakang."You kneel!" perintahnya, artinya "Berlutut lu!", aku menurut.

Rupanya dia punya simpanan cemeti dalam tasnya. Dengan enteng dia mulai mencambuki punggung, bokong dan paha belakangku sepuas-puasnya dan sekeras-kerasnya dengan cambuk simpanannya. Lecutannya begitu keras dan terasa perih, pegal, nyeri di bagian belakang tubuhku. Tubuhku bilur, lebam, dan lecet akibat lecutan itu. Sebagian mengakibatkan luka berdarah!

Sekali-sekali hajaran cambuknya mengenai lenganku yang ditelikung kebelakang.Rasanya James tak puas-puas mengayunkan cemetinya, sampai akhirnya aku tersungkur karena kesakitan dan tak kuat lagi menahan cambukan gila-gilaan itu. Tapi rupanya James tidak terkesan atau berbelas kasihan. Dia malahan makin menggila.Hajaran dilanjutkan bahkan lebih keras lagi.Betisku juga jadi sasaran cambuk dan sekali-sekali lecutannya mengenai biji peler-ku yang nongtot kebelakang pantat. Sakitnya bukan main biji peler kena lecutan ujung cemeti.Setelah bosan menghajar aku, barulah James menghentikan hajarannya. Kemudian dengan kasar aku disuruh merayap ke arah kamar mandi.Karena kedua tanganku diborgol,aku jadi harus susah payah untuk merayap sambil telungkup.Rupanya James tidak kurang akal! Dia "membantu" aku dengan kembali menghajarkan cemetinya sekaras-kerasnya. Sakitnya bukan main.

Sesampai di kamar mandi aku dipaksa menyandar ke tembok setengah duduk lalu dipaksa mangap. Dalam keadaan begitu James mengencingi aku dan lalu aku dipaksa harus menampung cucuran air kencingnya dengan mulutku lalu menelannya. "You swallow my piss or else I'll kill you!" ancamnya. "Lu telen kencing gua,kalo lu nggak mau, gua bunuh lu!"Kira-kira begitu arti ancaman Si James anjing itu!

Rupanya James sudah lama tidak kencing hari itu! Karena air kencingnya deras dan banyak sekali. Sebagian masuk mulutku sebagian lagi berceceran di dada dan perutku langsung ke jembut dan kontol-ku kemudian berceceran di lantai kamar mandi!

Tubuhku jadi hangat dan bermandikan air kencing Si James sialan itu. Tapi hangatnya air kencing James ternyata membikin perih dan nyeri luka-luka ditubuhku akibat cambukan James, agak berkurang!. Sehabis kencing, James berbaik hati untuk mau menyemprot tubuhku dengan air shower kamar mandi, untuk membersihkan sisa kencing di tubuhku dan di lantai kamar mandi. Setelah itu James berjongkok dan mulai mengocok kontolku dengan tangannya[Agh!Nikmat sekali rasanya kontolku diloco oleh cowok ganteng dan berotot]Dia sendiri juga jadi ngaceng lagi karena mengocok kontol orang!Setengah jalan, James menunduk dan mulai menyedot kontolku [Agh! Nikmat sekali kontolku disedot cowok ganteng yang berotot!].Akhirnya aku tak kuat lagi menahan desakan pejuh di lobang kencingku dan segera aku muncratkan pejuhku dengan sepenuh kenikmatan jiwaku : CROOOOOOOOOOOOOT!...CROOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOOOOOOOOT! Ledzat,nikmat,puas,lampias bersatu padu di kontol dan jiwaku! Babi!

Kemudian James mendekati aku mendorong aku agar merosot agak ke bawah. Dia berlutut sedemikian rupa sehingga kontolnya pas di depan mulutku.Lalu memerintah lagi dengan kasar "You suck!" katanya, artinya "Sedot!".Dengan patuh aku menyedot kontol kudanya, tidak mudah.Karena tanganku terborgol ke belakang.Tapi karena aku suka kontol James yang sebesar kontol kuda itu, aku jadi tetap semangat dan...aku sedot,sedot..sedot..sedot..sedot lagi, kulum,maju mundur,maju mundur,agh bahagia sekali! Maju mundur, maju mundur, maju mundur dan aaaagh! James memuncratkan pejuhnya CROOOOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOOOOOOOT.. CROOOOOOOOOOOOOOOOOOOT!

Pejuhnya banyak sekali! Berceceran dalam mulutku dan tumpah ruah ke dadaku bercampur air ludahku. Agh! Nikmat sekali. Waktu James masih berlutut untuk menuntaskan lelehan pejuhnya keluar semua dari lobang kencingnya,...lidahku aku julurkan dan lelehan pejuh James yang nikmat itu kembali aku jilati. Agh! Nikmat, ledzat bagaikan berada di surga!Jiwaku serasa moksa ke Nirwana! Setan!

[Bersambung/To be continued}



Displaying Page 1 - Records 1 to 30

More stories From Negus Johan Pahlawan

Tidak mudah bekerja sebagai camera-man di suatu production house. Jadwal kerjanya juga sering aneh, siang, malam, dini hari, atau subuh, dengan gaji yang pas-pasan saja. Tapi apa daya? Aku tidak punya pilihan dan keahlian lain, paling tidak, sekarang belum ada pilihan kerja lain! Aku juga sering frustasi. Maklumlah sebagai pria homoseks - aku sering berkesempatan memandangi tubuh lelaki... read more

Bekerja untuk membiayai kuliah, begitulah yang aku kerjakan sejak aku berumur 20 tahunan. Karena bukan pegawai-tetap maka tugasku serabutan sebagai "camera man" atau kadang-kadang sebagai "kacung". Istilah kerennya "office boy". Atas bantuan kenalan orang-tuaku aku diizinkan kerja sambilan di suatu production house. Aku mulai bekerja ketika production house itu membuat suatu sinetron remaja... read more

Pada saat episode Pondok Pak Jon ditayangkan dan kemudian episode Lupus Millenia disiarkan, waktu itu lah aku berhasil diterima masuk di suatu pendidikan ketentaraan di suatu negara. Walaupun kisah ini kutulis dalam bahasa Indonesia, tidak berarti bahwa apa yang aku alami ini terjadi di Indonesia. Kejadian ini terjadi di suatu negara yang tak perlu kusebut namanya. Waktu itu aku pemuda... read more

Meskipun sudah sering mendengar apa yang dialami para taruna, khususnya calon prajurit taruna atau capratar, selama pendidikan, tak urung aku shock juga - waktu pertama kali dihajar para senior dan pelatih di akademi. Walaupun akhirnya, kontolku ngaceng juga!. Apalagi setelah dihajar, biasanya kami dipaksa onani (= masturbasi, ngeloco alias coli). Sampai pejuh kami berceceran di kamar siksa.... read more

Selesai SMU aku pindah ke Amerika Serikat untuk masuk College kemudian mengambil MBA di UCLA - University of California in Los Angeles. Selesai kuliah dan setelah meraih MBA aku menetap di San Francisco. Saat itu, cowok pujaanku : Irgi Ahmad Fahrezi lagi kuliah di Sunway College, Malaysia, mengambil jurusan Ilmu Komunikasi. Waktu di SMU, aku iseng-iseng mengisi formulir lotere imigrasi ke AS... read more

Jatuh cinta atau tergila-gila pada aktris, aktor, penyanyi, presenter dan penyiar TV adalah hal yang biasa-biasa saja. Lazimnya disebut nge-fans. Biasanya cewek nge-fans cowok dan sebaliknya!. Jika cewek nge-fans cewek masih bisa dimaafkan!. Tapi jangan coba-coba cowok nge-fans cowok, bisa dituduh homo. Padahal, memang! Demikianlah halnya dengan aku seorang cowok homoseks murni 100%.Aku... read more

Tujuh tahun sudah aku tinggalkan Indonesia Tanah Airku Tercinta. Lima tahun untuk sekolah dan dua tahun untuk berusaha di Amerika Serikat. Untunglah aku lahir sebagai lelaki homoseks 100% yang tidak terlalu emosional. Meskipun demikian tak urung aku rindu juga pada cowok Indonesia yang lumayan ramah dan ganteng. Saat cerita cabul ini kutulis untuk "MOTN Erotic Stories", aku sudah memegang Green... read more

Setiap tahun aku pulang ke Tanah Air,Tanah Tempat Kelahiranku - Indonesia. Biasanya aku memilih libur di musim gugur (di Amerika disebut "fall"). Aku juga tidak bisa pulang terlalu lama. Bisnisku di San Francisco bisa kacau.Tetapi setelah Diemas Arief dan Bagus Errwynn bergabung di apartemenku, aku boleh libur agak lama. Mereka berdua (cowok Indonesia) mahasiswa di Berkeley dan mereka mau... read more

Waktu di SMU aku punya geng yang terdiri dari empat orang,yaitu: aku sendiri, Jose, Jeffri dan Bambang. Persahabatan kami melintasi suku, agama dan tingkat sosial ekonomi. Yang menyatukan kami adalah bahwa kami berada dalam satu kelas dan kami berempat termasuk ber-otak encer. Tetapi ada satu keanehan dari geng kami, yaitu bahwa ternyata kami berempat punya kecenderungan homoseksual - alias... read more

Liburan di Tanah Air tahun ini (2003) adalah yang paling berkesan buatku. Aku sempat berziarah di makam almarhum sobatku Jeffri di Pemakaman Tanah Kusir. Entah apa yang bikin aku jadi cengeng dan menangis di kuburan sobatku yang jadi korban AIDS itu. Aku juga berhasil ketemu Bambang Satyo bekas partner homoku di SMU yang sekarang berlagak jadi straight dan punya anak isteri segala. Aku juga... read more



Hari ini aku mengantar Marcellino ke bandar-udara pulang ke Amerika. Mungkin tahun depan dia tidak akan pulang lagi kalau dia sudah jadi US Citizen. "Johan, aku cinta Tanah Air,tapi aku perlu hidup" begitu katanya padaku. Memang sukar buat Lino untuk bisa hidup di Tanah Air dalam masa krisis begini. Bahkan tahun depan seluruh keluarganya menyusul ke Amerika.Bokap dan nyokapnya sudah tua dan... read more

Kepulangan Lino (Marcellino Thomas) ke Amerika bagaikan bertiupnya kembali angin segar dalam jiwa ku. Betapa tidak, selama dua minggu Lino seakan merebut Rizal, cowokku - kekasihku dari sisiku. Sementara aku tak berkutik. Karena Lino kaya dan orang luar negeri dan sobat lama Rizal. Sementara aku setengahnya di kantor adalah bawahan Rizal dan aku seperti tidak punya keistimewaan apa-apa untuk... read more

Rizal cowokku menemani Lino sobatnya di SMU pergi berziarah ke makam Almarhum Jeffri. Jeffri baru saja meninggal dunia, sekitar sebulan sebelumnya. Jeffri meninggal terserang AIDS. Semasa hidupnya, Jeffri cukup dekat dengan Lino dan mereka sering kontak per telepon,fax dan surat-suratan Jakarta -San Francisco. Jeffri rajin mengirimkan berita, foto, VCD sinetron, filem dan FTV yang ada... read more

Pada mulanya bukan aku yang mulai. Tapi "mereka" yang mulai. Mereka yang mengajak aku berbuat dan minta dirahasiakan. Bahkan mereka memberi aku uang tali-asih yang sekaligus jadi uang tutup-mulut. Tetapi kenapa sekarang mereka sendiri yang membocorkan rahasia ini?. Aku marah, jengkel, dan ketakutan. Kalau rahasiaku terbongkar mukaku harus disembunyikan dimana? Sialan! Aku juga takut kalau... read more

Waktu terjadi heboh konser grup musik asing dari suatu tempat di benua kita, tak aku sangka bahwa heboh yang disebut terakhir ini akan punya kaitan dengan diriku. Setelah misteri Si Peragawan Tommy yang mengaku ngebet dengan aku. Dua hari kemudian aku dapat telepon lagi.Di seberang sana seorang pria dengan nada ramah mengundang aku ke suatu restoran, "Ada yang mau saya bicarakan", katanya.... read more

Jadwal jaga atau piket Satpam di perusahaan kami diatur tiga shift sehari. Untuk shift malam hari mulai jam 22:00. Karena jumlah Anggota Satpam ada duabelas orang, tiap kali jaga diatur berdua. Malam itu aku jaga dengan Alex, tapi ternyata isterinya masuk rumah sakit akan melahirkan. Jadi Alex minta izin menunggui isterinya. Waktu aku melapor pada Jose Rizal, Komandan Satpam. Dia menanyakan... read more

Ada seorang tamu yang hampir secara rutin datang di kantorku. Biasanya dia datang menjelang tutup kantor atau pada hari Jum'at sore.Aku perhatikan rata-rata dia datang di kantorku dua sampai tiga kali seminggu. Kami para Satpam hafal tamu-tamu Bos Besar.Karena semua tamu, tak terkecuali, diminta untuk mengisi buku tamu. Di buku tamu dia menuliskan namanya : Subagyo. Kami Anggota Satpam dan... read more

Seorang kenalanku yang gay dan sudah berusia 50 tahun mengatakan :"Nobody loves you when you are old and gay" artinya "Tak ada yang mencintaimu jika engkau sudah tua dan gay". Kadang-kadang hal ini menghantui aku. Sekarang usiaku 26 tahun. Empat tahun lagi 30 tahun dan kemudian 40 tahun, lalu 50 tahun dst. Lalu kalau udah tua, aku mau ngapain?Itu pun kalau aku tidak kena AIDS. Nanti kalau... read more

Sebetulnya aku ingin sekali menyebut nama atau inisial seorang aktor sinteron action yang akhir-akhir ini sering minta aku "kawal". Maksudnya agar para Pembaca bisa lebih menghayati dan juga lebih menikmati kisahku. Tapi apa daya, aku harus berpegang pada moral dan etik dan harus menjaga nama baik serta kehormatan si aktor ganteng ini. Oleh karena itu, agar mudahnya, dalam kisah ini aku akan... read more

Ketika itu, sudah hampir sepuluh hari aku punya affair cinta sejenis dengan seorang aktor yang konon paling ganteng dan pernah di-issue-kan sebagai gay itu.Ketika itu, kebetulan dia sedang libur, tidak ada shooting. Karena dia sedang menunggu realisasi kontrak berikut untuk sebuah sinetron. Pembaca yang budiman, demi moral-etika dan untuk menjaga kehormatan sang aktor,aku sebut saja nama-nya... read more



Untuk kedua-kalinya aku kencan dengan Si Tommy ganteng yang mengaku dirinya entah model, entah peragawan, entah apa. Kali yang kedua ini dia juga membawa aku ke Hotel "B". Hotel bintang lima yang merupakan hotel favorit orang-orang Amerika yang berduit. Pada kencan yang pertama dia yang mengajak duluan dan ternyata kemudian aku dijebak. Aku diajak Tommy melakukan hubungan homosex,lalu... read more

Kegalauan yang aku rasakan setiap kali kumerenung adalah masa depanku dan penyakit AIDS. Pertanyaan sampai kapankah aku akan jadi Satpam yang praktis tidak punya masa depan dan tanpa jenjang karir ini?,sampai kapankah aku akan hidup liar sebagai homosex?,dan kapankah virus AIDS masuk ke badanku lalu menyeretku ke lubang kubur?. Seumur hidupku aku belum pernah diembat cowok yang mau memakai... read more

Dalam hatiku aku selalu menyanggah bahwa aku jual diri atau melacur, walaupun pada kenyataannya aku sudah seperti Gigolo,atau tepatnya Kucing (lelaki yang memberikan servis sex kepada sesama jenis). Betapa tidak, sekarang aku sering mempersiapkan diri agar pasangan homosexualku merasa puas. Aku sendiri tidak tahu apakah aku mengharapkan uang ataukah aku ingin membahagiakan laki-laki yang... read more

Namanya agak aneh Alexis Askan Lukman. Dia suka menyingkat namanya dengan AAL."AAL itu singkatan dari Akademi Angkatan Laut",katanya. Sehari-hari nama panggilannya Alex.Menurut cerita Alex, waktu dia lahir ayahnya sedang membaca cerita tentang Tsar Rusia yang terakhir. Dalam cerita itu ada nama Putera Mahkota Alexis. Dari nama Putera Tsar yang terkecil inilah nama "Alexis" diambil. Mungkin... read more

Sebelumnya jadwal harianku sederhana saja.Maklum aku hanya seorang Satpam perusahaan productionn house. Tetapi tanpa aku sadari ternyata jadwal harianku makin hari makin padat. Kalau dulu HP-ku hanya sekali-sekali berdering dan nada SMS juga jarang terdengar, sekarang paling tidak setiap setengah sampai seperempat jam ada saja nada SMS atau nada panggil. Nada panggil atau nada SMS itu... read more

Jika aku dihadapkan pada ujian-ujian iman berupa tawaran atau ajakan melakukan hubungan homosex maka lebih sering aku gagal.Bagaimana tidak,lebih sering ajakan itu terjadi tiba-tiba, tidak pernah disangka-sangka dan sangat menggoda. Itulah sebab-nya aku sering lupa pada dosa, sering lupa pada harga diriku, dan sering lupa pada risiko AIDS. Para Pembaca MOTN perlu memahami bahwa walaupun aku... read more

Belum lama ini aku dan Rizal masuk jadi anggota suatu Fitness Center. Fitness Center ini baru dan letaknya di suatu Komplex Kantor Pemerintahan. Anggota Fitness Center ini campuran : masyarakat umum dan juga ada karyawan/karyawati dari kantor yang jadi lokasi Fitness Center tersebut. Rizal(Jose Rizal) yang mengajak aku masuk Fitness Center itu. Kebetulan ada "Paket Keluarga" yang iurannya... read more

Orang-tuaku memberi nama aku Negus Negusti Johan Pahlawan. Negus Negusti adalah gelar kekaisaran Etiopia yang artinya Raja Diraja atau Maha Raja. Gelar ini dipakai oleh Kaisar Haile Selassie yang berkuasa sampai empat dasa warsa lebih sebagai Kaisar di Etiopia sebelum kelak ia digulingkan oleh kaum komunis yang dipimpin oleh Jenderal Mengistu Haile Miriam. Mengistu sendiri kemudian digulingkan... read more

Sudah hampir lima tahun aku berhubungan dengan Rizal. Lebih sering aku memanggil dia Zal atau Rizal saja. Kalau ingin mesra,aku suka memanggil dia Bang Rizal. Sekali-sekali aku memanggilnya Beli Wayan. Nama lengkap Rizal adalah Wayan Indrawan Jose Rizal. Dalam Bahasa Bali, kata Beli artinya Kakak atau mungkin sama dengan panggilan Mas dalam Bahasa Jawa. Rizal berdarah bangsawan [tidak etis kalau... read more

Rizal temanku baru saja pulih dari kondisi stress. Kata dokter ia mengalam homosexual panic reaction. Sebetulnya reaksi panik seperti ini hanya muncul pada laki-laki yang tidak sadar bahwa dirinya punya kecenderungan homosexual dan menjadi panik ketika ia tiba-tiba saja terpikat untuk melakukan hubungan sex dengan sesama jenis. Reaksi yang muncul pada Rizal terjadi ketika dia berkenalan... read more



Page 1 of 8

   1 2 3 4 5 6 7 8