'Orientasi untuk tamtama di pasukan elite' - gay sex story @ Menonthenet.com's Gay Erotic Stories

Menonthenet.com Gay Erotic Stories. Last updated Aug 15, 2018 - Home of 21291 erotic stories

Your Cookies are not enabled. You will not be able to register or login to your profile.

Orientasi untuk tamtama di pasukan elite

By Tommy Rinaldo Vito

submitted May 7, 2006

Categories: In Indonesian

Text Size:

Namaku Doddy umurku 19 tahun. Baru setahun aku masuk tentara di sebuah negara yang tidak perlu kusebut namanya. Sebelum bertugas jadi tentara aku ikut latihan militer yang mungkin kalau di Indonesia setingkat dengan Secatam[Sekolah Calon Tamtama].

Sebetulnya aku tamat sekolah menengah atas [High-School], tapi apa daya, aku dari keluarga miskin dan lapangan kerja di negaraku memang terbatas. Untuk jadi tamtama dengan pangkat Prajurit atau Private sebetulnya cukup berijazah Junior High-School atau Sekolah Lanjutan Pertama.Tapi banyak pemuda-pemuda seumuranku yang mengambil langkah seperti aku di negaraku. Ta'i!

Sejak kecil memang aku hobby olahraga, menjelang SMA aku mulai rajin latihan beban bersama teman-temanku.Aku juga amat rajin jogging dan secara intensif melakukan push up, sit up, dan pull up dengan target 1000 X sehari! Oleh karena itulah waktu aku masuk ke pasukan elite tubuhku sudah jadi: atletis, ketat dan berotot. Indah sekali!, kata orang!

Setelah aku selesai Secatam aku dapat perintah untuk bertugas di suatu pasukan elite [pasukan khusus]. Untuk jadi anggota pasukan khusus,para tamtama seperti aku harus mengikuti lagi latihan militer untuk mendapat kualifikasi Penerjun dan kemudian Komando. Jadi, waktu kami diserahkan ke kesatuan, kami sudah siap pakai. Yang aku maksud dengan "siap pakai" adalah siap untuk dipakai bertempur,bukan siap untuk disodomi,disiksa atau dipaksa mengisap kontol [blow job]!

Selesai latihan terjun dan Komando,kami mendapat perintah untuk melapor di kesatuan kami di salah satu kota.Saat tiba di kesatuan kami,kami diberi tahu bahwa semua tamtama-baru akan melalui suatu proses orientasi dan pengenalan medan yang akan dimulai pada esok harinya.

Yang pertama kali harus kami ikuti yaitu parade. Parade disini ternyata bukanlah parade militer biasa, melainkan menjalani pemeriksaan fisik. Para tamtama yang baru masuk, disuruh tampil di depan para pimpinan kesatuan!

Kelak aku tahu bahwa tujuan parade hampir sama dengan "tes penampilan lahiriah untuk calon taruna" diakademi militer,yaitu untuk mengetahui bentuk dan kondisi fisik para tamtama-baru, luar dan dalam.

Seperti juga tes penampilan lahiriah di akademi militer, maka kami para tamtama-baru juga harus berparade dalam keadaan telanjang bulat.

Tentu saja bagiku yang lelaki homosex, acara ini amat menyenangkan! Bayangkan sekitar 50 pemuda yang sudah dilatih militer dan berkualifikasi Penerjun dan Komando berbaris semuanya telanjang bulat,tak berpenutup selembar benang pun juga!

Yang membikin kami para tamtama-baru jadi "shock mental" adalah parade di lakukan di alam terbuka di lapangan apel. Seluruh anggota dari kesatuan kami hadir dan bisa melihat ketelanjangan kami. Hal ini dimungkinkan, karena komplex kesatuan kami tertutup untuk orang luar dan tidak ada seorang perempuan pun didalam komplex.Yang dapat didatangi orang luar adalah Kantor atau Markas. Sedangkan untuk masuk ke dalam komplex asrama, tempat latihan,dan sarana militer lainnya [misal-nya gudang mesiu]orang harus masuk melalui suatu gerbang yang selalu tertutup dan dijaga ketat.

Kami tamtama-baru yang akan ikut parade, disuruh melepas pakaiannya di asrama tamtama. Sehingga kami harus berbaris telanjang bulat ke lapangan apel! Letak asrama agak jauh dari lapangan apel. Untuk pertama kali aku tahu bagaimana rasanya berbaris telanjang bulat,dibawah tatapan puluhan mata seluruh anggota kesatuan tempat kami akan mengabdikan diri pada bangsa dan negara sebagai tentara!

Tiba di lapangan kami harus melakukan apel dulu dan Komandan Barisan melapor kepada perwira yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan parade.

Sewaktu apel, jika ada kesalahan, maka semua dihukum secara militer, yaitu push up dan sit up, atau ditampar begitu saja atau dicambuk oleh perwira pengawas. Kelak kami tahu bahwa untuk mendisiplinkan tamtama-baru selalu dipergunakan pecut atau cemeti!Para pelatih,pembina, pengawas dan atasan para tamtama-baru selalu saja membawa pecut besar[cemeti,cambuk]untuk alat mendisiplin-kan kami! Jika dilecutkan ke tubuh kami terasa pegal dan perih! Lecutan diarahkan para perwira dan bintara pengawas kemana saja mereka suka : punggung,bokong,paha,perut,dada,paha,dan lengan! Hanya kontol, biji peler dan wajah yang tidak boleh mereka hajar dengan pecut!

Sambil menunggu kedatangan jajaran pimpinan yang akan memeriksa kami [agaknya supaya kami tidak menganggur] kami diperintahkan melakukan sit up dan push up ratusan kali.Seperti memang sengaja dibuat agar kami menunggu selama satu jam,supaya gerakan sit up dan push up yang kami lakukan bisa mencapai ratusan kali. Sambil push up dan sit up,sekali-sekali kami "dikoreksi" gerakannya dengan diiringi lecutan cemeti yang KERASS [!] oleh para pengawas.

Karena itu diantaar bunyi suara hitungan push up dan sit up : satu.., dua .., tiga .. terdengar suara lecutan cemeti: ceprett!..ceprett! .. atau jeprett!jeprett!,atau cetarr!cetarr!,tergantung kerasnya para pengawas menghunjamkan cemetinya ke tubuh-tubuh kami yang telanjang bulat! Perih, pegal,lelah,kesal, marah,takut,pasrah,menguasai pikiran dan kami! Tak heran jika tentara selalu bersikap keras dan kejam, karena begitulah cara kami dididik dan diperlakukan!

Karena kami berusia muda remaja [18-20 tahun], maka gerakan sit up dan push up sambil telanjang bulat itu tidak urung mengakibatkan kontol kami jadi ngaceng semua. Tegak ke atas dan mengacung seperti sangkur terhunus,sampai menyentuh jembut kami!Sebagian dari tamtama-baru ada yang kemalu-maluan karena kontolnya ngaceng.Bahkan beberapa di antara kami [termasuk aku] terpancar pejuhnya karena merasa nikmat push up bertelanjang bulat sambil dilecuti dengan cemeti!

Di tepi lapangan itu sudah berkumpul seluruh anggota kesatuan untuk melihat "acara" itu. Tubuh kami,tamtama- baru yang semuanya telanjang bulat itu jadi basah bercucuran keringat akibat gerakan sit up dan push up yang intens di bawah sengatan matahari pagi. Tubuh kami pun jadi ber-kilat-kilat!

Setelah jajaran pimpinan tiba, maka kami semua para tamtama-baru bergiliran diperiksa.Satu per satu kami maju kedepan dan kami harus mengangkat kedua lengan ke atas agar para pimpinan bisa melihat pola pertumbuhan dan kelebatan bulu ketek kami! Mereka tidak bertanya-tanya atau ter-kesan melihat tubuh kami yang sudah penuh bilur, lebam, lecet hasil cambukan selama kami menunggu satu jam itu!

Kami juga harus berpose membelakangi pimpinan, dilihat dari samping kiri dan juga dari samping kanan. Sekali-sekali pimpinan menanyakan sesuatu pada kami.Seperti apakah kami sudah disunat atau belum.Terutama jika ada tamtama yang sudah sunat tapi hanya sedikit kulupnya yang dipotong waktu sunat.Sehingga tampak seperti belum sunat!Karena kulupnya hanya sedikit dipotong sehingga tampak longgar [loose], tidak ketat [tight].

Kami juga diberi tahu bahwa yang belum sunat atau "kurang pas" sunatnya akan segera disunat atau disunat lagi!Dikatakan juga bahwa sunat di pasukan elite amat mengesankan karena dilakukan tanpa pemati rasa dan luar biasa pedih dan nyeri-nya dan banyak tamtama-baru yang jatuh pingsan karena amat kesakitan [neurogenic shock!]

Dokter kesatuan juga hadir dan sekali-sekali memeriksa badan kami,jika ada yang mencurigakan atau ada kelainan ditinjau dari sisi kesehatan. Ta'i!

Di antara tamtama-baru, ada juga yang keteknya klimis, sehingga harus ditanya apakah bulu ketek mereka memang tidak tumbuh atau bulu ketek mereka sengaja dicabuti atau dicukur!

Jika dicukur atau dicabuti, ditanya apa alasan mereka mencabuti atau mencukur bulu keteknya!Pendeknya,saat itu kami benar-benar ditelanjangi lahir-batin dan luar-dalam di depan semua yang hadir! Ada tamtama-baru yang kontolnya besar sekali,sehingga pimpinan perlu menanyakan berapa kali seminggu si tamtama-baru tersebut ngeloco. Dengan lantang si tamtama-baru yang ber-kontol kuda itu menjawab :

"Siap Komandan! Setiap hari!"

Pada kesempatan itu lah,para komandan setingkat memilih tamtama-baru yang akan yang akan diambil sebagai anak buah.Aku dipilih oleh salah seorang Komandan yang wajahnya tampan dan tubuhnya ketat berotot dengan dada bidang.Sebagai seorang laki-laki homosex tentu saja aku senang dipilih oelh komandan yang tampan dan jantan. Meskipun kelak aku tahu bahwa beliau amatkejam dan sadis kepada anak buahnya!

Setelah aku berdinas lebih lama di pasukan elite itu aku tahu bahawa para Komandan punya feeling mana tamtama-baru yang penurut dan mana yang mbalelo.Kalau ada anggota yang suka melawan atau mbalelo maka tidak para Komandan akan sering-sering menghukum, menghajar dan menyiksa mereka supaya mau menurut! Cambuk atau pecut adalah alat yang dianggap paling efektif mendisiplinkan tentara. Alat ini sudah dipakai sejak berabad-abad, sejak zaman Sparta di masa Yunani Kuno!

Komandan Kesatuan menganjurkan pada Komandan bawahannya agar pecut digunakan secara "luas dan sering" di kesatuan kami untuk mendisiplinkan anak buah! Para perwira dan bintara di kesatuan kami juga dilatih untuk mencambuk secara efektif. Untuk peraga latihan mencambuk diambil tamtama-baru yang melakukan pelanggaran disiplin!

Untuk melatih seseorang menggunakan pecut atau cemeti harus digunakan "peraga" [tamtama-baru yang sebenarnya]! Tentu saja tamtama yang jadi peraga latihan mencambuk itu akan babak belur badannya penuh bilur,lebam dan lecet, berlumuran darah, dan akhirnya semaput - jatuh pingsan!

Tamtama yang baru saja selesai dicambuki sebagai peraga tak ubah bentuknya seperti orang Filipina yang baru selesai melaksanakan "petinence" pada hari raya Jum'at Agung menjelang Paskah!Punggung dan badannya berlumuran darah segar! Petinence adalah kegiatan mencambuki diri sendiri dengan cemeti untuk memperingati sengsara Yesus Kritus dalam perjalanan ke kayu salib! Petinence biasa dilakukan di Filipina untuk membayar nazar atau mengiringi permohonan melalui doa.

Di samping mencambuki diri sendiri,dalam melaku-kan petinence,ada juga orang Filipina yang minta disalibkan. Lalu tangan serta kaki mereka minta dipaku dengan paku besar! Setelah selesai parade,maka kami tamtama-baru masih harus diperiksa kesehatannya oleh Dokter Kesatuan.Pemeriksaan kesehatan juga dilakukan di lapangan apel di bawah terik matahari.Untuk para dokter disediakan tenda peneduh.Tapi kami para tamtama-baru harus menunggu gilirannya di bawah terik matahari menjelang siang itu! Waktu parade bisa mencapai 2 jam, karena itu kami merasa amat kelelahan. Sedangkan untuk pemeriksaan kesehatan 50 orang bisa makan waktu beberapa jam!Seluruh kegiatan, sejak dari parade hingga pemeriksaan kesehatan selesai itu makan waktu dari jam 09:00 sampai jam 15:00.Selama itu kami tamtama-baru harus berada di lapangan apel telanjang bulat dan kepanasan.Kegiatan itu juga diseling dengan makam siang! Kami makan siang di tengah lapangan sambil telanjang bulat!

Pada waktu pemeriksaan kesehatan, kamijuga harus menyerahkan air kencing dan pejuh. Mau tidak mau, suka tidak suka, kami harus onani di tengah lapangan di bawah sorotan mata semua yang hadir!

Hari pertama itu sungguh amat meletihkan bagi kami.Selesai kegiatan itu kami tamtama-baru yang semua berkualifikasi komando itu tampak loyo dan kelelahan. Sebelum bubar dan kembali ke asrama, kami diberi semangat lagi dengan disuruh sit up dan push up ratusan kali dan diakhiri dengan hadiah lecutan cemeti yang KERAS[!] di tubuh kami oleh para perwira yang mengawasi! Masing-masing diberi "hadiah" lima lecutan yang diayun KERAS[!]oleh para perwira yang amat berotot tapi kejam dan juga amat sadis itu!

Hari sialan itu menjadi amat berkesan buat semua tamtama-baru,karena kami untuk pertama kalinya menikmati diperlakukan dengan amat kejam, sadis dan terasa benar-benar militeristik! Tentu saja itu baru permulaan. Setelah itu, latihan-latihan militer berat, latihan-latihan fisik berat yang disertai hukuman-hukuman kejam, sadis, di luar batas-batas peri-kemanusiaan sudah siap menanti kami sebagai anggota pasukan elite atau pasukan khusus yang prestigious dan bergengsi itu!

Malam harinya kami itu diberi tahu bahwa kami tidak diiizinkan berpakaian selama seminggu! Katanya,untuk membiasakan diri berhadapan dengan alam.

Kami juga tidak diizinkan tinggal di asrama,tapi kami harus tinggal di suatu bangsal yang beratap tapi tidak berdinding. Untuk kebersihan pribadi, masing-masing kami diberi sikat gigi, pasta gigi, sabun dan alat cukur!Itu saja!

Di situlah kami tidur di lantai tanpa alas dan tanpa bantal telanjang bulat. Di situ pula kami selama seminggu diharuskan mengikuti beberapa pelajaran teori militer dan persenjataan sambil duduk di lantai telanjang bulat!Jika ada tamtama-baru yang "perlu" dihukum, maka tempat itu juga sekaligus jadi kamar siksa.Biasanya tamtama-baru yang akan dihukum, digantung di salah satu sudut dalam keadaan telanjang bulat lalu disiksa dan dihajar dengan teramat sangat kejam diluar batas-batas peri kemanusiaan!

Di belakang bangunan itu ada beberapa shower di alam terbuka dan kloset jongkok. Di situlah kami mandi dan berak, tanpa dinding dan tanpa atap. Bangunan itu terletak di dekat lapangan apel, sehingga selalu ada saja anggota kesatuan yang melihat kami sedang melakukan kegiatan dalam keadaan telanjang bulat!Karena berbagai kegiatan lapangan sering dilakukan di lapangan apel itu!

Latihan-latihan militer semuanya dilakukan dalam keadaan bertelanjang bulat selama seminggu. Pada hari ketiga para pelatih mulai menggunakan pecut sebagai alat bantu mengajar! Ada-ada saja alasan mereka untuk mencambuki kami!Antara lain adalah: bicara kurang keras atau berdiri kurang tegap atau bersikap tidak seperti militer!

Hukuman fisik seperti push up, sit up, pull up, scott jump,merayap,lari,tidak pernah lupa diberi bumbu lecutan-lecutan cemeti yang selalu diayun-kan dengan teramat sangat KERAS [!] dan dengan sekuat tenaga otot-otot karate para perwira dan bintara pasukan khusus itu. Tidak heran jika selalu saja ada bilur,lebam atau lecet berdarah di tubuh kami para tamtama-baru sepanjang tiga hari itu [ketika cemeti mulai dipakai untuk alat mendisiplinkan kami].

Pada malam hari,seringkali kami dibangunkan dan diperintahkan pindah tidur di lapangan rumput. Tentu saja tidur bertelanjang bulat di lapangan rumput rasanya gatal-gatal,belum lagi nyamuknya! Sebelum pindah tidur, kami diperintahkan untuk push up dan sit up ratusan kali!

Tapi para perwira pengawas itu masih "berbaik hati", karena kami diberi jatah Autan [tiap dua hari satu bungkus per orang] untuk dioleskan ke tubuh kami yang telanjang bulat,mencegah gigitan nyamuk. Maksudnya agar kami tidak loyo karena kurang tidur akibat gangguan nyamuk. Kalau kami loyo tentu pada siang harinya kami mudah pingsan dan mereka tidak bisa menghajar dan menyiksa kami sesuka mereka!

Karena kejamnya para perwira dan bintara pengawas maka kadang-kadang ada teman sesama tamtama-baru yang terpancar air maninya [pejuhnya] karena dia stres,amat ketakutan.Misalnya waktu dipanggil ke tiang siksa untuk dicambuki sebagai hukuman, karena melanggar disiplin, berdiri kurang tegap, berbicara kurang keras,atau bersikap tidak tegas seperti layaknya militer!!!

Kalau ada tamtama-baru yang terpancar pejuhnya karena amat ketakutan, sudah pasti akan dipaksa menjilati pejuhnya yang berceceran di lantai itu dengan lidahnya!Dengan alasan tamtama-baru yang sialan itu sudah mengotori lantai!

Karena tamtama-baru itu semuanya berusia remaja dan belia, maka sudah pasti kalau malam hari ada saja tamtama-baru yang mimpi basah.Karena mereka tidur bertelanjang bulat, maka pejuh mereka yang keluar saat mimpi basah akan berceceran dimana-mana : kontol, jembut, perut, paha dan di lantai bangsal sialan itu! Kalau ketahuan oleh perwira atau bintara pengawas, sudah pasti si tamtama-baru sialan itu akan dipaksa menjilati ceceran pejuhnya di lantai lalu dihukum push up, sit up, pull up ratusan kali [tentu saja bertelanjang bulat!].

Masa perkenalan yang seminggu itu amat berkesan bagiku! Bahkan kalau boleh aku mau berada dalam masa perkenalan untuk seterusnya! Amat nikmat! Karena semuanya harus telanjang bulat dan juga sering dihajar, dicambuk dan disiksa!Pemandangan-nya terasa jadi amat indah karena ada 50 pemuda remaja yang telanjang bulat. Pada masa orientasi itu aku bisa melihat dan "menikmati" pemandangan kontol, biji peler, jembut, bulu ketek, puting susu dan lobang pantat para tamtama-baru, kapan saja aku mau!

Pada pagi hari kami melakukan senam pagi, tentu saja di bawah lecutan cemeti para pengawas yang terdiri dari perwira dan bintara yang semuanya teramat sangat sadi! Karena kami dalam keadaan telanjang bulat, kami tidak diperintahkan lari pagi [mencegah kondor, burut, hernia]. Sebagai gantinya kami diperitahlan melakukan push up,sit up dan pull up sampai ratusan kali dan melakukan gerakan-gerakan bela diri secara intens.Sehingga keringat kami bercucuran ditubuh-tubuh kami yang telanjang bulat itu! Mau tidak mau, suka atau tidak suka di tempat senam itu jadi tercium bau ketiak dan keringat laki-laki!

Setelah senam pagi, yang berlangsung dari pukul 05:00 sampai 06:00,kami masih punya tugas corvee sampai jam 07:00, dilanjutkan dengan mandi dan berak serta makan pagi. Pada pukul 08:00 tepat kegiatan harian dimulai dan kami harus tetap ber-telanjang bulat selama masa orientasi.Tentu saja selama masa orientasi kami melakukan kegiatan di bawah lecutan cemeti!.

Sesudah orientasi selesai,kami para tamtama-baru jadi lebih menyukai bertelanjang bulat saja jika berada di asrama! Kami hanya berpakaian kalau sedang dinas saja. Rasanya bebas, kelaki-lakian dan militeristik jika kami bertelanjang bulat!

Setiap malam pun kami tidur telanjang bulat dan latihan renang juga kami lakukan bertelanjang bulat. Pimpinan kami tidak pernah melarang kami untuk bertelanjang bulat di luar dinas, karena telanjang bulat meningkatkan rasa percaya diri, mendorong kami untuk rajin mejaga dan memelihara bentuk tubuh dan kesemaptaan jasmani kami dan melatih kami untuk biasa dan tahan menghadapi dingin dan panasnya terpaan alam!

Orientasi bagi tamtama-baru itu diakhiri dengan acara menyunat tamtama-baru yang belum disunat atau yang sunatnya tidak sempurna. Ada 5 orang yang harus sunat atau disunat lagi!Tampak sekali bahwa proses menyunat diusahakan senyeri mungkin dan dua orang di antara teman kami yang disunat cara militer itu semaput, jatuh pingsan, karena amat kesakitan!Mereka disunat sambil terlentang di lantai dengan tangan dan kaki dirantai dan dipegangi oleh teman-teman mereka agar mereka tidak berontak karena kesakitan. Dokter militer berjongkok dan menyunat kulup mereka dengan cara yang tampak sadis!!!

Aku bersyukur bahwa aku memilih karir militer, meskipun hanya jadi tamtama dan aku juga amat menikmati kehidupan militer yang keras, tetapi terasa amat jantan dan kelaki-lakian! Kontol!

[TA'I!!!]



Displaying Page 1 - Records 1 to 30

More stories From Tommy Rinaldo Vito

This true story took place in the City of Batam, a city across Singapore which is separated by the Strait of Philips. This is about Alex - a handsome and muscular guy who works as private body-guard and his client Steve, a good looking, well built body,rich and young Eurasian business-man. Alex is 165 cm - 70 Kg, in his 27 and Steve is in his 30 years of age with almost the same size as Alex.... read more

Tokoh Alex adalah tokoh nyata. Ada orangnya dan sekarang masih hidup. Kisah-kisah tentang Alex adalah kisah nyata. Aku [Tommy Tjokro] adalah teman Alex.Kami adalah sahabat dekat. Karena itu Alex tidak ragu curhat kepadaku tentang apa saja.Tentang hidupnya, baik yang susah dan senang.Tentang pengalamannya jadi body-guard, mengawal macam-macam orang. Tentang kecenderungannya dan orientasi... read more

Although Alex was very busy guarding Steve and acted as his sexual partner, however Alex still had chances to experiment sexual encounter with others. Steve was doing business in the City of Batam - a neighbour city of Singapore. While sitting in the hotel lobby and guarding Steve - who was having a business meeting - Alex met Joko. Alex had been hired as a body-guard by Steve. Alex worked... read more

Before joining the Security Agency, Alex was with Abdul [Abdul Rahman Rasyid].Abdul was a rich gay man who had various kinds of businesses - which included operating gay bars.Gay bar actually was not common in Indonesia, although a couple of bars in Jakarta was once considered as gay bars. Because gays used to frequent the bars. Alex was once a security officer in Abdul owned gay bars.... read more

Alex was a good boy. His "mistake" was that he was such a good looking guy with beautiful body and a big cock. These provoked his martial art coach to always found reasons to punish him in order "to discipline" him. Meanwhile, Ab [his martial art coach] had always good reasons to inflict severe punishments upon him - for just minor infractions.But these punishments had made Alex a real man! ... read more

The Malay Dilema is the book written by Mahathir Mohammad. I have never read the book, nor have I seen it. But once I have to face the dilema to choose between two handsome and muscular Malay guys. Berkeliling dan berwisata di rantau ini adalah suatu pengalaman yang menggetarkan jiwaku yang kotor dan doyan sejenis ini.Di Nusantara ini ada beberapa negara Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei... read more

Accompanying Steve in a tour in the Peninsular Malaysia was really very enjoyable for my body and soul.Steve was such a passionate, homosexual and hypersexual guy.Everynight he asked me to be allowed to suck my cock and eat my cum.Luckily I am use to have abundant sperm in my balls,which was enough to cum twice or thrice daily without feeling weak! He asked me also to masturbate his huge... read more

Bang Abdulrahman Rasyid adalah seorang olahraga-wan. Dalam usianya yang baru 35 tahun dia sudah menyandang berbagai gelar kejuaraan dan berbagai kualifikasi ilmu beladiri. Meskipun mempunyai ijazah doktor tehnik kimia dari luar negeri [Jerman] tapi kecintaannya pada ilmu bela diri menyebabkan dia lebih memilih untuk mengembangkan ilmu bela diri dari pada menerapkan keahliannya di bidang... read more

It is very common that the side-walk in Jakarta is used by the vendors to make their living. So, most of the time people cannot walk on the side-walk because it is occupied by newspaper, fruit, food vendors or even street restaurants. After the economic crisis started in 1997, this has become worse and worse. I have always been interested in watching the street restaurants start their... read more

Bogor is a cool and beautiful city located about 60 km from Jakarta. During the Dutch Colonial Administration time - it was called Buitenzorg. It was then the second seat of the colonial government - after Batavia [now Jakarta] since the Governor General of the Dutch Indies lived in Bogor Palace. The incident told in this story took place in a camp located at the surrounding of Bogor. The... read more



Efforts of the government to stop the practice of brutality, sexual assault, torture and violence in STPDN has come to a complete failure. STPDN is a school run by the government for bureaucrats at the Local Governments. But, "Tradition cannot be stopped" said one of STPDN students,"We enjoy S/M in our school". 1. Lobang Pantat Praja Muda Usaha untuk mengakhiri kebejatan di STPDN gagal... read more

Telanjang bulat semua. Demikianlah kondisi para calon parjurit taruna (capratar)ini waktu mereka sedang "dijajakan" oleh para taruna senior untuk disewakan. Yang boleh menyewa adalah para taruna senior dan para perwira efektif alias perwira aktif. Perbudakan sementara ini merupakan "tradisi" di Akmil (Akademi Militer). Para capratar ini adalah pemuda-pemuda yang baru saja diterima atau... read more

The harsh whipping on naked bodies is one of the barbaric methods used in the boot camp.The whips are liberally used to maintain discipline of the recruits. Proding the recruit naked bodies with hot irons and giving electroshocks to their genital, ass hole, armpit are also very commonly done. The muscular instructors seems to have no mercy at all. Kami tiba di "Kawah Candradimuka" [yaitu... read more

The new recruits had never imagined that being members of the armed forces meant they are bound by a contract for miserable torture. They were just aware of it when the boot camp was started and when suddenly they found they were stripped naked and tortured! As new recruits they had to be naked almost all the time. It was meant to make them aware that they were men and to make them... read more

Slavery is still very much exist in the world. Bounded labour, indenture labour, child labour, you name it! All of them are forms of modern slavery.Even the real slavery- just like being practiced in the eighteen century - is still in existence today. What I had endured is just the worst part of my life i.e. when I was enslaved! I was enslaved mentally,physically,and sexually! I was also stripped... read more

Film Indonesia nyaris punah,kalau saja tidak ada produsen yang berani memulai produksi film untuk layar lebar seperti: "Cau Bau Kan" dan "Arisan". Seberapa jauh investasi yang dikeluarkan untuk kedua film tersebut? Apakah sebanding dengan film berjudul "Tora!Tora!Tora!" tentang serangan Angkatan Udara Jepang ke Pearl Harbour, Hawaii - tidak jelas. Film "Arisan" terasa amat indah karena di... read more

Jeffri masih tergantung di tiang pencambukan. Tubuhnya yang telanjang bulat,putih,atletis dan ketat berotot itu penuh bilur, lembam dan lecet berdarah. Ia baru saja mewakili teman-temannya satu angkatan menerima "Lecutan Pertama". Kedua lengannya terangkat ke atas dan bergantung pada rantai besi yang mencekal borgol di masing-masing pergelangan tangannya.Kakinya mengangkang dan masing-masing... read more

Nafsu menjadi budak seakan tertanam dalam otakku sejak lahir. Keinginan jadi budak seorang lelaki muncul saja tiba-tiba dalam diriku yang kemudian makin lama meningkat, makin kental dalam diriku. Tidak ada yang lebih nikmat selain menjadi budak Tommy Tjokro dan Abdul Rahman Rasyid.Kedua cowok itu ganteng tapi sadiss(!)-nya bukan main!Tommy maupun bang Abdul,keduanya ahli mengayun pecut! ... read more

BUKAN KHAYALAN SEMATA Ada yang mengira penulis cerita sialan ta'i ini berkhayal atau berfantasi. Padahal, ini adalah kisah nyata yang senyata-nyatanya - seperti ta'i di lobang kakus - nyata dan bau ta'i (!) dan apa adanya! Nyata! Seperti halnya seorang pemuda remaja yang barusan mimpi basah. Mula-mula terasa kancutnya basah sewaktu dia terbangun. Ketika dilihat, ter-nyata memang... read more

PERJUMPAAN PERTAMA Aku berjumpa di kantor dengan Yopi ketika dia melamar pekerjaan.Umurnya 18 tahun dengan ijazah SMA.Aku ingin menerima Yopi bekerja di kantorku, pertama:karena Yopi cowok ganteng,tegap atletis dan yang kedua:karena aku ingin menolong dia. Jadi memang nafsu sudah mengatasi niat baikku. Sebetulnya aku bisa saja menerima dia bekerja di kantorku, sebab aku orang... read more



MENGHAJAR PRAJURIT Rudiyanto [Rudy] adalah anak buahku di batalyon. Umurnya 18 tahun. Dia tamatan SMU dan lazimnya tamatan SMU melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Tetapi tekanan ekonomi mengharuskan dia memilih jalan lain.Dia berpangkat Prada[Prajurit Dua].Jadi,ijazah yang dipunyai jauh lebih tinggi dari yang seharusnya menjadi persyaratan seorang tamtama. Sejak pertama aku jumpa... read more

PECUT, CAMBUK, DAN CEMETI Sewaktu masih taruna senior dan setelah aku jadi pelatih taruna di Akmil,cemeti,pecut atau cambuk adalah alat favoritku untuk mendisiplin pemuda-pemuda yang sedang dibentuk untuk jadi militer sejati.Betapa indah dan nikmatnya melihat pemuda remaja yang tengah menanjak dewasa itu telanjang dada atau telanjang bulat, tampak menggelinjang, kaget kesakitan saat lecutan... read more

TAHANAN YANG TAMPAN, BEROTOT KETAT Tahanan itu berpangkat bintara [sersan]. Tubuhya tinggi besar,atletis dan berotot ketat.Tidak ada segumpal lemak pun yang tampak di tubuhnya yang saat itu sedang telanjang bulat tidak berpenutup selembar benang pun.Tidak jelas apa kesalahannya atau pasal apa dari hukum militer yang dilanggar-nya. Bisa jadi dia tidak bersalah. Yang aku tahu hanyalah bahwa dia... read more

MAGANG Apprenticeship atau "magang" adalah suatu proses dimana seseorang belajar atau berlatih untuk mampu bekerja dalam profesi tertentu. Misalnya, untuk menjadi pandai besi maka seseorang bekerja dan belajar pada seorang pandai besi senior.Pada saatnya kelak si pemagang dapat berdiri sendiri dan bekerja sebagai pandai besi profesional. Pada waktu aku jadi Capratar [Calon Prajurit... read more

Siapapun pasti akan malu jika harus melepas baju dan celananya di depan orang banyak, meskipun di depan sesama jenis.Itulah perasaan yang aku rasa-kan sewaktu jadi "new recruit",yaitu waktu untuk pertama kalinya masuk kampus kawah Candradimuka sebagai kadet baru yang disebut : calon prajurit taruna [Capratar]. Candradimuka adalah suatu kampus akademi militer di suatu negara di dunia.... read more

ANAK TUNGGAL Meskipun anak tunggal,tetapi aku bukan tipe anak yang manja.Entah karena kedua orangtuaku pandai mendidik anak ataukah aku memang anak baik. Dari segi kelaki-lakian dan kontol, aku disunat sejak kecil.Jadi aku tak pernah melihat kulupku sendiri seumur hidup. Kata teman-temanku yang pernah mandi bareng dengan aku, kontolku besar. Mungkin sama besar dengan kontol Ricardo... read more

PROFESI SADO-MASOCHIST Aku amat menikmati profesiku sebagai militer! Suatu profesi yang dasarnya adalah membunuh atau dibunuh.Profesi yang jadi jiwa,raga,sukmaku dan jadi panggilan nafsu sex sejenis serta dorongan sado-masochist-ku. Aku juga bersyukur bahwa aku terlahir jadi laki-laki jantan yang kuat fisik dan mental sehingga cocok jadi anggota militer. Tidak heran jika aku bisa survive... read more

Pecut itu aku ayun-putarkan ke atas dan ujungnya aku lecutkan ke bagian bawah perut prajurit yang telanjang bulat itu, tepat di bagian pertumbuhan jembutnya : Whetttt!Cettarr! Suara dengung pecut itu segera diikuti dengan suara ujung pecut yang beradu dengan kulit yang ditumbuhi jembut sang prajurit:Cettarr! bagaikan bunyi letusan pistol dan..: AAAAGH!, si prajurit menjerit tertahan, amat... read more

PENGANTAR Siapa yang tak suka menyiksa? Bohong besar kalau ada yang mengatakan dirinya tidak suka menyiksa! Nyatanya kalau ada maling tertangkap di jalan, pasti akan berebutan orang datang untuk ramai-ramai menghajar maling sialan itu. Terlepas dari apakah yang dihajar itu benar-benar maling atau bukan! Bahkan ada maling yang sekalian disiram bensin badannya lalu dibakar hidup-hidup sampai... read more

LETNAN BENNY Letnan Benny adalah salah seorang perwira yang bertugas sebagai mentor. Mentor atau pembimbing bertindak untuk mempersiapkan para pemuda sipil yang segera akan dimiliterkan [militerisasi]. Karena itu pada waktu-waktu tertentu ia harus bertugas di kawah Candradimuka - suatu kampus akademi militer, dimana pemuda-pemuda dibentuk jadi militer sejati.Tentu saja dengan penyiksaan... read more



Page 1 of 4

   1 2 3 4