'! A worker of the restaurant in the side-walk !' - gay sex story @ Menonthenet.com's Gay Erotic Stories

Menonthenet.com Gay Erotic Stories. Last updated Jul 16, 2019 - Home of 21478 erotic stories

Your Cookies are not enabled. You will not be able to register or login to your profile.

! A worker of the restaurant in the side-walk !

By Tommy Rinaldo Vito

submitted May 6, 2004

Categories: In Indonesian

Text Size:

It is very common that the side-walk in Jakarta is used by the vendors to make their living. So, most of the time people cannot walk on the side-walk because it is occupied by newspaper, fruit, food vendors or even street restaurants. After the economic crisis started in 1997, this has become worse and worse.

I have always been interested in watching the street restaurants start their activities in the afternoon - usually around 04:00 or 05:00 p.m. The workers will start erecting tents and also placing stoves, food materials,stools and tables for their customers.

The workers are always male and they usually stripped themselves to their waist - so that I can enjoy watching their muscular bodies, their bulging pecs, abs, bisceps and of course their beautidful nipples. If I am lucky I can also see their armpit hairs - which I like it very much. Having seen this, my cock will start to erect!

Sejak kecil memang aku sudah doyan lelaki.Hanya saja sebelum akil balik, aku tidak tahu bahwa perasaanku yang muncul saat itu adalah berahi! Apa yang aku rasakan adalah gemas apabila jumpa dengan lelaki ganteng seumurku.Jika jumpa dengan lelaki dewasa yang tampan, maka saat itu yang muncul adalah bermacam-macam perasaan yang berkaitan dengan nafsu sex - termasuk fantasi masokhistik. Jadi, sejak kecil aku sudah punya bakat-bakat homosexual dan sado-masokhistik.Ta'i!

Rumahku berdekatan dengan daerah warung-warung pinggir jalan. Warung-warung makan itu menjual macam-macam makanan : ada bakso, ada sate, ada sea food, ada pecel lele, nasi uduk dan banyak lagi.

Warung-warung ini buka pada malam hari. Karena itu pada sekitar jam 16:00 - 17:00 barulah para pemilik warung dan pekerja/pembantunya memulai aktifitas dengan menempatkan barang-barang dan peralatan masak mereka. Pada saat itu biasanya para pekerja laki-laki bertelanjang dada karena harus mengangkat meja kursi, memasang tenda atau memasang kompor. Tubuh mereka umumnya ketat dan atletis dan usia mereka masih muda-muda. Melihat pemandangan seperti ini kontolku biasanya jadi ngaceng terangsang oleh keindahan tubuh-tubuh para pemuda itu.Sebagian bulu ketiaknya lumayan juga,sebagian lagi rambut ketiaknya sedikit atau bahkan ada yang ketiaknya bersih dari rambut. Puting susu mereka tampak ketat dan melenting membikin aku jadi merinding ingin memilin dan menjilatinya.Otot dada mereka menonjol ke depan, perut mereka tampak rata dan otot biseps-triseps mereka indah,ketat,muskular dan tampak menonjol. Agh! Gila!

Pada suatu sore aku sengaja berjalan-jalan, cuci mata melihat tubuh-tubuh lelaki yang indah-indah itu. Belum-belum kontolku sudah ngaceng berat. Precum atau maziku terasa memancar ringan sreet, sreet, sreet, agh nikmat! Lobang kencingku jadi lengket ke kain kancutku yang minim dan ketat. Kontolku yang ngaceng dan menggembung itu jadi mendesak ruang kancutku yang sempit membikin kontolku terasa ketat dan tambah nikmat.Gila!

Di warung se food,aku melihat seorang pekerja laki-laki yang amat indah. Tubuhnya yang coklat terang itu tampak agak berkilat oleh keringat yang mulai membasah!Wajahnya tampan,otot dadanya menonjol ke depan. Rambutnya yang panjang diikat kebelakang. Sekali-sekali lengannya terangkat ke atas akan mengikat tali tenda di sebuah tiang. Sehingga aku bisa melihat rambut ketiaknya yang tumbuh ringan, jantan, amat kelaki-lakian, dan membikin iman tak bisa bertahan!

Maka aku paksakan untuk menyapanya - pura-pura bertanya ini-itu : jam berapa warung buka, ada makanan apa - basa-basi. Lalu aku berlagak duduk mau memesan makanan dan aku pun langsung memesan cap-cay dan nasi goreng.Entah, makanan kombinasi apa itu - cap cay dan nasi goreng.Sementara itu si cowok seksi itu ternyata bernama Ardi!

Setelah memasang tenda dan kursi, Ardi akan pulang ke kontrakannya.Malam hari dia baru akan kembali lagi untuk melepas tenda dan mengambil meja-kursi. Aku pura-pura memerlukan tenaga di rumah sore itu. Ardi setuju dan dia ikut ke rumahku.

Sesampainya di rumahku, Ardi aku minta tolong mengecek genteng. Alasanku, ada beberapa yang bergeser! Ardi menurut saja dan dia pun melepas bajunya sehingga bertelanjang dada - aku sesak nafas - terangsang - melihat Ardi dalam keadaan seperti itu. Setelah selesai memeriksa tap, dia turun dan aku suruh duduk di sofa. Dia kelihatan-nya aku memakai bajunya, tapi aku larang, aku bilang:"Keringkan dulu keringatnya - nanti bisa masuk angin".

Sementara itu nafsuku sudah naik ke kepala, aku sudah nanar - tak tahan. Maka Ardi aku ajak ke kamar tidur,lalu aku dorong ke tempat tidur, aku telanjangi. Mula-mula dia melawan, tapi mungkin melihat aku seperti kesetanan dia agak takut dan menurut saja.Ketika Ardi sudah telanjang bulat aku segera "menyerbu" kontolnya yang besar dan disunat ketat dengan latar belakang jembut yang lebat! Kontolnya aku isap,aku sedot.Lalu tangan-ku menggerayangi tubuhnya yang lain,puting susu-nya, ketiakaya, lobang pantatnya! Dia melenguh keenakan seperti kerbau sedang memamah biak!

Sambil sibuk "bekerja" aku menelanjangi diriku sampai bugil telanjang bulat. Sementara itu isapan aku lanjutkan dan Ardi menggeliat-geliat kenikmatan : aku jilat, aku jilat,dan aku jilat kontolnya. Ia seperti menggerakkan pinggulnya untuk menambah nikmat di kontolnya dan akhirnya dia pancutkan mani, muncratkan pejuhnya: CROOOT! CROOOOOOOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOOOT! Agh! Indah, nikmat dan ledazt. Segenap pejuhnya aku hirup, jilat, telan dan... nikmaaaattt!

Puas mengisap pejuh,aku panjat tubuh Ardi yang baru saja jadi lemas akibat memuncratkan pejuh-nya. Lalu aku gesek-gosokkan tubuhku ke tubuh depannya, ketubuh Ardi yang telentang telanjang.

Agh! Nikmatya! Gesek.. nikmaaaat! Gesek .. agh nikmaaat! Gesek agh nikmaaat! Gesek, gesek, gesek, gosok, gosok, gosok. Aaaaaaaagh! Aku mau muncrat dan ...... CROOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOOOOOOOOOT!

Pejuhku muncrat,nikmat dan banyak sekali. Berkat rangsangan dan gesekan ke tubuh Ardi yang jantan dan nikmat itu, ta'i!

[DASAR KONTOL!]


The site is under heavy traffic at this time. Could not retreive more articles from Tommy Rinaldo Vito at this time Please refresh the page.