'Tamtama yang jadi peraga sunat militer' - gay sex story @ Menonthenet.com's Gay Erotic Stories

Menonthenet.com Gay Erotic Stories. Last updated Aug 14, 2018 - Home of 21291 erotic stories

Your Cookies are not enabled. You will not be able to register or login to your profile.

Tamtama yang jadi peraga sunat militer

By Tommy Rinaldo Vito

submitted April 12, 2006

Categories: In Indonesian

Text Size:

PERSIAPAN UNTUK SUNAT MILITER

Biantoro dan Jeremy telanjang bulat di kamar periksa. Di dalam ruangan itu ada seorang dokter militer laki-laki dan seorang perawat militer laki-laki. Kesehatan kedua pemuda akan diperiksa lengkap.

Biantoro dan Jeremy adalah anggota pasukan elit di suatu negara yang tak perlu disebut namanya. Mereka berpangkat Prada [Prajurit Dua] dan baru saja lulus latihan komando. Keduanya baru enam bulan berdinas di lingkungan militer. Meskipun demikian tubuh kedua tamtama sudah "jadi" dan tampak atletis ketat! Ini berkat latihan-latihan fisik yang dipaksakan kepada mereka dengan cara-cara keras dan kejam oleh atasan mereka! Semua latihan fisik di kesatuan kedua tamtama tersebut dibantu dengan lecutan cemeti untuk memberikan semangat dan dorongan, sekaligus memaksa mereka agar berlatih keras!!!.Seperti layaknya anggota pasukan elite!

Seperti sering terjadi di negara itu,oleh karena keterbatasan lapangan kerja, banyak pemuda yang sesudah tamat sekolah menengah atas tidak dapat melanjutkan sekolah dan mendapatkan pekerjaan.

Sebetulnya untuk mendaftar jadi calon tamtama persyaratannya adalah ijazah yang lebih rendah dari ijazah SMA, tapi banyak pemuda tamatan SMA yang mau saja mendaftarkan diri jadi tamtama - seperti juga Biantoro dan Jeremy - karena sukar-nya mendapatkan pekerjaan.

Dalam usia kedua remaja yang menginjak 20 tahun itu, tampak jembut dan bulu ketek mereka telah tumbuh sempurna! Jembut dan bulu ketek Biantoro dan Jeremy hitam, lebat dan tumbuh luas. Seakan jadi latar belakang kontol dan biji peler mereka yang berukuran lumayan besar itu.

Jika mereka mengangkat lengan ke atas tampak lah bulu ketek mereka yang hitam dan lumayan lebat. Tapi jika lengan mereka dalam posisi biasa, bulu ketek mereka tidak tampak. Tersembunyi di bawah jepitan lengan mereka yang kekar. Kulit mereka yang coklat membuat mereka tampak lebih jantan. Apalagi saat itu mereka telanjang bulat, tidak bepenutup selembar benang pun juga!

Hari itu kedua pemuda itu akan disunat secara militer, artinya sunat tanpa anestesi yang sudah pasti sakit sekali! Tetapi prosedur itu sangat tepat untuk membuktikan apakah mereka benar-benar laki-laki sejati atau bukan! Kalau mereka tidak pingsan walaupun kesakitan, waktu sedang disunat,mereka betul-betul cowok hebat! Sebelum mereka disunat dengan cara yang dianggap jantan, kelaki-lakian secara ketentaraan [militeristik], maka kesehatan mereka perlu diperiksa dulu.

Selama satu bulan sebelumnya mereka sudah diberi latihan bina raga yang intens. Agar otot mereka yang sudah terbentuk atletis itu menjadi tambah nyata lekukannya. Juga supaya tidak ada timbunan lemak sama sekali di badan mereka! Hasil latihan mereka tampak jelas dalam ketelanjangan mereka pagi itu! Bentuk tubuh yang bagus, "jadi" , dan sudah "terbentuk" sangat penting untuk menjaga nama baik kesatuan mereka,pasukan elite! Karena, kedua pemuda itu akan disunat di hadapan duapuluh orang taruna dari suatu akademi militer,yang juga segera akan disunat. Karena itulah kedua tamtama harus tampil dengan bentuk fisik yang meyakinkan untuk menunjukkan bahwa mereka adalah benar-benar anggota pasukan elite!

Kedua tamtama itu akan jadi "peraga" bagi para taruna untuk menunjukkan bagaimana sikap mereka menghadapi dan merasakan sunat militer yang akan terasa amat sangat nyeri dan pedih itu! Peraga untuk sunat militer, setiap tahun biasanya di-supply oleh kesatuan pasukan elite!

Untuk memeriksa kesehatan kedua remajaitu, mula-mula tinggi dan berat badan mereka diukur dalam keadaan mereka telanjang bulat. Kemudian, masih bertelanjang bulat,nadi dan tekanan darah juga diperiksa.

Dokter juga memeriksa dada, punggung, perut, kontol, biji peler,ketiak, lengan serta tungkai mereka. Tak lupa bo'ol atau lobang pantat mereka juga disodok dengan jari dokter untuk memeriksa kelenjar prostat dan kesehatan lobang pantat mereka. Keduanya tampak meringis kesakitan waktu bool mereka disodok dengan jari oleh dokter yang mengenakan sarung tangan [handschoen] karet itu! Semuanya dilakukan dalam keadaan kedua pemuda telanjang bulat, di dalam ruang periksa itu!

Waktu dokter memeriksa kontol mereka, kulup atau sisa kulup mereka diperhatikan dengan cermat. Ketika dokter menarik kulup atau sisa kulup ke arah belakang - untuk mengetahui berapa banyak kulup yang harus dipotong dan apakah ada ta'i kulatnya [smegma] atau tidak di bagaian bawah kulup - secara spontan kontol mereka menegang, terangsang, kencang dan kepala kontolnya memerah berkilat! Hal tersebut membuktikan kejantanan kedua tamtama yang masih belia itu dan juga menunjukkan nafsu mereka yang sedang menggebu-gebu [hot!].

Setelah diperiksa dan ditanya, ternyata Biantoro sudah sunat waktu kecil. Tetapi masih ada sisa kulup yang harus dipotong dan kulup bagian bawah lobang kencingnya[frenulum] juga belum dipotong.

Kata Biantoro pada dokter,dia disunat oleh dukun kampung, menggunakan sembilu [bambu yang tepinya ditajamkan].Mungkin karena itulah sunatnya belum sempurna! Sedangkan Prada Jeremy belum sunat, meskipun kulupnya tak terlalu panjang dan hanya sebagian kecil dari kepala kontolnya tertutup kulup.Tapi tampak nyata bahwa dia belum disunat! Karena itu lah keduanya harus dan akan disunat secara militer!

Setelah itu mereka bergantian disuruh kencing di dalam ruang periksa itu dan disuruh menampung air kencingnya dalam botol kecil untuk selanjut-nya akan diperiksa di laboratorium. Sisa kencing mereka keluarkan dalam sebuah ember dan kemudian sisa kencing mereka dibuang oleh perawat militer itu. Perawat militer maupun dokter militer yang akan menyunat juga kebetulan tampan, muda dan amat jantan karena tubuh mereka juga sudah ter-bentuk,atletis dan berotot ketat,berkat latihan beban dan latihan fisik yang intens!Kedua petugas kesehatan itu mengenakan singlet berwarna hijau muda dengan celana lapangan warna hijau militer dan sepatu laars[boot].Lengan mereka yang indah, kekar dan berotot itu tampak jelas.Sekali-sekali terlihat bulu ketek mereka yang hitam di bawah lengan mereka yang kekar! Cara berpakaian kedua petugas kesehatan sialan itu memberi kesan bahwa keduanya adalah jagal atau algojo yang sedang bekerja!

Lalu kedua tamtama disuruh onani, supaya selama masa penyembuhan sunat nanti, kontol mereka tidak terlalu sering ngaceng.Karena, setiap kali ngaceng, luka sunat mereka bisa terbuka lagi, sehingga dapat memperlambat proses penyembuhan luka!

Biantoro dan Jeremy tidak tampak ragu ketika diperintahkan harus onani di hadapan dokter dan perawat militer itu, karena mereka sama-sama laki-laki dan kedua pemuda itu sudah terbiasa disuruh [atau dipaksa] onani oleh komandannya.

Oleh karena itu begitu diperintah, kedua pemuda itu segera mengocok-ngocok kontol mereka!Kontan kontol mereka jadi menegang, membesar dan merah, akhirnya : CROOOOOOOT! CROOOOOOOT! CROOOOOOOT! Pejuh mereka keluar hampir berbarengan dan pejuh yang muncrat mereka tampung dengan tangan mereka masing-masing. Sehingga tangan mereka berlepotan pejuh mereka sendiri. Sebagian pejuh mereka ber-ceceran dilantai kamar periksa itu dan udara di dalam kamar periksa itu jadi semerbak bau pejuh! Setelah pejuh mereka keluar semua,mau tidak mau mereka harus memencet-mencet kontol mereka atau melakuakan squeezing agar sisa-sisa pejuh yang masih ada di saluran kencing mereka dikeluarkan. Kalau tidak,maka sisa-sisa pejuh mereka meleleh -leleh dari lobang kencing mereka selama beberapa menit!

Sesudah ngeloco,kedua pemuda ditanya oleh dokter apakah mereka merasa lemas atau tidak - sesudah ngeloco, mereka menjawab serempak :

"SIAP! TIDAK LEMAS, DOKTER!"

Selama seminggu sebelumnya kedua pemuda sudah disuruh onani setiap hari. Komandan mereka yang tinggi besar, ganteng dan atletis itu lah yang langsung memerintahkan dan juga mengawasi mereka waktu onani.Mereka diharuskan onani setiap pagi selesai senam pagi.Sebagai laki-laki dan tentara sejati, mereka tidak malu-malu,abahkan mereka sangat PD [Percaya Diri] - apalagi mereka onani di hadapan Komandan dan teman-teman mereka sendiri satu kesatuan.

Sang Komandan yang tampan dan berwajah ganteng itu terkenal kejam dan sadis. Setiap kesalahan anak buahnya - besar atau kecil - selalu dihukum keras dan kejam. Kalau anak buahnya akan diberi hukuman badan [dihajar atau disiksa] - mereka diharuskan telanjang bulat! Karena itu, kedua tamtama sudah amat terbiasa bertelanjang bulat di hadapan Komandan mereka yang kejam itu!

Bahkan di kesatuan mereka,untuk seluruh tamtama, tiap malam, mereka harus tidur di lantai tanpa alas dan telanjang bulat.Demi melatih ketahanan fisik mereka menghadapi alam dan cuaca.Begitu juga kalau para tamtama latihan renang - harus dilakukan tanpa busana -telanjang bulat!

TAMTAMA SEBAGAI ALAT PERAGA HIDUP

Setiap tahun ada dua puluh taruna yang harus disunat.Karena kontolnya masih kulup atau karena sudah disunat tapi dianggap belum sempurna.

Sering ada taruna yang sudah disunat dengan pola dorsumcisio, yaitu hanya bagian atas kulupnya yang di gunting dan ada juga yang disunat agak terlalu loose [longgar] - sehingga seakan belum sunat. Taruna yang sunatnya tidak sempurna dan yang belum sunat wajib disunat atau disunat lagi!Bagi seorang perwira sejati,seluruh bagian tubuh-nya harus sempurna termasuk juga kontol dan biji-pelernya!

Sebagai calon perwira,para taruna itu juga harus mampu menahan sakit - karena itu waktu disunat secara militer - mereka harus bisa menunjukkan ketegaran mereka menahan rasa sakit dan nyeri yang luar biasa itu [excrciating pain] seperti layaknya seorang laki-laki dan tentara sejati! Sesuai motto : "Tentara tidak mengenal rasa sakit!".

Bagaimana caranya menghadapi rasa nyeri hebat itu lah yang akan ditunjukkan oleh pemuda sialan seperti : Biantoro dan Jeremy.

Apakah kedua tentara remaja itu dapat berperan sebagai peraga yang baik? Kita lihat saja nanti! Apakah mereka menggelinjang kesakitan dan men-jerit-jerit kesakitan waktu kulupnya digunting tanpa anestesi?Atau - apakah mereka tetap tenang meskipun sedang merasakan nyeri yang amat sangat!

Sebelum melaksanakan tugas sebagai peraga sunat militer maka tubuh kedua tamtama itu dipijat dulu oleh seorang massageur militer yang sudah berpengalaman.

Jika mereka dianggap sudah tampak cukup relax dan tenang, barulah mereka disuruh berbaring setengah duduk di meja operasi atau meja sunat.

Lengan mereka terangkat ke atas dan difiksasi dengan borgol dan rantai. Sehingga bulu ketek mereka bisa dilihat dengan jelas! Begitu juga kedua kaki mereka mengangkang lebar [sehingga lobang pantat mereka terlihat] dan pergelangan kakinya diborgol dan dirantai.

Pinggang mereka difiksasi dengan sabuk kulit supaya mereka tidak bisa berontak atau mengamuk kesakitan! Tubuh mereka yang telanjang bulat itu betul-betul exposed [terpapar] pada semua yang hadir! Dokter militer dan perawat militer yang akan menyunat mereka juga mudah mengakses kontol mereka dengan pisau bedah atau gunting bedah waktu memotong kulup mereka: KRESS, KRESS, KRESS KRESS.... AAAAAGH !!! SAKITNYA !!!

Dalam keadaan terpasung atau "restrained" itulah mereka akan menunjukkan kepada para taruna yang tanggap,tanggon dan trengginas bagaimana cara-nya menghadapi dan merasakan sunat militer yang terasa AMAT SANGAT NYERI, SAKIT, DAN PEDIH LUAR BIASA!

Waktu kedua tamtama sialan itu sedang bergantian disunat,banyak taruna yang hadir [dan akan yang segera disunat] itu lemas, menggigil ketakutan! Bahkan tidak jarang ada taruna yang karena amat stress ketakutan, pejuhnya keluar : CROOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOT! Mengotori kancut dan celana seragam mereka!Karena mereka melihat betapa nyerinya kulup digunting tanpa anestesi.

Apa lagi sewaktu mereka melihat betapa reaksi dua tamtama peraga itu waktu kulupnya digunting. Para peraga tidak menjerit kesakitan, tapi rona wajah mereka menunjukkan tarikan wajah yang amat kesakitan, disertai gelinjang dan geliat tubuh yang menunjukkan rasa pedih yang teramat sangat. Keringat mereka juga bercucuran di sekujur tubuh mereka yang exposed dan telanjang bulat itu!

Kepala mereka sekali-sekali mendongak ke atas setiap ada bagian kulit kulup yang tergunting, luka sunat yang diolesi alkohol atau ditusuk jarum jahit!

Sekali-sekali mulut mereka mendesah, mendesis karena amat kesakitan, tetapi agak tertahan : AAAGHH!!...HSST..HHSST..HHSST!,yaitu suara orang yang sedang merasakan pedih perih yang teramat sangat dan nyeri luar biasa yang dirasakan amat menyiksa!

[TA'I]



Displaying Page 1 - Records 1 to 30

More stories From Tommy Rinaldo Vito

This true story took place in the City of Batam, a city across Singapore which is separated by the Strait of Philips. This is about Alex - a handsome and muscular guy who works as private body-guard and his client Steve, a good looking, well built body,rich and young Eurasian business-man. Alex is 165 cm - 70 Kg, in his 27 and Steve is in his 30 years of age with almost the same size as Alex.... read more

Tokoh Alex adalah tokoh nyata. Ada orangnya dan sekarang masih hidup. Kisah-kisah tentang Alex adalah kisah nyata. Aku [Tommy Tjokro] adalah teman Alex.Kami adalah sahabat dekat. Karena itu Alex tidak ragu curhat kepadaku tentang apa saja.Tentang hidupnya, baik yang susah dan senang.Tentang pengalamannya jadi body-guard, mengawal macam-macam orang. Tentang kecenderungannya dan orientasi... read more

Although Alex was very busy guarding Steve and acted as his sexual partner, however Alex still had chances to experiment sexual encounter with others. Steve was doing business in the City of Batam - a neighbour city of Singapore. While sitting in the hotel lobby and guarding Steve - who was having a business meeting - Alex met Joko. Alex had been hired as a body-guard by Steve. Alex worked... read more

Before joining the Security Agency, Alex was with Abdul [Abdul Rahman Rasyid].Abdul was a rich gay man who had various kinds of businesses - which included operating gay bars.Gay bar actually was not common in Indonesia, although a couple of bars in Jakarta was once considered as gay bars. Because gays used to frequent the bars. Alex was once a security officer in Abdul owned gay bars.... read more

Alex was a good boy. His "mistake" was that he was such a good looking guy with beautiful body and a big cock. These provoked his martial art coach to always found reasons to punish him in order "to discipline" him. Meanwhile, Ab [his martial art coach] had always good reasons to inflict severe punishments upon him - for just minor infractions.But these punishments had made Alex a real man! ... read more

The Malay Dilema is the book written by Mahathir Mohammad. I have never read the book, nor have I seen it. But once I have to face the dilema to choose between two handsome and muscular Malay guys. Berkeliling dan berwisata di rantau ini adalah suatu pengalaman yang menggetarkan jiwaku yang kotor dan doyan sejenis ini.Di Nusantara ini ada beberapa negara Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei... read more

Accompanying Steve in a tour in the Peninsular Malaysia was really very enjoyable for my body and soul.Steve was such a passionate, homosexual and hypersexual guy.Everynight he asked me to be allowed to suck my cock and eat my cum.Luckily I am use to have abundant sperm in my balls,which was enough to cum twice or thrice daily without feeling weak! He asked me also to masturbate his huge... read more

Bang Abdulrahman Rasyid adalah seorang olahraga-wan. Dalam usianya yang baru 35 tahun dia sudah menyandang berbagai gelar kejuaraan dan berbagai kualifikasi ilmu beladiri. Meskipun mempunyai ijazah doktor tehnik kimia dari luar negeri [Jerman] tapi kecintaannya pada ilmu bela diri menyebabkan dia lebih memilih untuk mengembangkan ilmu bela diri dari pada menerapkan keahliannya di bidang... read more

It is very common that the side-walk in Jakarta is used by the vendors to make their living. So, most of the time people cannot walk on the side-walk because it is occupied by newspaper, fruit, food vendors or even street restaurants. After the economic crisis started in 1997, this has become worse and worse. I have always been interested in watching the street restaurants start their... read more

Bogor is a cool and beautiful city located about 60 km from Jakarta. During the Dutch Colonial Administration time - it was called Buitenzorg. It was then the second seat of the colonial government - after Batavia [now Jakarta] since the Governor General of the Dutch Indies lived in Bogor Palace. The incident told in this story took place in a camp located at the surrounding of Bogor. The... read more



Efforts of the government to stop the practice of brutality, sexual assault, torture and violence in STPDN has come to a complete failure. STPDN is a school run by the government for bureaucrats at the Local Governments. But, "Tradition cannot be stopped" said one of STPDN students,"We enjoy S/M in our school". 1. Lobang Pantat Praja Muda Usaha untuk mengakhiri kebejatan di STPDN gagal... read more

Telanjang bulat semua. Demikianlah kondisi para calon parjurit taruna (capratar)ini waktu mereka sedang "dijajakan" oleh para taruna senior untuk disewakan. Yang boleh menyewa adalah para taruna senior dan para perwira efektif alias perwira aktif. Perbudakan sementara ini merupakan "tradisi" di Akmil (Akademi Militer). Para capratar ini adalah pemuda-pemuda yang baru saja diterima atau... read more

The harsh whipping on naked bodies is one of the barbaric methods used in the boot camp.The whips are liberally used to maintain discipline of the recruits. Proding the recruit naked bodies with hot irons and giving electroshocks to their genital, ass hole, armpit are also very commonly done. The muscular instructors seems to have no mercy at all. Kami tiba di "Kawah Candradimuka" [yaitu... read more

The new recruits had never imagined that being members of the armed forces meant they are bound by a contract for miserable torture. They were just aware of it when the boot camp was started and when suddenly they found they were stripped naked and tortured! As new recruits they had to be naked almost all the time. It was meant to make them aware that they were men and to make them... read more

Slavery is still very much exist in the world. Bounded labour, indenture labour, child labour, you name it! All of them are forms of modern slavery.Even the real slavery- just like being practiced in the eighteen century - is still in existence today. What I had endured is just the worst part of my life i.e. when I was enslaved! I was enslaved mentally,physically,and sexually! I was also stripped... read more

Film Indonesia nyaris punah,kalau saja tidak ada produsen yang berani memulai produksi film untuk layar lebar seperti: "Cau Bau Kan" dan "Arisan". Seberapa jauh investasi yang dikeluarkan untuk kedua film tersebut? Apakah sebanding dengan film berjudul "Tora!Tora!Tora!" tentang serangan Angkatan Udara Jepang ke Pearl Harbour, Hawaii - tidak jelas. Film "Arisan" terasa amat indah karena di... read more

Jeffri masih tergantung di tiang pencambukan. Tubuhnya yang telanjang bulat,putih,atletis dan ketat berotot itu penuh bilur, lembam dan lecet berdarah. Ia baru saja mewakili teman-temannya satu angkatan menerima "Lecutan Pertama". Kedua lengannya terangkat ke atas dan bergantung pada rantai besi yang mencekal borgol di masing-masing pergelangan tangannya.Kakinya mengangkang dan masing-masing... read more

Nafsu menjadi budak seakan tertanam dalam otakku sejak lahir. Keinginan jadi budak seorang lelaki muncul saja tiba-tiba dalam diriku yang kemudian makin lama meningkat, makin kental dalam diriku. Tidak ada yang lebih nikmat selain menjadi budak Tommy Tjokro dan Abdul Rahman Rasyid.Kedua cowok itu ganteng tapi sadiss(!)-nya bukan main!Tommy maupun bang Abdul,keduanya ahli mengayun pecut! ... read more

BUKAN KHAYALAN SEMATA Ada yang mengira penulis cerita sialan ta'i ini berkhayal atau berfantasi. Padahal, ini adalah kisah nyata yang senyata-nyatanya - seperti ta'i di lobang kakus - nyata dan bau ta'i (!) dan apa adanya! Nyata! Seperti halnya seorang pemuda remaja yang barusan mimpi basah. Mula-mula terasa kancutnya basah sewaktu dia terbangun. Ketika dilihat, ter-nyata memang... read more

PERJUMPAAN PERTAMA Aku berjumpa di kantor dengan Yopi ketika dia melamar pekerjaan.Umurnya 18 tahun dengan ijazah SMA.Aku ingin menerima Yopi bekerja di kantorku, pertama:karena Yopi cowok ganteng,tegap atletis dan yang kedua:karena aku ingin menolong dia. Jadi memang nafsu sudah mengatasi niat baikku. Sebetulnya aku bisa saja menerima dia bekerja di kantorku, sebab aku orang... read more



MENGHAJAR PRAJURIT Rudiyanto [Rudy] adalah anak buahku di batalyon. Umurnya 18 tahun. Dia tamatan SMU dan lazimnya tamatan SMU melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Tetapi tekanan ekonomi mengharuskan dia memilih jalan lain.Dia berpangkat Prada[Prajurit Dua].Jadi,ijazah yang dipunyai jauh lebih tinggi dari yang seharusnya menjadi persyaratan seorang tamtama. Sejak pertama aku jumpa... read more

PECUT, CAMBUK, DAN CEMETI Sewaktu masih taruna senior dan setelah aku jadi pelatih taruna di Akmil,cemeti,pecut atau cambuk adalah alat favoritku untuk mendisiplin pemuda-pemuda yang sedang dibentuk untuk jadi militer sejati.Betapa indah dan nikmatnya melihat pemuda remaja yang tengah menanjak dewasa itu telanjang dada atau telanjang bulat, tampak menggelinjang, kaget kesakitan saat lecutan... read more

TAHANAN YANG TAMPAN, BEROTOT KETAT Tahanan itu berpangkat bintara [sersan]. Tubuhya tinggi besar,atletis dan berotot ketat.Tidak ada segumpal lemak pun yang tampak di tubuhnya yang saat itu sedang telanjang bulat tidak berpenutup selembar benang pun.Tidak jelas apa kesalahannya atau pasal apa dari hukum militer yang dilanggar-nya. Bisa jadi dia tidak bersalah. Yang aku tahu hanyalah bahwa dia... read more

MAGANG Apprenticeship atau "magang" adalah suatu proses dimana seseorang belajar atau berlatih untuk mampu bekerja dalam profesi tertentu. Misalnya, untuk menjadi pandai besi maka seseorang bekerja dan belajar pada seorang pandai besi senior.Pada saatnya kelak si pemagang dapat berdiri sendiri dan bekerja sebagai pandai besi profesional. Pada waktu aku jadi Capratar [Calon Prajurit... read more

Siapapun pasti akan malu jika harus melepas baju dan celananya di depan orang banyak, meskipun di depan sesama jenis.Itulah perasaan yang aku rasa-kan sewaktu jadi "new recruit",yaitu waktu untuk pertama kalinya masuk kampus kawah Candradimuka sebagai kadet baru yang disebut : calon prajurit taruna [Capratar]. Candradimuka adalah suatu kampus akademi militer di suatu negara di dunia.... read more

ANAK TUNGGAL Meskipun anak tunggal,tetapi aku bukan tipe anak yang manja.Entah karena kedua orangtuaku pandai mendidik anak ataukah aku memang anak baik. Dari segi kelaki-lakian dan kontol, aku disunat sejak kecil.Jadi aku tak pernah melihat kulupku sendiri seumur hidup. Kata teman-temanku yang pernah mandi bareng dengan aku, kontolku besar. Mungkin sama besar dengan kontol Ricardo... read more

PROFESI SADO-MASOCHIST Aku amat menikmati profesiku sebagai militer! Suatu profesi yang dasarnya adalah membunuh atau dibunuh.Profesi yang jadi jiwa,raga,sukmaku dan jadi panggilan nafsu sex sejenis serta dorongan sado-masochist-ku. Aku juga bersyukur bahwa aku terlahir jadi laki-laki jantan yang kuat fisik dan mental sehingga cocok jadi anggota militer. Tidak heran jika aku bisa survive... read more

Pecut itu aku ayun-putarkan ke atas dan ujungnya aku lecutkan ke bagian bawah perut prajurit yang telanjang bulat itu, tepat di bagian pertumbuhan jembutnya : Whetttt!Cettarr! Suara dengung pecut itu segera diikuti dengan suara ujung pecut yang beradu dengan kulit yang ditumbuhi jembut sang prajurit:Cettarr! bagaikan bunyi letusan pistol dan..: AAAAGH!, si prajurit menjerit tertahan, amat... read more

PENGANTAR Siapa yang tak suka menyiksa? Bohong besar kalau ada yang mengatakan dirinya tidak suka menyiksa! Nyatanya kalau ada maling tertangkap di jalan, pasti akan berebutan orang datang untuk ramai-ramai menghajar maling sialan itu. Terlepas dari apakah yang dihajar itu benar-benar maling atau bukan! Bahkan ada maling yang sekalian disiram bensin badannya lalu dibakar hidup-hidup sampai... read more

LETNAN BENNY Letnan Benny adalah salah seorang perwira yang bertugas sebagai mentor. Mentor atau pembimbing bertindak untuk mempersiapkan para pemuda sipil yang segera akan dimiliterkan [militerisasi]. Karena itu pada waktu-waktu tertentu ia harus bertugas di kawah Candradimuka - suatu kampus akademi militer, dimana pemuda-pemuda dibentuk jadi militer sejati.Tentu saja dengan penyiksaan... read more



Page 1 of 4

   1 2 3 4