'Komandan yang kejam dan suka menyiksa' - gay sex story @ Menonthenet.com's Gay Erotic Stories

Menonthenet.com Gay Erotic Stories. Last updated Sep 20, 2018 - Home of 21321 erotic stories

Your Cookies are not enabled. You will not be able to register or login to your profile.

Komandan yang kejam dan suka menyiksa

By Tommy Rinaldo Vito

submitted April 10, 2005

Categories: In Indonesian

Text Size:

PROFESI SADO-MASOCHIST

Aku amat menikmati profesiku sebagai militer! Suatu profesi yang dasarnya adalah membunuh atau dibunuh.Profesi yang jadi jiwa,raga,sukmaku dan jadi panggilan nafsu sex sejenis serta dorongan sado-masochist-ku.

Aku juga bersyukur bahwa aku terlahir jadi laki-laki jantan yang kuat fisik dan mental sehingga cocok jadi anggota militer. Tidak heran jika aku bisa survive dan berhasil melewati berbagai tes, ujian, latihan, dan pendidikan yang penuh dengan tekanan, siksaan fisik dan mental yang disertai penghajaran gila-gilaan,diluar batas-batas peri-kemanusiaan!

MELAMPIASKAN MASOCHISME

Pukulan, tonjokan, tamparan, maupun tendangan - juga lecutan cemeti,sodokan besi panas,sundutan rokok menyala serta sengatan listrik [di kontol, bijipeler,puting susu,ketiak dan lobang pantat] merupakan makanan sehari-hari kami! Semua itu terasa nikmat di tubuh, otak dan kontolku, dan serasa nyawaku moksa ke Nirvana - setiap kali aku bisa merasakan siksaan-siksaan biadab itu!

Tapi masa untuk menikmati masochisme itu sudah berakhir dan sekarang setelah aku jadi Perwira dan memimpin suatu pasukan [batalyon] aku bisa menikmati pelampiasan nafsu sadiss ku sesuka-ku dan semau-ku!

Dulu waktu aku masih jadi taruna senior Akmil, aku boleh melampiaskan nafsu sadiss-ku dengan menghajar dan menyiksa Plontos dan Capratar atau taruna yunior.Maka sekarang setelah jadi Perwira efektif sasaranku, siapa lagi?, kalau bukan anak buahku sendiri yang istilah militernya adalah : anggota.

Tercipta sebagai lelaki sejati dengan tinggi 170 berat 80,tampan jantan bertubuh atletis, berotot ketat dan dengan kontol besar [sebesar ukuran kontol Ricardo Gelael] yang disunat ketat, high and tight - jagoan bela diri dan jagoan olah raga dengan physical fitness di atas rata-rata, apalagi yang kurang dariku? Teman-temanku segan padaku, karena aku punya kharisma! Apalagi anak buahku. Aku juga punya record akademik yang luar biasa.Tidak heran jika aku selalu dapat bintang, sertifikat, atau tanda penghargaan setiap kali aku ikut latihan dan pendidikan!

MELAMPIASKAN SADISME

Waktu aku jadi taruna senior,banyak Plontos atau Capratar yang stress sampai pejuhnya muncrat kalau aku panggil atau aku dekati. Karena kalau aku panggil,pasti akan aku siksa dengan kejam di luar batas peri kemanusiaan.Tidak jarang sampai pingsan,semaput tak sadarkan diri dan berlumuran darah segar!

Aku adalah penyiksa berdarah dingin,makin tampak menderita si korban, makin asyik dan kejam aku menyiksa.Gelinjang, geliat tubuh serta tarikan wajah yang kesakitan akibat aku hajar atau aku siksa terasa amat indah dan nikmat. Suara desah, rintih, dan jeritan tertahan karena amat sangat kesakitan - bagaikan musik dan suara alam yang indah, menyenangkan dan membangkitkan gairah seksual di otak dan kontolku! Ta'i!

Tentu saja aku hanya suka menyiksa laki-laki, ya laki-laki saja!Tentu lelaki yang jantan, tampan, berotot ketat dengan kontol besar yang disunat ketat! Obyek penyiksaan seperti itu banyak aku dapati di antara Plontos, Capratar dan Taruna Yunior. Mereka ini adalah pemuda remaja pilihan harapan bangsa. Banyak di antara mereka yang tampan, berkulit terang, atletis, kontolnya besar[disunat ketat] dan jembut serta bulu ketek-nya lebat menghitam!

Jika punggngnya aku hajar dengan cemeti, maka mereka akan kaget(!) dan reaksi tubuhnya adalah menggeliat,setengah menjerit tertahan : "AAGHH! bersamaan dengan bunyi pecut beradu dengan kulit punggung mereka yang putih mulus dan kelaki-laki-an : CETTARRR! Kemudian bekas lecutan itu akan membiaskan bilur, lebam dan tak jarang lecet dan berdarah!Indah dan jantan!

Melihat pemandangan yang indah dan jantan itu, nafsuku terdorong untuk mengulang dan mengulang lagi lecutan keras cemetiku dengan sekuat tenaga otot karateku : CETTARR! CETTARR! CETTAR! sampai puluhan kali,sehingga membiaskan bilur-bilur dan lecet-lecet berdarah di tubuh pemuda remaja yang pilihan itu. Seringkali aku lupa diri dan baru berhenti setelah pemuda yang aku siksa telanjang bulat itu pingsan, semaput, tidak sadarkan diri!

Tubuhnya yang putih telanjang bulat berlumuran darah segarr!Maka terjadilah warna pelangi yang indah tapi sadis: tubuh putih, bilur biru, lecet merah berdarah,jembut dan bulu ketek yang hitam dan kepala kontol yang kemerah-merahan[tapi layu dan loyo]! Indah sekal1! Ta'i!

Jika Si Taruna Yunior yang kena hajar cukup kuat dan tetap sadar tidak pingsan, maka setelah aku puas menghajarnya, aku paksa dia ngeloco untuk mengurangi rasa sakit,nyeri, pedih, pegal akibat cambukan pecutku. Si Taruna Yunior akan dengan susah payah mengocok kontolnya yang layu-loyo.

Dengan ancaman dan bentakan, biasanya si korban akan ngaceng juga dan setelah kontolnya dikocok-kocok,maka pejuhnya muncrat : CROOOOOT! CROOOOT! CROOOOOT, berceceran di lantai. Setelah pejuhnya muncrat semua, aku paksa dia menjilati ceceran pejuhnya di lantai dengan lidahnya! Itu adalah prosedur tetap yang selalu aku ikuti tiap kali aku menghajar Plontos, Capratar atau pun taruna yunior. Prosedur sialan ini diikuti oleh tenman-teman seangkatanku yang bajingan dan biadab!

Andai aku jadi preman, pasti aku punya banyak anak buah dan memimpin jaringan kriminil yang luas dan tak tertandingi. Untung aku tidak jadi bajingan, meskipun otak jahat dan pikiranku tak ubahnya otak bajingan yang didasari nafsu sex sadiss dan masochistis! Ta'i! Dibalik kehebatan- ku,itulah kelemahanku yang tak dapat diobati dan diatasi, yaitu kegemaran pada sex sejenis dan kegemaran menyiksa dan disiksa [s/M]. Ta'i!

KEKUASAAN KOMANDAN

Sebagai Komandan Batalyon aku boleh berbuat apa saja pada anak buahku. Tentu saja jika ada apa-apa, risikonya harus aku tanggung. Karena sikap ku yang keras, tegas dan kejam tidak berperi- kemanusiaan, maka semua ank buahku takut padaku dan aku amat menikmati posisi seperti itu.Aku paling suka menghukum anak buah yang melanggar disiplin dengan cara kejam.

Pelanggaran kecil-kecil, seperti baju seragam yang tidak licin gosokannya, sepatu yang tidak berkilat, kancing baju yang terlepas,jadi alasan empuk bagiku untuk menghajar anak buah dengan hukuman dan siksaan yang kejam dan sadis! Tentu saja displin pasukan jadi meningkat 100% dengan tindakanku yang di luar batas peri-kemanusiaan itu.

Tetapi aku mengimbangi dengan kesejahteraan dan sarana yang lebih baik.Mau tidak mau anak buahku menghargai dan menerima baik kepemimpinan sialan-ku.Apalagi para Perwiranya,karena sasaran siksa-an dan penghajaran aku tujukan pada para tamtama baru - new recruits!

Jika ada tamtama {Prajurit] baru,aku perlakukan mereka seperti Plontos dan Capratar. Selama 6 bulan mereka tak boleh meninggalkan asrama sama sekali. Aku membangun asrama khusus buat mereka yang dikelilingi dengan tembok dan kawat duri seperti penjara - sehingga mereka tidak mungkin lari atau desersi jika mereka tidak bisa tahan perlakuan yang kejam di luar batas-batas peri-kemanusiaan.

Aku mewajibkan semua tamtama-baru melatih otot-ototnya jadi seperti binaragawan. Aku menyedia-kan pelatih-pelatih yang kejam dan suka mengayun pecut. Tidak heran jika dalam waktu singkat otot mereka terbentuk mendekati otot Ade Rai!

Latihan-latihan dilakukan dengan sitematis untuk mencapai target tertentu.Target yang tidak bisa dicapai harus dibayar dengan lecutan cemeti.

Sebagai contoh,jika dalam minggu ke-2 seharusnya satu set gerakan bisa dicapai 100 kali, ternyata hanya tercapai 90 kali maka yang 10 akan diganti dengan hukum pecut 10 kali!Semua lecutan cemeti harus diayun dengan kerass dan dengan kekuatan otot penuh agar kulit tamtama lecet berdarah!

Jika hukuman pecut 50 kali maka harus ada 50 lecet berdarah!Agar lecutan efektif,maka hukuman pecut dilakukan oleh sesama tamtama, dan jika lecutan tidak mengakibatkan lecet maka tamtama yang bertugas mengayunkan pecut kena penalti dua lecutan keras, begitu juga si terhukum. Dengan cara begitu maka setiap tamtama yang bertugas menghajar temannya akan melecutkan cemeti sekuat-kuat ototnya. Daripada dia kena pecut dua kali!

Oleh karean itu dalam asrama tamtama itu bunyi CETTARR! CETTARR! CETTAR! seakan tidak putus-putusnya, karena selalu saja ada tamtama yang sedang dihajar dengan pecut!

Selain membentuk tubuh mereka jadi lelaki sejati aku juga menerapkan displin yang kerass!. Sikap militer dan kebersihan tubuh juga aku utamakan. Tamtama yang bicara kurang keras, atau berdiri kurang tegap bisa kena hukuman sundutan rokok atau tempelan besi panas. Ketiak yang tidak bersih dari rambut bisa kena sengatan listrik. Karena itu ketiak para tamtama itu klimis semua!

Setiap minggu seluruh tamtama ditelanjangi untuk diperiksa tubuhnya dari segi kebersihan dan juga kesehatannya. Pada pemeriksaan kesehatan itu semua tamtama diwajibkan bersaam-sama mengocok kontolnya samapi pejuh mereka muncrat! Maksudnya agar mereka tidak onani dikamar mandi,di bangsal tidurnya atau mengotori kancutnya dengan mimpi basah.

Bagi tamtama yang kulup [belum sunat}, begitu datang langsung aku suruh Tim Kesehatan untuk memotong kulupnya tanpa anestesi!

Agar mereka PD [Percaya Diri], para tamtama itu juga dibiasakan telanjang bulat!Mereka diwajib-kan tidur, corvee [kerja bakti] dan latihan renang dalam keadaan telanjang bulat.

Diluar jam dinas mereka jugs tidak dilarang jika mau berkeliaran dalam keadaan telanjang bulat, asal masih di lingkungan asrama tamtama. Para tamtama tampaknya amat sangat menikmati izin bertelanjang bulat itu. Hampir semuanya memilih untuk bertelanjang bulat saja di luar jam dinas!

ANTICLIMAX

Begitulah cara berpikir Komandan Batalyon yang homosex, cabul dan gila! Ta'i! Betapa indahnya membayangkan saat Tommy Tjokro dan Abdul Rahman Rasyid [keduanya Penyiar Metro TV] yang ganteng itu pada ngeloco kontolnya sambil bertelanjang bulat sampai pejuhnya muncrat!

[TA'I, KONTOL, JEMBUT DAN PEJUH]



Displaying Page 1 - Records 1 to 30

More stories From Tommy Rinaldo Vito

This true story took place in the City of Batam, a city across Singapore which is separated by the Strait of Philips. This is about Alex - a handsome and muscular guy who works as private body-guard and his client Steve, a good looking, well built body,rich and young Eurasian business-man. Alex is 165 cm - 70 Kg, in his 27 and Steve is in his 30 years of age with almost the same size as Alex.... read more

Tokoh Alex adalah tokoh nyata. Ada orangnya dan sekarang masih hidup. Kisah-kisah tentang Alex adalah kisah nyata. Aku [Tommy Tjokro] adalah teman Alex.Kami adalah sahabat dekat. Karena itu Alex tidak ragu curhat kepadaku tentang apa saja.Tentang hidupnya, baik yang susah dan senang.Tentang pengalamannya jadi body-guard, mengawal macam-macam orang. Tentang kecenderungannya dan orientasi... read more

Although Alex was very busy guarding Steve and acted as his sexual partner, however Alex still had chances to experiment sexual encounter with others. Steve was doing business in the City of Batam - a neighbour city of Singapore. While sitting in the hotel lobby and guarding Steve - who was having a business meeting - Alex met Joko. Alex had been hired as a body-guard by Steve. Alex worked... read more

Before joining the Security Agency, Alex was with Abdul [Abdul Rahman Rasyid].Abdul was a rich gay man who had various kinds of businesses - which included operating gay bars.Gay bar actually was not common in Indonesia, although a couple of bars in Jakarta was once considered as gay bars. Because gays used to frequent the bars. Alex was once a security officer in Abdul owned gay bars.... read more

Alex was a good boy. His "mistake" was that he was such a good looking guy with beautiful body and a big cock. These provoked his martial art coach to always found reasons to punish him in order "to discipline" him. Meanwhile, Ab [his martial art coach] had always good reasons to inflict severe punishments upon him - for just minor infractions.But these punishments had made Alex a real man! ... read more

The Malay Dilema is the book written by Mahathir Mohammad. I have never read the book, nor have I seen it. But once I have to face the dilema to choose between two handsome and muscular Malay guys. Berkeliling dan berwisata di rantau ini adalah suatu pengalaman yang menggetarkan jiwaku yang kotor dan doyan sejenis ini.Di Nusantara ini ada beberapa negara Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei... read more

Accompanying Steve in a tour in the Peninsular Malaysia was really very enjoyable for my body and soul.Steve was such a passionate, homosexual and hypersexual guy.Everynight he asked me to be allowed to suck my cock and eat my cum.Luckily I am use to have abundant sperm in my balls,which was enough to cum twice or thrice daily without feeling weak! He asked me also to masturbate his huge... read more

Bang Abdulrahman Rasyid adalah seorang olahraga-wan. Dalam usianya yang baru 35 tahun dia sudah menyandang berbagai gelar kejuaraan dan berbagai kualifikasi ilmu beladiri. Meskipun mempunyai ijazah doktor tehnik kimia dari luar negeri [Jerman] tapi kecintaannya pada ilmu bela diri menyebabkan dia lebih memilih untuk mengembangkan ilmu bela diri dari pada menerapkan keahliannya di bidang... read more

It is very common that the side-walk in Jakarta is used by the vendors to make their living. So, most of the time people cannot walk on the side-walk because it is occupied by newspaper, fruit, food vendors or even street restaurants. After the economic crisis started in 1997, this has become worse and worse. I have always been interested in watching the street restaurants start their... read more

Bogor is a cool and beautiful city located about 60 km from Jakarta. During the Dutch Colonial Administration time - it was called Buitenzorg. It was then the second seat of the colonial government - after Batavia [now Jakarta] since the Governor General of the Dutch Indies lived in Bogor Palace. The incident told in this story took place in a camp located at the surrounding of Bogor. The... read more



Efforts of the government to stop the practice of brutality, sexual assault, torture and violence in STPDN has come to a complete failure. STPDN is a school run by the government for bureaucrats at the Local Governments. But, "Tradition cannot be stopped" said one of STPDN students,"We enjoy S/M in our school". 1. Lobang Pantat Praja Muda Usaha untuk mengakhiri kebejatan di STPDN gagal... read more

Telanjang bulat semua. Demikianlah kondisi para calon parjurit taruna (capratar)ini waktu mereka sedang "dijajakan" oleh para taruna senior untuk disewakan. Yang boleh menyewa adalah para taruna senior dan para perwira efektif alias perwira aktif. Perbudakan sementara ini merupakan "tradisi" di Akmil (Akademi Militer). Para capratar ini adalah pemuda-pemuda yang baru saja diterima atau... read more

The harsh whipping on naked bodies is one of the barbaric methods used in the boot camp.The whips are liberally used to maintain discipline of the recruits. Proding the recruit naked bodies with hot irons and giving electroshocks to their genital, ass hole, armpit are also very commonly done. The muscular instructors seems to have no mercy at all. Kami tiba di "Kawah Candradimuka" [yaitu... read more

The new recruits had never imagined that being members of the armed forces meant they are bound by a contract for miserable torture. They were just aware of it when the boot camp was started and when suddenly they found they were stripped naked and tortured! As new recruits they had to be naked almost all the time. It was meant to make them aware that they were men and to make them... read more

Slavery is still very much exist in the world. Bounded labour, indenture labour, child labour, you name it! All of them are forms of modern slavery.Even the real slavery- just like being practiced in the eighteen century - is still in existence today. What I had endured is just the worst part of my life i.e. when I was enslaved! I was enslaved mentally,physically,and sexually! I was also stripped... read more

Film Indonesia nyaris punah,kalau saja tidak ada produsen yang berani memulai produksi film untuk layar lebar seperti: "Cau Bau Kan" dan "Arisan". Seberapa jauh investasi yang dikeluarkan untuk kedua film tersebut? Apakah sebanding dengan film berjudul "Tora!Tora!Tora!" tentang serangan Angkatan Udara Jepang ke Pearl Harbour, Hawaii - tidak jelas. Film "Arisan" terasa amat indah karena di... read more

Jeffri masih tergantung di tiang pencambukan. Tubuhnya yang telanjang bulat,putih,atletis dan ketat berotot itu penuh bilur, lembam dan lecet berdarah. Ia baru saja mewakili teman-temannya satu angkatan menerima "Lecutan Pertama". Kedua lengannya terangkat ke atas dan bergantung pada rantai besi yang mencekal borgol di masing-masing pergelangan tangannya.Kakinya mengangkang dan masing-masing... read more

Nafsu menjadi budak seakan tertanam dalam otakku sejak lahir. Keinginan jadi budak seorang lelaki muncul saja tiba-tiba dalam diriku yang kemudian makin lama meningkat, makin kental dalam diriku. Tidak ada yang lebih nikmat selain menjadi budak Tommy Tjokro dan Abdul Rahman Rasyid.Kedua cowok itu ganteng tapi sadiss(!)-nya bukan main!Tommy maupun bang Abdul,keduanya ahli mengayun pecut! ... read more

BUKAN KHAYALAN SEMATA Ada yang mengira penulis cerita sialan ta'i ini berkhayal atau berfantasi. Padahal, ini adalah kisah nyata yang senyata-nyatanya - seperti ta'i di lobang kakus - nyata dan bau ta'i (!) dan apa adanya! Nyata! Seperti halnya seorang pemuda remaja yang barusan mimpi basah. Mula-mula terasa kancutnya basah sewaktu dia terbangun. Ketika dilihat, ter-nyata memang... read more

PERJUMPAAN PERTAMA Aku berjumpa di kantor dengan Yopi ketika dia melamar pekerjaan.Umurnya 18 tahun dengan ijazah SMA.Aku ingin menerima Yopi bekerja di kantorku, pertama:karena Yopi cowok ganteng,tegap atletis dan yang kedua:karena aku ingin menolong dia. Jadi memang nafsu sudah mengatasi niat baikku. Sebetulnya aku bisa saja menerima dia bekerja di kantorku, sebab aku orang... read more



MENGHAJAR PRAJURIT Rudiyanto [Rudy] adalah anak buahku di batalyon. Umurnya 18 tahun. Dia tamatan SMU dan lazimnya tamatan SMU melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Tetapi tekanan ekonomi mengharuskan dia memilih jalan lain.Dia berpangkat Prada[Prajurit Dua].Jadi,ijazah yang dipunyai jauh lebih tinggi dari yang seharusnya menjadi persyaratan seorang tamtama. Sejak pertama aku jumpa... read more

PECUT, CAMBUK, DAN CEMETI Sewaktu masih taruna senior dan setelah aku jadi pelatih taruna di Akmil,cemeti,pecut atau cambuk adalah alat favoritku untuk mendisiplin pemuda-pemuda yang sedang dibentuk untuk jadi militer sejati.Betapa indah dan nikmatnya melihat pemuda remaja yang tengah menanjak dewasa itu telanjang dada atau telanjang bulat, tampak menggelinjang, kaget kesakitan saat lecutan... read more

TAHANAN YANG TAMPAN, BEROTOT KETAT Tahanan itu berpangkat bintara [sersan]. Tubuhya tinggi besar,atletis dan berotot ketat.Tidak ada segumpal lemak pun yang tampak di tubuhnya yang saat itu sedang telanjang bulat tidak berpenutup selembar benang pun.Tidak jelas apa kesalahannya atau pasal apa dari hukum militer yang dilanggar-nya. Bisa jadi dia tidak bersalah. Yang aku tahu hanyalah bahwa dia... read more

MAGANG Apprenticeship atau "magang" adalah suatu proses dimana seseorang belajar atau berlatih untuk mampu bekerja dalam profesi tertentu. Misalnya, untuk menjadi pandai besi maka seseorang bekerja dan belajar pada seorang pandai besi senior.Pada saatnya kelak si pemagang dapat berdiri sendiri dan bekerja sebagai pandai besi profesional. Pada waktu aku jadi Capratar [Calon Prajurit... read more

Siapapun pasti akan malu jika harus melepas baju dan celananya di depan orang banyak, meskipun di depan sesama jenis.Itulah perasaan yang aku rasa-kan sewaktu jadi "new recruit",yaitu waktu untuk pertama kalinya masuk kampus kawah Candradimuka sebagai kadet baru yang disebut : calon prajurit taruna [Capratar]. Candradimuka adalah suatu kampus akademi militer di suatu negara di dunia.... read more

ANAK TUNGGAL Meskipun anak tunggal,tetapi aku bukan tipe anak yang manja.Entah karena kedua orangtuaku pandai mendidik anak ataukah aku memang anak baik. Dari segi kelaki-lakian dan kontol, aku disunat sejak kecil.Jadi aku tak pernah melihat kulupku sendiri seumur hidup. Kata teman-temanku yang pernah mandi bareng dengan aku, kontolku besar. Mungkin sama besar dengan kontol Ricardo... read more

Pecut itu aku ayun-putarkan ke atas dan ujungnya aku lecutkan ke bagian bawah perut prajurit yang telanjang bulat itu, tepat di bagian pertumbuhan jembutnya : Whetttt!Cettarr! Suara dengung pecut itu segera diikuti dengan suara ujung pecut yang beradu dengan kulit yang ditumbuhi jembut sang prajurit:Cettarr! bagaikan bunyi letusan pistol dan..: AAAAGH!, si prajurit menjerit tertahan, amat... read more

PENGANTAR Siapa yang tak suka menyiksa? Bohong besar kalau ada yang mengatakan dirinya tidak suka menyiksa! Nyatanya kalau ada maling tertangkap di jalan, pasti akan berebutan orang datang untuk ramai-ramai menghajar maling sialan itu. Terlepas dari apakah yang dihajar itu benar-benar maling atau bukan! Bahkan ada maling yang sekalian disiram bensin badannya lalu dibakar hidup-hidup sampai... read more

LETNAN BENNY Letnan Benny adalah salah seorang perwira yang bertugas sebagai mentor. Mentor atau pembimbing bertindak untuk mempersiapkan para pemuda sipil yang segera akan dimiliterkan [militerisasi]. Karena itu pada waktu-waktu tertentu ia harus bertugas di kawah Candradimuka - suatu kampus akademi militer, dimana pemuda-pemuda dibentuk jadi militer sejati.Tentu saja dengan penyiksaan... read more

Bang Das [Dasrizal] adalah pelatih fitness-ku. Aku kenal Bang Das sekitar setahun yang lalu di tempat fitness. Waktu itu badan Bang Das belum seketat sekarang. Tetapi berkat latihan intens selama setahun dengan barbel dan berbagai mesin olah raga lainnya maka tubuh Bang Das sekarang sudah "jadi", ketat amat berotot dan nyata sekali dia seorang binaragawan. Otot dadanya sangat menonjol ke... read more



Page 1 of 4

   1 2 3 4