'! A camp for abusing martial arts trainees!' - gay sex story @ Menonthenet.com's Gay Erotic Stories

Menonthenet.com Gay Erotic Stories. Last updated Dec 14, 2017 - Home of 21224 erotic stories

Your Cookies are not enabled. You will not be able to register or login to your profile.

! A camp for abusing martial arts trainees!

By Tommy Rinaldo Vito

submitted May 6, 2004

Categories: In Indonesian

Text Size:

Bogor is a cool and beautiful city located about 60 km from Jakarta. During the Dutch Colonial Administration time - it was called Buitenzorg. It was then the second seat of the colonial government - after Batavia [now Jakarta] since the Governor General of the Dutch Indies lived in Bogor Palace.

The incident told in this story took place in a camp located at the surrounding of Bogor. The camp is a huge complex which acommodates almost a hundred in mates. The choice of the word "in mates" seems quite appropriate since these men are treated just like the in mates of a prison - including forced strippings and floggings.

Setiap kali akan kembali ke Bogor dari tugas mengawal klien aku selalu merasa berdebar-debar. Bagi aku dan sebagian besar teman-temanku yang dibesarkan dan dididik di Bogor Camp atau Kampus Bogor memang telah melalui masa-masa yang berat dan amat sangat kejam.

Kami direkrut pada usia yang sangat muda yaitu setelah tamat SMP. Rekrutmen dilakukan melalui program beasiswa.Tidak heran jika praktis semua yang direkrut adalah anak-anak yang berasal dari keluarga miskin.

Memang benar bahwa kami dibiayai dan diberi makan dan pendidikan yang cukup baik. Tapi kami juga harus merasakan kekejaman yang luar bisa - di luar batas-batas perikemanusiaan. Tapi karena sistem pendidikan yang diterapkan menggunakan metode-metode psikologis tertentu maka tidak seorang pun di antara kami yang pernah mencoba atau bahkan memikirkan untuk lari.

Ada kemungkinan bahwa kemiskinan yang mendera orang - tua kami menyebabkan kami tidak punya pilihan lain selain menetap di Kampus Neraka itu. Kemungkinan lain adalah ancaman-ancaman terselubung bahwa kami akan dihukum berat jika berani lari atau bahkan berpikir untuk lari.

Anehnya lagi, meskipun kami disiksa dengan amat kejam setiap hari [bahkan nyaris setiap waktu] tapi tidak ada rasa dendam sedikit pun di antara kami terhadap para pelatih yang [harus] kami panggil "Abang" itu. Para abang inilah yang jadi pelatih, sekaligus penyiksa dan pemerkosa kami. Tapi, sekali lagi, anehnya kami justru sangat setia dan cinta kepada mereka! Mungkinkah mereka menggunakan kekuatan magis sehingga mereka bisa menguasai jiwa kami?

Kamp bejat dan sialan ini memproduksi Satpam dan Body-guard andalan yang sekarang banyak dicari dan jadi favorit para klien yang ingin "membeli" keamanan bagi dirinya.Tidak jarang sebagian dari para klien juga sekalian membeli kenikmatan sex sejenis dari para body-guard pilihan yang umum-nya berwajah ganteng, berotot ketat, bersikap ramah, berotak cerdas, berkontol besar, dan ber-pejuh banyak dan kental!

Sejak jadi penerima bea siswa kami seakan telah tercabut dari keluarga kami. Pengelola kamp ini mengusung motto "Kesetiaan,kekuatan,keberanian, kelaki-lakian!". Penanaman motto ini dimaksudkan untuk meyakinkan semua rekrut yang berada dalam kamp ini agar bisa melupakan keluarga dan semua yang terjadi di luar kamp.Aku membandingkan kamp ini dengan sekte-sekte gila-gilaan yang pernah muncul di luar negeri maupun di Tanah Air.

Latihan fisik dan latihan otot merupakan bagian yang paling penting bagi kami penghuni kamp ini. Nyaris bagaikan ritus wajib suatu agama. Tidak heran jika semua penghuni kamp ini jadi bertubuh atletis dan ketat seperti tubuh pelatih senam, fitness atau bina-raga.Jogging, berenang, angkat berat dilakukan setiap hari. Latihan bela diri dilakukan malam hari. Siang dan sore hari merupa-kan waktu belajar atau kuliah. Latihan-latihan yang dilakukan sistematis sejak usia dini telah membikin para penghuni kamp ini seakan-akan jadi kebal terhadap rasa lelah.

Di sela-sela kegiatan ini diselipkan "latihan mental" berupa penghajaran dan penyiksaan kejam di luar batas-batas perikemanusiaan dan hak asasi manusia. Berbagai cara menyiksa dicobakan dan diterapkan kepada kami, [katanya] demi untuk melaki-lakikan kami.Siksaan ini selalu dikaitkan dengan nilai kebanggaaan sebagai "laki-laki yang kuat tahan uji tahan nyeri dan tahan siksa".

Siksaan itu juga sekaligus merupakan ancaman jika ada di antara kami yang berani membocorkan tentang apa yang terjadi di dalam kamp. Sebagai contoh, kami sering disundut dengan besi panas, setelah itu kami diancam jika kami membocorkan rahasia maka sudah tersedia besi membara yang siap untuk ditempelkan ke tubuh kami atau bahkan dimasukkan ke lobang pantat kami.

Anehnya, semula "latihan mental" ini dilakukan setiap hari dan kami harus selalu dalam keadaan bertelanjang bulat. Demikian juga para "pelatih" atau "penyiksa". Mereka pun tidak malu-malunya pada ngaceng kontolnya selagi menyiksa kami dan satu dua di antara mereka pergi ke sudut kamar siksa untuk mengocok kontolnya. Tidak heran jika kamar siksa itu jadi semerbak bau pejuh para pelatih maupun para rekrut. Kadang-kadang para rekrut dipaksa ngeloco setelah dihajar atau disiksa dengan kejam - alasannya untuk menghapus atau mengobati rasa sakit setelah disiksa, baik setelah dicambuk badannya, disengat kontolnya dengan listrik, disundut dengan rokok atau besi panas atau ditetesi dengan lilin cair panas.Jika ada rekrut yang tak bisa ngaceng atau mengeluar-kan pejuhnya karena barusan merasakan nyeri yang amat sangat waktu disiksa, maka si rekrut yang malang itu dibentak-bentak dan diancam, bahkan tak jarang disiksa lagi dengan lebih kejam!Kata-nya agar cepat "bisa jadi laki-laki lagi".Ta'i!

Bahkan tidak jarang para "pelatih" yang sudah pada bertelanjang bulat dan sekalian lagi pada ngaceng kontolnya itu lalu rame-rame menyodomi lobang pantat korban atau memaksanya menyedot kontol para "pelatih" dan menelan pejuh mereka. Katanya untuk membantu "memberikan kekuatan" lagi pada si korban yang kontolnya lagi loyo karena barusan dihajar dengan sadis!

Jadi suasananya persis seperti Penjara Al Ghraib di Irak dimana tentara Amerika menyiksa tahanan Irak dengan cara-cara yang mereka "pelajari" dari situs gay yang berlabel s/M atau fetish!

Yang pasti semua tahanan Irak ditelanjangi, lalu ada yang lobang pantatnya disodok gagang sapu, ada yang ditumpuk seperti piramid dalam keadaan telanjang bulat, ada yang diborgol bertiga dalam posisi seperti sedang melakukan three some.Lalu semua perbuatan cabul mereka difoto untuk bahan para tentara Amerika itu ngeloco. Kadang-kadang para tentara itu mempraktekkan sendiri apa yang mereka perintahkan kepada para tahanan Irak itu. Pada dasarnya sebagian besar dari mereka memang cenderung homosex atau bi-sex.Jadi mereka sangat menikmati acara-acara cabul dan bejat itu

Cara-cara bejat,sadis,cabul ini juga dipraktek-kan oleh para Praja Senior bejat di Kampus STPDN Jatinangor, dengan restu dari para pengelola dan pengasuh sekolah sialan itu! Ta'i!

Hasil psiko-tes dari para Praja STPDN tahun 2002 menunjukkan bahwa 80% dari mereka menderita agresifitas, hipersex, sadis dan homosex. Ta'i!

Sekarang, setelah lebih dari sepuluh tahun jadi penghuni yang camp kejam dan cabul itu aku sudah tidak bisa lepas lagi. Semua teman seangkatanku jadi pegawai dari Security Agency ini. Ada yang jadi body-guard, ada yang jadi Satpam dan ada yang jadi debt-collector.Ada pula yang merangkap jadi gigolo kucing yang melayani sex sejenis.

Aku cukup berbahagia tetap berada dalam camp ini. Hanya saja bagaimana nasibku kelak jika kamp ini dibubarkan karena kedapatan melakukan kegiatan yang cenderung kriminil, asusila dan melanggar hak asasi manusia?. Kita lihat saja nanti. Untuk sekarang ini aku mau ngentot,ngeloco atau ngisep kontol saja dulu, sambil sekali-sekali menyiksa murid baru. Dasar ta'i!

[KONTOL PRAJA STPDN DAN KONTOL TARUNA AKMIL]



Displaying Page 1 - Records 1 to 30

More stories From Tommy Rinaldo Vito

This true story took place in the City of Batam, a city across Singapore which is separated by the Strait of Philips. This is about Alex - a handsome and muscular guy who works as private body-guard and his client Steve, a good looking, well built body,rich and young Eurasian business-man. Alex is 165 cm - 70 Kg, in his 27 and Steve is in his 30 years of age with almost the same size as Alex.... read more

Tokoh Alex adalah tokoh nyata. Ada orangnya dan sekarang masih hidup. Kisah-kisah tentang Alex adalah kisah nyata. Aku [Tommy Tjokro] adalah teman Alex.Kami adalah sahabat dekat. Karena itu Alex tidak ragu curhat kepadaku tentang apa saja.Tentang hidupnya, baik yang susah dan senang.Tentang pengalamannya jadi body-guard, mengawal macam-macam orang. Tentang kecenderungannya dan orientasi... read more

Although Alex was very busy guarding Steve and acted as his sexual partner, however Alex still had chances to experiment sexual encounter with others. Steve was doing business in the City of Batam - a neighbour city of Singapore. While sitting in the hotel lobby and guarding Steve - who was having a business meeting - Alex met Joko. Alex had been hired as a body-guard by Steve. Alex worked... read more

Before joining the Security Agency, Alex was with Abdul [Abdul Rahman Rasyid].Abdul was a rich gay man who had various kinds of businesses - which included operating gay bars.Gay bar actually was not common in Indonesia, although a couple of bars in Jakarta was once considered as gay bars. Because gays used to frequent the bars. Alex was once a security officer in Abdul owned gay bars.... read more

Alex was a good boy. His "mistake" was that he was such a good looking guy with beautiful body and a big cock. These provoked his martial art coach to always found reasons to punish him in order "to discipline" him. Meanwhile, Ab [his martial art coach] had always good reasons to inflict severe punishments upon him - for just minor infractions.But these punishments had made Alex a real man! ... read more

The Malay Dilema is the book written by Mahathir Mohammad. I have never read the book, nor have I seen it. But once I have to face the dilema to choose between two handsome and muscular Malay guys. Berkeliling dan berwisata di rantau ini adalah suatu pengalaman yang menggetarkan jiwaku yang kotor dan doyan sejenis ini.Di Nusantara ini ada beberapa negara Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei... read more

Accompanying Steve in a tour in the Peninsular Malaysia was really very enjoyable for my body and soul.Steve was such a passionate, homosexual and hypersexual guy.Everynight he asked me to be allowed to suck my cock and eat my cum.Luckily I am use to have abundant sperm in my balls,which was enough to cum twice or thrice daily without feeling weak! He asked me also to masturbate his huge... read more

Bang Abdulrahman Rasyid adalah seorang olahraga-wan. Dalam usianya yang baru 35 tahun dia sudah menyandang berbagai gelar kejuaraan dan berbagai kualifikasi ilmu beladiri. Meskipun mempunyai ijazah doktor tehnik kimia dari luar negeri [Jerman] tapi kecintaannya pada ilmu bela diri menyebabkan dia lebih memilih untuk mengembangkan ilmu bela diri dari pada menerapkan keahliannya di bidang... read more

It is very common that the side-walk in Jakarta is used by the vendors to make their living. So, most of the time people cannot walk on the side-walk because it is occupied by newspaper, fruit, food vendors or even street restaurants. After the economic crisis started in 1997, this has become worse and worse. I have always been interested in watching the street restaurants start their... read more

Efforts of the government to stop the practice of brutality, sexual assault, torture and violence in STPDN has come to a complete failure. STPDN is a school run by the government for bureaucrats at the Local Governments. But, "Tradition cannot be stopped" said one of STPDN students,"We enjoy S/M in our school". 1. Lobang Pantat Praja Muda Usaha untuk mengakhiri kebejatan di STPDN gagal... read more



Telanjang bulat semua. Demikianlah kondisi para calon parjurit taruna (capratar)ini waktu mereka sedang "dijajakan" oleh para taruna senior untuk disewakan. Yang boleh menyewa adalah para taruna senior dan para perwira efektif alias perwira aktif. Perbudakan sementara ini merupakan "tradisi" di Akmil (Akademi Militer). Para capratar ini adalah pemuda-pemuda yang baru saja diterima atau... read more

The harsh whipping on naked bodies is one of the barbaric methods used in the boot camp.The whips are liberally used to maintain discipline of the recruits. Proding the recruit naked bodies with hot irons and giving electroshocks to their genital, ass hole, armpit are also very commonly done. The muscular instructors seems to have no mercy at all. Kami tiba di "Kawah Candradimuka" [yaitu... read more

The new recruits had never imagined that being members of the armed forces meant they are bound by a contract for miserable torture. They were just aware of it when the boot camp was started and when suddenly they found they were stripped naked and tortured! As new recruits they had to be naked almost all the time. It was meant to make them aware that they were men and to make them... read more

Slavery is still very much exist in the world. Bounded labour, indenture labour, child labour, you name it! All of them are forms of modern slavery.Even the real slavery- just like being practiced in the eighteen century - is still in existence today. What I had endured is just the worst part of my life i.e. when I was enslaved! I was enslaved mentally,physically,and sexually! I was also stripped... read more

Film Indonesia nyaris punah,kalau saja tidak ada produsen yang berani memulai produksi film untuk layar lebar seperti: "Cau Bau Kan" dan "Arisan". Seberapa jauh investasi yang dikeluarkan untuk kedua film tersebut? Apakah sebanding dengan film berjudul "Tora!Tora!Tora!" tentang serangan Angkatan Udara Jepang ke Pearl Harbour, Hawaii - tidak jelas. Film "Arisan" terasa amat indah karena di... read more

Jeffri masih tergantung di tiang pencambukan. Tubuhnya yang telanjang bulat,putih,atletis dan ketat berotot itu penuh bilur, lembam dan lecet berdarah. Ia baru saja mewakili teman-temannya satu angkatan menerima "Lecutan Pertama". Kedua lengannya terangkat ke atas dan bergantung pada rantai besi yang mencekal borgol di masing-masing pergelangan tangannya.Kakinya mengangkang dan masing-masing... read more

Nafsu menjadi budak seakan tertanam dalam otakku sejak lahir. Keinginan jadi budak seorang lelaki muncul saja tiba-tiba dalam diriku yang kemudian makin lama meningkat, makin kental dalam diriku. Tidak ada yang lebih nikmat selain menjadi budak Tommy Tjokro dan Abdul Rahman Rasyid.Kedua cowok itu ganteng tapi sadiss(!)-nya bukan main!Tommy maupun bang Abdul,keduanya ahli mengayun pecut! ... read more

BUKAN KHAYALAN SEMATA Ada yang mengira penulis cerita sialan ta'i ini berkhayal atau berfantasi. Padahal, ini adalah kisah nyata yang senyata-nyatanya - seperti ta'i di lobang kakus - nyata dan bau ta'i (!) dan apa adanya! Nyata! Seperti halnya seorang pemuda remaja yang barusan mimpi basah. Mula-mula terasa kancutnya basah sewaktu dia terbangun. Ketika dilihat, ter-nyata memang... read more

PERJUMPAAN PERTAMA Aku berjumpa di kantor dengan Yopi ketika dia melamar pekerjaan.Umurnya 18 tahun dengan ijazah SMA.Aku ingin menerima Yopi bekerja di kantorku, pertama:karena Yopi cowok ganteng,tegap atletis dan yang kedua:karena aku ingin menolong dia. Jadi memang nafsu sudah mengatasi niat baikku. Sebetulnya aku bisa saja menerima dia bekerja di kantorku, sebab aku orang... read more

MENGHAJAR PRAJURIT Rudiyanto [Rudy] adalah anak buahku di batalyon. Umurnya 18 tahun. Dia tamatan SMU dan lazimnya tamatan SMU melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Tetapi tekanan ekonomi mengharuskan dia memilih jalan lain.Dia berpangkat Prada[Prajurit Dua].Jadi,ijazah yang dipunyai jauh lebih tinggi dari yang seharusnya menjadi persyaratan seorang tamtama. Sejak pertama aku jumpa... read more



PECUT, CAMBUK, DAN CEMETI Sewaktu masih taruna senior dan setelah aku jadi pelatih taruna di Akmil,cemeti,pecut atau cambuk adalah alat favoritku untuk mendisiplin pemuda-pemuda yang sedang dibentuk untuk jadi militer sejati.Betapa indah dan nikmatnya melihat pemuda remaja yang tengah menanjak dewasa itu telanjang dada atau telanjang bulat, tampak menggelinjang, kaget kesakitan saat lecutan... read more

TAHANAN YANG TAMPAN, BEROTOT KETAT Tahanan itu berpangkat bintara [sersan]. Tubuhya tinggi besar,atletis dan berotot ketat.Tidak ada segumpal lemak pun yang tampak di tubuhnya yang saat itu sedang telanjang bulat tidak berpenutup selembar benang pun.Tidak jelas apa kesalahannya atau pasal apa dari hukum militer yang dilanggar-nya. Bisa jadi dia tidak bersalah. Yang aku tahu hanyalah bahwa dia... read more

MAGANG Apprenticeship atau "magang" adalah suatu proses dimana seseorang belajar atau berlatih untuk mampu bekerja dalam profesi tertentu. Misalnya, untuk menjadi pandai besi maka seseorang bekerja dan belajar pada seorang pandai besi senior.Pada saatnya kelak si pemagang dapat berdiri sendiri dan bekerja sebagai pandai besi profesional. Pada waktu aku jadi Capratar [Calon Prajurit... read more

Siapapun pasti akan malu jika harus melepas baju dan celananya di depan orang banyak, meskipun di depan sesama jenis.Itulah perasaan yang aku rasa-kan sewaktu jadi "new recruit",yaitu waktu untuk pertama kalinya masuk kampus kawah Candradimuka sebagai kadet baru yang disebut : calon prajurit taruna [Capratar]. Candradimuka adalah suatu kampus akademi militer di suatu negara di dunia.... read more

ANAK TUNGGAL Meskipun anak tunggal,tetapi aku bukan tipe anak yang manja.Entah karena kedua orangtuaku pandai mendidik anak ataukah aku memang anak baik. Dari segi kelaki-lakian dan kontol, aku disunat sejak kecil.Jadi aku tak pernah melihat kulupku sendiri seumur hidup. Kata teman-temanku yang pernah mandi bareng dengan aku, kontolku besar. Mungkin sama besar dengan kontol Ricardo... read more

PROFESI SADO-MASOCHIST Aku amat menikmati profesiku sebagai militer! Suatu profesi yang dasarnya adalah membunuh atau dibunuh.Profesi yang jadi jiwa,raga,sukmaku dan jadi panggilan nafsu sex sejenis serta dorongan sado-masochist-ku. Aku juga bersyukur bahwa aku terlahir jadi laki-laki jantan yang kuat fisik dan mental sehingga cocok jadi anggota militer. Tidak heran jika aku bisa survive... read more

Pecut itu aku ayun-putarkan ke atas dan ujungnya aku lecutkan ke bagian bawah perut prajurit yang telanjang bulat itu, tepat di bagian pertumbuhan jembutnya : Whetttt!Cettarr! Suara dengung pecut itu segera diikuti dengan suara ujung pecut yang beradu dengan kulit yang ditumbuhi jembut sang prajurit:Cettarr! bagaikan bunyi letusan pistol dan..: AAAAGH!, si prajurit menjerit tertahan, amat... read more

PENGANTAR Siapa yang tak suka menyiksa? Bohong besar kalau ada yang mengatakan dirinya tidak suka menyiksa! Nyatanya kalau ada maling tertangkap di jalan, pasti akan berebutan orang datang untuk ramai-ramai menghajar maling sialan itu. Terlepas dari apakah yang dihajar itu benar-benar maling atau bukan! Bahkan ada maling yang sekalian disiram bensin badannya lalu dibakar hidup-hidup sampai... read more

LETNAN BENNY Letnan Benny adalah salah seorang perwira yang bertugas sebagai mentor. Mentor atau pembimbing bertindak untuk mempersiapkan para pemuda sipil yang segera akan dimiliterkan [militerisasi]. Karena itu pada waktu-waktu tertentu ia harus bertugas di kawah Candradimuka - suatu kampus akademi militer, dimana pemuda-pemuda dibentuk jadi militer sejati.Tentu saja dengan penyiksaan... read more

Bang Das [Dasrizal] adalah pelatih fitness-ku. Aku kenal Bang Das sekitar setahun yang lalu di tempat fitness. Waktu itu badan Bang Das belum seketat sekarang. Tetapi berkat latihan intens selama setahun dengan barbel dan berbagai mesin olah raga lainnya maka tubuh Bang Das sekarang sudah "jadi", ketat amat berotot dan nyata sekali dia seorang binaragawan. Otot dadanya sangat menonjol ke... read more



Page 1 of 4

   1 2 3 4