'Hubungan sejenis antara sesama perwira' - gay sex story @ Menonthenet.com's Gay Erotic Stories

Menonthenet.com Gay Erotic Stories. Last updated Aug 15, 2018 - Home of 21291 erotic stories

Your Cookies are not enabled. You will not be able to register or login to your profile.

Hubungan sejenis antara sesama perwira

By Tommy Rinaldo Vito

submitted May 23, 2006

Categories: In Indonesian

Text Size:

DUA PERWIRA BERHUBUNGAN SEJENIS

Aku termangu-mangu mengingat kejadian yang baru aku alami. Bang Wahidin seniorku waktu aku masih kadet dan juga seniorku di pasukan, baru saja mendatangi aku.

Ketika itu aku sedang sendirian di Mess Perwira. Kami ngobrol biasa, tapi tiba-tiba Bang Wahidin minta dikerok."Kerokan" adalah cara pengobatan tradisional Jawa, dimana kulit punggung diolesi dengan minyak kelapa atau minyak kayu putih lalu digores dengan uang logam sehingga tampak bilur-bilur merah, katanya untuk "mengeluarkan angin". Alasan Bang Wahidin,dia sedang tak enak badan : masuk angin! Itu bukan yang pertama kali Bang Wahidin minta dikerok, karena itu aku juga tak berpikir macam-macam.

Seperti biasa,kalau sedang dikerok, Bang Wahidin hanya mengenakan kancut, katanya supaya minyak tidak mengotori baju dan celananya. Aku juga senang melihat Bang Wahidin hanya mengenakan penutup minim. Bang Wahidin ganteng dan badannya bagus, atletis, ketat dan berotot.Karena kancut Bang Wahidin minim dan rendah, maka aku bisa melihat sebagian jembutnya yang hitam. Terasa indah dan jantan! Aku meneguk air ludah dan mau tidak mau kontolku jadi mengeras melihat jembut perwira dan abang militerku yang aku kagumi itu!

Aku merasa bahagia bisa "menolong" Bang Wahidin, karena sejak masih di akademi militer dan juga setelah aku jadi perwira efektif, Bang Wahidin merupakan senior favoritku. Bisa jadi, aku juga sudah "jatuh cinta" pada Bang Wahidin sejak aku masih Taruna.Yach! Cowok homosex mana yang tidak terpikat pada perwira yang ganteng dan atletis macam Bang Wahidin?Kontolku terasa makin tegang, mengeras, berada dekat-dekat lelaki hebat yang hanya berkancut dan nyaris telanjang bulat itu!

Aku ajak Bang Wahidin duduk di tempat tidurku di dalam kamar. Bang Wahidin duduk bersila di atas tempat tidur dan aku duduk di belakangnya. Kedua kakiku menjuntai kelantai dan aku mulai mengerok punggung Bang Wahidin yang bidang dan kekar itu dengan uang logam - setelah sebelumnya aku olesi dengan minyak kayu putih.

Ada setengah jam aku mengerok punggung Bang Wahidin. Punggungnya yang kekar berwarna coklat terang penuh bilur-bilur merah akibat kerokan, tampak bagaikan baru dihajar dengan cemeti.

"Sudah Bang",kataku.Setelah aku lihat punggung-nya sudah penuh bilur merah hasil kerokanku.

Kata orang bilur-bilur itu menunjukkan "angin" yang dikeluarkan. Aku tidak tahu apakah pendapat itu benar atau tidak.

"Tolong sekalian pijatin aku",kata Bang Wahidin, minta aku pijat [massage]. Ini pertama kalinya Bang Wahidin minta aku pijat. Oleh para perwira senior di kesatuanku aku memang dikenal punya keterampilan memijat dan mengurut. Aku memang pernah kursus profesional. Aku mengambil kursus karena aku sering menghadapi masalah anak buahku yang terkilir waktu latihan militer atau waktu kegiatan fisik lainnya, seperti sewaktu latihan karate.

"OK. Abang telungkup", kataku.

Bang Wahidin menelungkup.Entah kenapa punggung-nya yang kekar,jantan dan berbilur-bilur merah, membangkitkan nafsuku - kontolku yang dari tadi sudah ngaceng, makin terangsang dan cairan mazie-ku [pre-cum] terpancar di ujung lobang kencingku seer..seer..seer. Ta'i!

Lobang kencingku terasa menempel ke kain kancut-ku.Sebentar lagi,kalau mazie-ku mengering tentu akan lengket!

Aku memijat seluruh tubuh Bang Wahidin:punggung, dada, lengan dan tungkainya. Bang Wahidin tampak mengantuk.Mungkin Bang Wahidin merasa nyaman dan nikmat tapi dia tak tertidur. Sekali-sekali aku melirik bulu keteknya yang jantan dan menghitam terjepit di bawah lengannya yang kekar dan indah itu! Aku menelan ludah, merasakan keikmatan pemandangan yang teramat jantan itu!

"Sudah selesai, Bang", kataku, setelah selesai seluruh tubuhnya yang kekar dan ketat berotot itu aku pijat.Aku ingin menikmati lebih lama lagi sentuhan-sentuhan tanganku di tubuh lelaki kekar - abang militerku itu - tapi apa daya? Tanganku sudah pegal!

"Terima kasih ya, Rik",kata Bang Wahidin seraya bergerak seperti akan bangkit [namaku "Erik" dan terkadang orang memendekkan namaku "Rik" saja].

Tiba-tiba saja Bang Wahidin, perwira yang aku kagumi itu,membalikkan tubuhnya dan memeluk aku. Aku yang masih dalam posisi duduk di tepi tempat tidur itu tidak bisa menahan keseimbanganku dan jatuh terlentang di tempat tidur. Bang Wahidin memeluk dan menciumi bibirku dengan bernafsu.

Aku yang tidak siap diterjang dan diserang oleh senior yang aku kagumi itu! Aku menurut saja. Sebetulnya memang aku sudah lama ingin bercinta dengan Bang Wahidin. Tak pernah terbayang bahwa akhirnya justru Bang Wahidin yang memulai. Aku merasa bahagiaaa.. sekali dan juga bangga. Pucuk dicita ulam tiba!

Tubuh Bang Wahidin yang hanya berkancut minim dan nyaris telanjang bulat itu setengah menindih aku.Lalu Bang Wahidin mulai melucuti pakaianku bajuku, celanaku dan kancutku. Sambil dia terus menindihi aku dan melumat bibirku. Sekali-sekali satu tangannya menelanjangi aku dan satu tangan lainnya memegangi kepalaku untuk memudahkan dia melumat dan menikmati bibirku.Kali lain, kedua tangannya melepaskan pakaianku.

Akhirnya, aku putuskan "membantu" Bang Wahidin untuk melepaskan seluruh pakaianku supaya aku bisa menyajikan dan mempersembahkan tubuhku pada senior pujaanku itu : Bang Wahidin!

Aku biarkan dia menikmati bibirku dan sekali-sekali menyedot air ludahku.Bang Wahidin tampak amat bernafsu, sampai suara sedotan mulutnya di bibirku berbunyi-bunyi! Agh!..entah kenapa Bang Wahidin begitu bernafsu!

Celana pendek dan kancutku terjela-jela dipahaku tapi akhirnya aku berhasil menelanjangi diriku! Supaya abang militerku itu bisa melampiaskan nafsu sejenisnya pada tubuhku!

Bang Wahidin juga melepaskan kancutnya hingga dia telanjang bulat. Kemudian dia menindihi aku dari atas. Aku terlentang dan dia telungkup di atas tubuhku.Berat tubuhnya diatas tubuhku makin menambahkan kenikmatan dan kebahagiaan bagiku!

Kontolnya digesek-gesekkan kekontolku,biji peler dan jembutku.Dadanya yang bidang dan dihiasi dua puting susu yang ketat melenting juga digesekkan ke dadaku. Gesekan puting susu Bang Wahidin di atas puting susuku terasa nikmat luar biasa.Dia sengaja menggesekkan puting susunya pada puting susuku. Agh..nikmat!!

Cobalah bayangkan jika pembaca sedang telanjang bulat lalu dada anda digesek-gesekkan pada dada seorang perwira tampan yang atletis dan juga ber-telanjang bulat!Agh.. pasti nikmat! Ta'i!

Agaknya Bang Wahidin hanya mau melampiaskan nafsunya saja. Dia tidak memperdulikan apakah aku suka atau tidak atau apakah aku merasa nikmat atau tidak.

Dia terus menggesek-gesekan kontolnya di bagian jembut dan perutku.Kemudian aku merasa gesekan-nya makin sering, makin intens,makin kuat, makin bernafsu dan kemudian cairan hangat membasahi bagian bawah perutku dan di sekitar jembutku...! Pejuh Bang Wahidin sudah keluar....! Tubuh Bang Wahidin terasa basah, dan aku lihat bercucuran keringat, berkilat-kilat akibat pelepasan enersi yang intens dari tubuhnya waktu tadi dia asyik menyetubuhi aku!

Tanpa mengatakan apa-apa dan tanpa membersihkan badan,Bang Wahidin mengenakan kancut dan pakaian-nya kembali. Lobang kencingnya masih berlelehan pejuh dan ceceran pejuh juga tampak dijembut dan bagian bawah perutnya :

"Aku pulang Rik", katanya.

Aku merasa Bang Wahidin salah tingkah, tapi dia berusaha menyembunyikannya kegalauannya hatinya. Meskipun begitu,dengan nada memohon dia berkata:

"Tolong jaga rahasia kita.Ini untuk kita saja!"

"SIAP BANG!",jawabku tegas secara militer. Aku berusaha menenangkan perasaan abang militerku.

Aku tahu, pasti dia takut dan malu, karena tak mampu menahan nafsu pada adik militernya, sesama jenis dan sesama laji-laki! Tetapi jauh di lubuk hatiku aku berjanji akan merahasiakan kejadian itu sampai aku mati. [Aku hanya akan membocorkan rahasia ini pada para pembaca MOTNES yang setia saja!]. Ta'i!

Aku bangkit, mengunci pintu kamar, membersihkan ceceran pejuh Bang Wahidin di sekitar perut dan jembutku dengan tissue.

Untuk menyempurnakan penyerahan diriku kepada abang militerku, maka ceceran pejuh yang ada di tissue aku jilati dan aku isap, agar aku bisa merasakan dan mencecapi serta mencicipi pejuh dari lelaki pujaanku. Pejuh itu adalah intisari kelelakian Bang Wahidin,perwira yang aku kagumi, perwira yang aku cintai.Lalu aku ke kamar mandi.

Kontolku yang masih tegang aku kocok,agar jiwaku tenang tidak menggelegak oleh nafsu...dan akhir-nya CROOOOOOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOOOOOOOT! pejuhku keluar juga...! Ta'i!

Setelah disetubuhi abang militerku,aku tercenung. Aku bangga, aku bahagia. Bangga karena aku bisa berguna buat lelaki yang aku kagumi sejak dulu. Bagaimana pun aku sudah sejak lama jatuh cinta pada Bang Wahidin.

Jatuh cinta? Agh, cowok homosex tidak mengenal cinta. Mereka hanya mengenal sex, sex, sex dan hanya sex saja. Aku bukan jatuh cinta pada Bang Wahidin, melainkan aku ingin bersetubuh dengan atau disetubuhi oleh Bang Wahidin. Itu saja!

Walaupun lobang pantatku tidak disodomi dan mulutku tidak mengulum dan mengisap kontol Bang Wahidin tapi itu sudah cukup! Aku sudah merasa disetubuhi oleh Bang Wahidin,karena aku dan Bang Wahidin sudah bergulat sambil telanjang bulat, sampai Bang Wahidin berkeringat, dan tubuhnya berkilat-kilat.. dan pejuhnya muncrat! Agh!.... Nikmat!

Aku berharap,suatu kali Bang Wahidin akan datang lagi dan menyetubuhi aku.Aku berharap suatu kali aku bisa mengisap kontolnya yang besar seperti kontol kuda dan disunat ketat itu. Aku rela jika Bang Wahidin kelak menyodomi lobang pantatku!Aku memang tercipta untuk perwira-perwira jantan - abang mliterku. Mereka berhak menikmati diriku kapan saja mereka mau. Aku akan berlatih keras dan bekerja keras supaya abang-abang militerku benar-benar bisa menikmati bagian-bagian tubuh-ku luar-dalam, baik untuk pelampiasan nafsu sex sejenis, maupun nafsu sadis mereka! "That is their military brother for" - "Itulah gunanya mereka punya adik militer".

Aku menganggap bahwa hubungan sex sejenis dengan abang-abang militerku akan mengakibatkan enersi kelaki-lakian dan kemiliteran mereka ditransfer ke dalam tubuhku - sehingga aku terbentuk jadi lelaki sejati dan militer sejati yang makin hari makin sempurna! Ta'i!.

LELAKI YANG BERUNTUNG

Barangkali aku lah lelaki yang paling bahagia di dunia : lahir sebagai lelaki sejati dengan semua kualitas yang dimiliki seorang lelaki sempurna. Wajah yang lumayan tampan, tubuh yang tinggi besar, kontol dan biji peler yang aduhai, jembut dan bulu ketek yang memukau, dan tentu saja hal-hal lain yang jadi idaman lelaki,seperti produksi pejuh yang kental dan melimpah,otak yang cerdas dan fisik tanggap, tanggon dan trengginas.

Berkat hobbyku yang fanatik berolahraga maka tubuhku jadi atletis dan ketat berotot! Apa yang aku punyai aku rawat baik-baik dan semua potensi yang ada dalam diriku aku kembangkan.Oleh karena itu jika aku berada di tempat umum banyak sekali cewek [dan cowok] yang mencuri pandang. Ternyata aku tidak GR, karena teman-teman dekatku yang sering jalan bareng dengan aku ternyata punya pengamatan yang sama, katanya:aku sering dilirik orang. Apakah setan dan jin juga melirik aku? Semoga tidak.

Semua kelebihanku itu tidak aku sia-siakan. Oleh karena itulah setamat high-school [setingkat SMA/SMU] aku mendaftarkan diri untuk jadi kadet [Taruna] disuatu akademi militer dan setelah melalui berbagai ujian atau tes, akhirnya aku berhasil diterima jadi kadet [Taruna].

Aku sendiri sangat menikmati proses testing. Karena para calon antara lain harus mengikuti pemeriksaan kesehatan dimana semua calon kadet diharuskan telanjang bulat dan harus menyerahkan contoh air kencingnya dan bahkan mereka juga kemudian diharuskan mengeluarkan contoh pejuhnya!

Betapa indahnya pemandangan pemuda-pemuda remaja usia 18 - 20 tahun telanjang bulat semua, lalu mereka harus mengeluarkan air kencing mereka dan mengocok kontol untuk mengeluarkan pejuh mereka sungguh suatu pemandangan yang teramat "indah", jantan, kelaki-lakian dan teramat merangsang!

Demikian juga tes penampilan lahiriah, dimana para calon kadet itu diperiksa fisiknya dalam keadaan telanjang bulat lima-lima orang.Sungguh suatu pemandangan yang teramat indah, berkesan dan tak pernah aku lupakan : JANTAN!!!

Kedua tes itu [tes kesehatan dan tes penampilan lahiriah] kelak menjadi fantasi favoritku waktu aku ngeloco [ngocok kontol, onani, masturbasi, merancap] : Agh..nikmat!! CROOOOOOOT!CROOOOOOOT!

Kalau ada kelemahanku adalah bahwa aku seorang homo-sex tulen dengan score-5 [yang tidak punya minat sex sedikitpun juga pada lawan jenis]. Itu lah sebabnya aku memilih kehidupan militer.Sebab hanya di dunia militer lah aku bisa hidup siang-malam di antara laki-laki saja. Bukan sekedar laki-laki, tetapi laki-laki jantan pilihan yang punya fisik prima.Ketika aku sudah terjun dalam dunia militer ternyata benar[!], aku amat sangat menikmatinya!

Siksaan senior semasa plontos [perpeloncoan] dan hukuman-hukuman kejam di masa Capratar [ Calon Prajurit Taruna] di akademi militer,justru amat sangat aku nikmati!Kekuasaanku sebagai atasan untuk menghajar dan menghukum bawahan - setelah aku jadi perwira efektif - juga amat sangat aku nikmati!Begitu juga keberadaanku ditengah lelaki-lelaki sejati dan sempurna, para anggota pasukan khusus,membuat aku seakan berada disurga nirwana!Surganya para laki-laki sejati - penikmat sex sejenis!

Tentu saja setelah aku berumur 30-40 tahun kelak akan muncul masalah. Karena aku tidak mungkin akan menikah dengan lawan jenis. Karirku akan mentok, karena perwira yang tidak menikah biasa-nya tidak akan dipilih dalam jabatan penting atau jabatan strategis.Tapi aku sudah siap, apa pun yang akan terjadi.Yang penting,sekarang aku menikmati hidup!Hidup di dunia militer,menikmati kejantanan dan kelaki-lakian, dan sekali-sekali aku menikmati ngentot atau dientot oleh sesama perwira. Nikmat! Ta'i!

[KONTOL]



Displaying Page 1 - Records 1 to 30

More stories From Tommy Rinaldo Vito

This true story took place in the City of Batam, a city across Singapore which is separated by the Strait of Philips. This is about Alex - a handsome and muscular guy who works as private body-guard and his client Steve, a good looking, well built body,rich and young Eurasian business-man. Alex is 165 cm - 70 Kg, in his 27 and Steve is in his 30 years of age with almost the same size as Alex.... read more

Tokoh Alex adalah tokoh nyata. Ada orangnya dan sekarang masih hidup. Kisah-kisah tentang Alex adalah kisah nyata. Aku [Tommy Tjokro] adalah teman Alex.Kami adalah sahabat dekat. Karena itu Alex tidak ragu curhat kepadaku tentang apa saja.Tentang hidupnya, baik yang susah dan senang.Tentang pengalamannya jadi body-guard, mengawal macam-macam orang. Tentang kecenderungannya dan orientasi... read more

Although Alex was very busy guarding Steve and acted as his sexual partner, however Alex still had chances to experiment sexual encounter with others. Steve was doing business in the City of Batam - a neighbour city of Singapore. While sitting in the hotel lobby and guarding Steve - who was having a business meeting - Alex met Joko. Alex had been hired as a body-guard by Steve. Alex worked... read more

Before joining the Security Agency, Alex was with Abdul [Abdul Rahman Rasyid].Abdul was a rich gay man who had various kinds of businesses - which included operating gay bars.Gay bar actually was not common in Indonesia, although a couple of bars in Jakarta was once considered as gay bars. Because gays used to frequent the bars. Alex was once a security officer in Abdul owned gay bars.... read more

Alex was a good boy. His "mistake" was that he was such a good looking guy with beautiful body and a big cock. These provoked his martial art coach to always found reasons to punish him in order "to discipline" him. Meanwhile, Ab [his martial art coach] had always good reasons to inflict severe punishments upon him - for just minor infractions.But these punishments had made Alex a real man! ... read more

The Malay Dilema is the book written by Mahathir Mohammad. I have never read the book, nor have I seen it. But once I have to face the dilema to choose between two handsome and muscular Malay guys. Berkeliling dan berwisata di rantau ini adalah suatu pengalaman yang menggetarkan jiwaku yang kotor dan doyan sejenis ini.Di Nusantara ini ada beberapa negara Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei... read more

Accompanying Steve in a tour in the Peninsular Malaysia was really very enjoyable for my body and soul.Steve was such a passionate, homosexual and hypersexual guy.Everynight he asked me to be allowed to suck my cock and eat my cum.Luckily I am use to have abundant sperm in my balls,which was enough to cum twice or thrice daily without feeling weak! He asked me also to masturbate his huge... read more

Bang Abdulrahman Rasyid adalah seorang olahraga-wan. Dalam usianya yang baru 35 tahun dia sudah menyandang berbagai gelar kejuaraan dan berbagai kualifikasi ilmu beladiri. Meskipun mempunyai ijazah doktor tehnik kimia dari luar negeri [Jerman] tapi kecintaannya pada ilmu bela diri menyebabkan dia lebih memilih untuk mengembangkan ilmu bela diri dari pada menerapkan keahliannya di bidang... read more

It is very common that the side-walk in Jakarta is used by the vendors to make their living. So, most of the time people cannot walk on the side-walk because it is occupied by newspaper, fruit, food vendors or even street restaurants. After the economic crisis started in 1997, this has become worse and worse. I have always been interested in watching the street restaurants start their... read more

Bogor is a cool and beautiful city located about 60 km from Jakarta. During the Dutch Colonial Administration time - it was called Buitenzorg. It was then the second seat of the colonial government - after Batavia [now Jakarta] since the Governor General of the Dutch Indies lived in Bogor Palace. The incident told in this story took place in a camp located at the surrounding of Bogor. The... read more



Efforts of the government to stop the practice of brutality, sexual assault, torture and violence in STPDN has come to a complete failure. STPDN is a school run by the government for bureaucrats at the Local Governments. But, "Tradition cannot be stopped" said one of STPDN students,"We enjoy S/M in our school". 1. Lobang Pantat Praja Muda Usaha untuk mengakhiri kebejatan di STPDN gagal... read more

Telanjang bulat semua. Demikianlah kondisi para calon parjurit taruna (capratar)ini waktu mereka sedang "dijajakan" oleh para taruna senior untuk disewakan. Yang boleh menyewa adalah para taruna senior dan para perwira efektif alias perwira aktif. Perbudakan sementara ini merupakan "tradisi" di Akmil (Akademi Militer). Para capratar ini adalah pemuda-pemuda yang baru saja diterima atau... read more

The harsh whipping on naked bodies is one of the barbaric methods used in the boot camp.The whips are liberally used to maintain discipline of the recruits. Proding the recruit naked bodies with hot irons and giving electroshocks to their genital, ass hole, armpit are also very commonly done. The muscular instructors seems to have no mercy at all. Kami tiba di "Kawah Candradimuka" [yaitu... read more

The new recruits had never imagined that being members of the armed forces meant they are bound by a contract for miserable torture. They were just aware of it when the boot camp was started and when suddenly they found they were stripped naked and tortured! As new recruits they had to be naked almost all the time. It was meant to make them aware that they were men and to make them... read more

Slavery is still very much exist in the world. Bounded labour, indenture labour, child labour, you name it! All of them are forms of modern slavery.Even the real slavery- just like being practiced in the eighteen century - is still in existence today. What I had endured is just the worst part of my life i.e. when I was enslaved! I was enslaved mentally,physically,and sexually! I was also stripped... read more

Film Indonesia nyaris punah,kalau saja tidak ada produsen yang berani memulai produksi film untuk layar lebar seperti: "Cau Bau Kan" dan "Arisan". Seberapa jauh investasi yang dikeluarkan untuk kedua film tersebut? Apakah sebanding dengan film berjudul "Tora!Tora!Tora!" tentang serangan Angkatan Udara Jepang ke Pearl Harbour, Hawaii - tidak jelas. Film "Arisan" terasa amat indah karena di... read more

Jeffri masih tergantung di tiang pencambukan. Tubuhnya yang telanjang bulat,putih,atletis dan ketat berotot itu penuh bilur, lembam dan lecet berdarah. Ia baru saja mewakili teman-temannya satu angkatan menerima "Lecutan Pertama". Kedua lengannya terangkat ke atas dan bergantung pada rantai besi yang mencekal borgol di masing-masing pergelangan tangannya.Kakinya mengangkang dan masing-masing... read more

Nafsu menjadi budak seakan tertanam dalam otakku sejak lahir. Keinginan jadi budak seorang lelaki muncul saja tiba-tiba dalam diriku yang kemudian makin lama meningkat, makin kental dalam diriku. Tidak ada yang lebih nikmat selain menjadi budak Tommy Tjokro dan Abdul Rahman Rasyid.Kedua cowok itu ganteng tapi sadiss(!)-nya bukan main!Tommy maupun bang Abdul,keduanya ahli mengayun pecut! ... read more

BUKAN KHAYALAN SEMATA Ada yang mengira penulis cerita sialan ta'i ini berkhayal atau berfantasi. Padahal, ini adalah kisah nyata yang senyata-nyatanya - seperti ta'i di lobang kakus - nyata dan bau ta'i (!) dan apa adanya! Nyata! Seperti halnya seorang pemuda remaja yang barusan mimpi basah. Mula-mula terasa kancutnya basah sewaktu dia terbangun. Ketika dilihat, ter-nyata memang... read more

PERJUMPAAN PERTAMA Aku berjumpa di kantor dengan Yopi ketika dia melamar pekerjaan.Umurnya 18 tahun dengan ijazah SMA.Aku ingin menerima Yopi bekerja di kantorku, pertama:karena Yopi cowok ganteng,tegap atletis dan yang kedua:karena aku ingin menolong dia. Jadi memang nafsu sudah mengatasi niat baikku. Sebetulnya aku bisa saja menerima dia bekerja di kantorku, sebab aku orang... read more



MENGHAJAR PRAJURIT Rudiyanto [Rudy] adalah anak buahku di batalyon. Umurnya 18 tahun. Dia tamatan SMU dan lazimnya tamatan SMU melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Tetapi tekanan ekonomi mengharuskan dia memilih jalan lain.Dia berpangkat Prada[Prajurit Dua].Jadi,ijazah yang dipunyai jauh lebih tinggi dari yang seharusnya menjadi persyaratan seorang tamtama. Sejak pertama aku jumpa... read more

PECUT, CAMBUK, DAN CEMETI Sewaktu masih taruna senior dan setelah aku jadi pelatih taruna di Akmil,cemeti,pecut atau cambuk adalah alat favoritku untuk mendisiplin pemuda-pemuda yang sedang dibentuk untuk jadi militer sejati.Betapa indah dan nikmatnya melihat pemuda remaja yang tengah menanjak dewasa itu telanjang dada atau telanjang bulat, tampak menggelinjang, kaget kesakitan saat lecutan... read more

TAHANAN YANG TAMPAN, BEROTOT KETAT Tahanan itu berpangkat bintara [sersan]. Tubuhya tinggi besar,atletis dan berotot ketat.Tidak ada segumpal lemak pun yang tampak di tubuhnya yang saat itu sedang telanjang bulat tidak berpenutup selembar benang pun.Tidak jelas apa kesalahannya atau pasal apa dari hukum militer yang dilanggar-nya. Bisa jadi dia tidak bersalah. Yang aku tahu hanyalah bahwa dia... read more

MAGANG Apprenticeship atau "magang" adalah suatu proses dimana seseorang belajar atau berlatih untuk mampu bekerja dalam profesi tertentu. Misalnya, untuk menjadi pandai besi maka seseorang bekerja dan belajar pada seorang pandai besi senior.Pada saatnya kelak si pemagang dapat berdiri sendiri dan bekerja sebagai pandai besi profesional. Pada waktu aku jadi Capratar [Calon Prajurit... read more

Siapapun pasti akan malu jika harus melepas baju dan celananya di depan orang banyak, meskipun di depan sesama jenis.Itulah perasaan yang aku rasa-kan sewaktu jadi "new recruit",yaitu waktu untuk pertama kalinya masuk kampus kawah Candradimuka sebagai kadet baru yang disebut : calon prajurit taruna [Capratar]. Candradimuka adalah suatu kampus akademi militer di suatu negara di dunia.... read more

ANAK TUNGGAL Meskipun anak tunggal,tetapi aku bukan tipe anak yang manja.Entah karena kedua orangtuaku pandai mendidik anak ataukah aku memang anak baik. Dari segi kelaki-lakian dan kontol, aku disunat sejak kecil.Jadi aku tak pernah melihat kulupku sendiri seumur hidup. Kata teman-temanku yang pernah mandi bareng dengan aku, kontolku besar. Mungkin sama besar dengan kontol Ricardo... read more

PROFESI SADO-MASOCHIST Aku amat menikmati profesiku sebagai militer! Suatu profesi yang dasarnya adalah membunuh atau dibunuh.Profesi yang jadi jiwa,raga,sukmaku dan jadi panggilan nafsu sex sejenis serta dorongan sado-masochist-ku. Aku juga bersyukur bahwa aku terlahir jadi laki-laki jantan yang kuat fisik dan mental sehingga cocok jadi anggota militer. Tidak heran jika aku bisa survive... read more

Pecut itu aku ayun-putarkan ke atas dan ujungnya aku lecutkan ke bagian bawah perut prajurit yang telanjang bulat itu, tepat di bagian pertumbuhan jembutnya : Whetttt!Cettarr! Suara dengung pecut itu segera diikuti dengan suara ujung pecut yang beradu dengan kulit yang ditumbuhi jembut sang prajurit:Cettarr! bagaikan bunyi letusan pistol dan..: AAAAGH!, si prajurit menjerit tertahan, amat... read more

PENGANTAR Siapa yang tak suka menyiksa? Bohong besar kalau ada yang mengatakan dirinya tidak suka menyiksa! Nyatanya kalau ada maling tertangkap di jalan, pasti akan berebutan orang datang untuk ramai-ramai menghajar maling sialan itu. Terlepas dari apakah yang dihajar itu benar-benar maling atau bukan! Bahkan ada maling yang sekalian disiram bensin badannya lalu dibakar hidup-hidup sampai... read more

LETNAN BENNY Letnan Benny adalah salah seorang perwira yang bertugas sebagai mentor. Mentor atau pembimbing bertindak untuk mempersiapkan para pemuda sipil yang segera akan dimiliterkan [militerisasi]. Karena itu pada waktu-waktu tertentu ia harus bertugas di kawah Candradimuka - suatu kampus akademi militer, dimana pemuda-pemuda dibentuk jadi militer sejati.Tentu saja dengan penyiksaan... read more



Page 1 of 4

   1 2 3 4