Gay Erotic Stories

MenOnTheNet.com

Taken Hostage By Free Aceh Movement

by Bagus Errwynn


It was just a good luck that being a serviceman I was freed unharmed by the Aceh Free Movement men after taken hostage for almost one month. But I had to serve the needs of these men. Kejadian ini bagaikan mimpi. Ketika itu aku menyamar sebagai "orang sipil" dengan mengubah potongan rambutku, cara berpakaian, cara bersikap bahkan cara bicara. Tugasku di bidang intelijen mengharuskan aku menyamar.Tugas jualah yang mengharuskan aku mengenadarai bis umum antar kota dari Banda Aceh ke Medan. Karena perjalanan cukup jauh dan melelahkan, aku tertidur. Ketika terbangun, aku terkejut!. Orang-orang yang mengenakan tutup muka menodongkan senjata ke kepalaku. Karena cukup terlatih, aku pura-pura kaget dan ketakutan. Bersama-sama semua penumpang laki-laki yang ada di dalam bis, aku segera digelandang turun ke balik semak-semak. Di sana kami satu persatu digeledah dan ditanyai. Aku menjawab pertanyaan mereka dengan bahasa Aceh yang fasih. Hasil kursus selama berbulan-bulan. Tetapi tak urung aku ditawan juga bersama beberapa laki-laki yang dicurigai. Sedangkan bis dengan penumpang lain disuruh meneruskan perjalanan. Aku sama sekali tidak gentar!. Hasil latihan-latihan di pasukan elit dan berbagai siksaan yang biasa aku terima sejak aku masih dalam pendidikan sampai selama aku bertugas di pasukan elit membuat aku tabah. Di samping itu orientasi seksualku yang homoseks dan suka sado-masochist dan gemar menjadi slave menyebabkan aku tidak takut pada rasa sakit, nyeri, penderitaan maupun kematian!. Bahkan aku siap untuk menyerahkan seluruh tubuh dan jiwaku (submission). Semula aku mengira bahwa para penangkap-ku - yang mungkin adalah anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) - menemukan tanda-tanda tentara dalam diriku atau sikapku. Aku sudah siap untuk disiksa atau dibunuh. Tapi, kelak terbukti bahwa perkiraanku salah besar! Aku dimasukkan dalam mobil dengan mata tertutup dan tangan terikat tali plastik. Lalu mobil berderu dan terasa berguncang-guncang cukup lama. Kemungkinan masuk ke pedalaman atau ke hutan-hutan Aceh yang lebat. Sepanjang jalan anggota GAM berdiam diri saja. Kadang-kadang mereka mengatakan sesuatu dalam bahasa Aceh yang tidak aku mengerti, mungkin mereka menggunakan bahasa sandi!. Samar-samar aku mencium bau asap rokok. Aku tidak tahu kemana tawanan yang lain dibawa, karena aku dibawa dengan jeep yang hanya muat sekitar 5 orang. Setelah terguncang-guncang cukup lama mobil berhenti di suatu tempat. Aku dituntun turun mobil dan penutup mata ku dibuka. Kami berada di beranda sebuah rumah di dalam hutan. Rumah besar itu kosong. Aku teringat "Rumah Geudong", rumah yang selama berpuluh tahun digunakan tentara sebagai tempat penyiksaan dan pembunuhan ratusan penduduk sipil dan rakyat Aceh yang tidak berdosa. Tapi dalam rumah ini aku tidak melihat alat-alat penyiksa. Seandainya aku disiksa di situ aku akan tetap tabah, aku siap disiksa!. Sebagai anggota pasukan khusus dan sebagai abituren Akademi Militer, aku sudah terlatih untuk dihajar dan disiksa! Aku juga berjanji tidak akan berbunyi jika sedang dihajar setengah mati oleh GAM. Bahkan aku sudah keburu ngaceng membayangkan pedih bercampur nikmatnya berbagai siksaan yang mungkin akan aku rasakan segera! Sungguh mengherankan, semua naggota GAM bersikap manis padaku. Tanpa sengaja aku memperhatikan bahwa para anggota GAM yang menangkap aku, pria-pria Aceh itu, lumayan juga. Orang yang mengelilingi aku gagah-gagah dan kekar dengan kumis yang aduhai. Aku mencoba berkhayal tentang kontol, jembut dan otot dada mereka. Juga apakah ketiak mereka berambut atau tidak? Rupanya di salah satu kamar dalam rumah itu terdapat tempat tidur. Mereka mengatakan dengan ramah dalam bahasa Aceh bahwa aku akan tinggal di kamar itu selama bersama mereka. Lalu aku diberi minum teh panas dan makan siang. Selesai makan siang aku dibawa masuk ke kamar dan disitu aku dipaksa melayani nafsu homoseksual anggota GAM itu satu-persatu. Dengan tabah aku menghisap kontol mereka satu persatu sampai perutku kekenyangan menelan pejuh GAM! Dari ke 5 orang yang mengawal aku dan minta dilayani, ada yang bersikap halus dan ada yang bertindak kasar. Yang pasti semua minta layanan yang sama. Menu-nya adalah : mandi kucing, blowjob(menghisap kontol), menjilat pantat GAM (rimming), lalu aku dipaksa merasakan ass fucking (pantatku dientot). Setelah semuanya puas. Aku ditinggal sendirian dalam kamar yang terkunci. Beberapa saat kemudian rombongan lain datang dan aku kembali dipaksa melayani nafsu rombongan baru ini. Setelah rombongan ke-5 puas menikmati aku, aku kembali diikat dan mataku ditutup. Aku dimasukkan ke dalam mobil merasakan kembali guncangan-guncangan. Setelah beberapa jam, aku diturunkan di suatu desa dan dibebaskan!. Demikianlah pengalamanku disandera dan diperkosa GAM! Asyik bukan!

###

17 Gay Erotic Stories from Bagus Errwynn

A Test Of The Endurance Towards Pain

Is it true that a soldier must be able to endure severe pain? So that the training must also include how to deal with pain? But the instructors create a torture that create pain like hell! Temanku Johann terpilih jadi Komandan Capratar. Karena memang dia punya banyak sekali kelebihan dibandingkan dengan Capratar lain. Capratar atau Calon Prajurit Taruna adalah sebutan untuk Taruna

A Wonderful And Heavenly Time With Arief

To share the room with Arief in Australia was such an enjoyable and heavenly experience in my life. Sudah sejak lama aku tertarik kepada Arief (M. Arief S. Suditomo) seorang penyiar berita di TV. Tetapi, para pembaca yang terhormat perlu ingat bahwa ada ribuan penyiar bernama seperti itu. Jika ada persamaan dengan nama seseorang, tentulah itu semata-mata suatu kebetulan atau

Come Across A Celebrity

I have never imagined that one day I will be able to know him in person and much more to enjoy and to taste his body. Aku adalah seorang manajer gedung pencakar langit. Gedung itu milik suatu perusahaan besar yang bergerak di bidang property. Karena letaknya strategis dan rancangan serta lay out-nya menarik, gedung itu sering dijadikan tempat shooting untuk iklan, video clips maupun

Diperkosa Dua Orang Pelatih

Peristiwa ini terjadi waktu aku masih berusia 18 tahun. Ketika itu aku jadi Kadet (Taruna) di suatu akademi militer yang tak perlu kusebut di negara mana. Keinginanku jadi tentara semata-mata karena aku hobby dengan kegiatan di lapangan yang bersifat kemiliteran dan kelaki-lakian. Tidak ada latar belakang ekonomi, ambisi politik, ambisi kekuasaan ataupun terpikat baju seragamnya.

Hanya Karena Terlambat Melapor

Setiap hari Sabtu dan Minggu setiap Prajurit Dua (Prada) mendapat Izin Bermalam (IB) di luar asrama kesatuan. Prada di negaraku, umurnya rata-rata sekitar 18 - 20 tahun. Karena terbatasnya lapangan kerja di negaraku (tak perlu kusebut negara mana), banyak di antara Prada itu berpendidikan umum high school (sekolah menengah atas). Padahal sebetulnya persyaratannya cukup pendidikan umum

Jeffry My Best Friend

This is what happened during my cadet days in the Military Academy. Pengalaman ini aku alami sewaktu aku masih menjadi Kadet (Taruna) Akademi Militer di suatu negara yang tidak perlu aku sebutkan. Pada masa itu, sangat lazim bahwa kekejaman diterapkan kepada kami para Taruna. Apakah sekarang cara-cara sadis dalam pendidikan militer masih diterapkan di negara tersebut, aku tidak

Mess Perwira

Aku seorang tentara dari suatu negara. Di Malaysia disebut Tentara Darat Di-Raja atau Royal Army. Aku berpangkat Kapten dan menjabat sebagai perwira yang bertanggungjawab di bidang intelijen, penegakkan hukum militer dan disiplin. Komandanku berpangkat Letnan Kolonel dan dalam cerita ini akan aku sebut "Komandan" saja. Walaupun sebetulnya aku ingin sekali menyebutkan namanya, karena aku

My Father's Aide De Camps

Ayahku seorang perwira tinggi suatu angkatan yang tak perlu aku sebutkan di negara mana. Sebagai pejabat militer penting dengan pangkat berbintang-bintang dia didampingi seorang ajudan, namanya Jeffri berpangkat Letnan Satu. Ajudan dalam Bahasa Inggris disebut ADC atau Aide De Camps. Tugas ajudan adalah melancarkan pekerjaan dari pejabat yang didampingi termasuk mengatur waktu dan

My Terrible Experience as Cadet

The terrible thing to be a cadet is that the instructors or the senior cadets always have good reasons to punish, either for minor infractions or just for reasons they just make it up. Saat aku menjadi Kadet (Taruna) Akademi Militer, dampak psikologis dari perlakuan keras, kejam dan sadis terhadap Taruna nyaris tidak diperhitungkan. Apalagi masa Latihan Dasar Militer atau Masa

Swimming In A Deserted Pool

Waktu peristiwa ini terjadi, abang iparku menjabat komandan batalyon dari tentara di suatu negara (yang tak perlu kusebut nama negaranya). Asrama batalyon itu terletak di luar kota dan abangku tinggal di rumah dinas dalam kompleks asrama itu. Kalau hari libur aku sering menginap di rumah abang ipar atau kakakku itu. Mereka tidak dikaruniai anak sampai sekarang. Kadang-kadang kalau

Taken Hostage By Free Aceh Movement

It was just a good luck that being a serviceman I was freed unharmed by the Aceh Free Movement men after taken hostage for almost one month. But I had to serve the needs of these men. Kejadian ini bagaikan mimpi. Ketika itu aku menyamar sebagai "orang sipil" dengan mengubah potongan rambutku, cara berpakaian, cara bersikap bahkan cara bicara. Tugasku di bidang intelijen

The Enjoyable Pain And Happiness Of A Cadet

To be a Cadet of the Military Academi was my obsession as a teenage. I was very happy when I passed the test and accepted to join the Military Academy. Really, I got what I wanted : the enjoyable pain and happiness! Dapatkah anda bayangkan apabila anda sehari-hari dikelilingi oleh pria-pria ganteng yang wajahnya mirip Donny Kesuma (yang ganteng dan atletis), Anjasmara (yang ganteng),

The High School Next To The Military Academy

Those high school students who want to become a cadet in the military academy have to attend an orientation course which is quite (sexually) impressive. Waktu aku masih bertugas sebagai instruktur di akademi militer suatu negara (yang tak perlu kusebut namanya) ada kegiatan yang disebut Orientasi Pelajar. Kegiatan ini hanya bisa diikuti oleh murid laki-laki dari sekolah menengah

The Military Detention Centre

I never imagined that in this modern times a military detention centre still has a torture chamber. Aku memanggilnya Bang Jeffri karena dia kakak kelasku di Akademi Militer (tak perlu kusebut di negara mana). Kami hanya berbeda satu tahun dan aku sebetulnya cukup dekat dengan Bang Jeffri. Waktu masih jadi Taruna di Akademi Militer, Bang Jeffri termasuk Taruna Senior yang gemar

The Strange Policy In The Military Academy

The Military Academy has a strange policy of making circumcision obligatory to all of its cadets. Bagaimana sejarahnya hingga sunat (khitan atau sirkumsisi) merupakan kewajiban bagi semua Kadet atau Taruna Akademi Militer? Tidak jelas. Secara resmi dinyatakan bahwa kewajiban itu dimaksudkan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan Taruna (yang kelak jadi Perwira), dan demi kesempurnaan

What Did Shellwynn Do To Johann?

How could Johann an army officer who possessed a black belt karate could not resist the sexual encounter of Shellwynn? Baik Shellwynn maupun Johann jika dilihat dari luar adalah lelaki normal. Keduanya menikah dan punya seorang anak. Penampilan dan profesi Shellwynn sangat berbeda dengan Johann. Wajah Shellwyn bernuansa Eropa, terutama karena warna kulitnya yang terang dan hidungnya

What Did They Do To Me In Captivity?

He was abducted not because of political reasons but for sexual reasons instead. His magnificent body had attracted the rebels to take him into captivity in order to take turns enjoying his big cock, ass, nipples and armpits. Abdul Rasyid, putera Aceh asli dari Blang Pidie adalah seorang mahasiswa di suatu fakultas di Universitas Syah Kuala Banda Aceh. Dia bukan aktivis politik

###

Web-04: vampire_2.0.3.07
_stories_story