'! A a Mandi Bareng Mas Yon' - gay sex story @ Menonthenet.com's Gay Erotic Stories

Menonthenet.com Gay Erotic Stories. Last updated Nov 19, 2017 - Home of 21210 erotic stories

Your Cookies are not enabled. You will not be able to register or login to your profile.

! A a Mandi Bareng Mas Yon

By justindra

submitted November 21, 2008

Categories: In Indonesian

Text Size:

MANDI BARENG MAS YON.

Waktu SMP Gue punya kebiasaan ngintip tetangga-tetangga gue mandi kalo sore. Kamar gue ada di lantai dua dan disebelah rumah ada rumah-rumah bedeng dan kamar mandi tetangga gue atapnya terbuka

itu ada persis dekat jendela kamar gue. Gue suka ngintip samsul yang waktu itu masih SMA, dia tidak tinggi, kulitnya putih dan punya wajah lumayan.

Kontolnya lumayan besar dan jembutnya lumayan lebet, dia sering ngocok kontolnya kalo mandi sore. Tapi favorit gue itu namanya Mas Yon.

Kamar mandi Mas Yon ini sebenernya sama dengan yang lain, bedeng tak beratap. Tapi Mas Yon suka sekali mandi di

dekat sumurnya sambil ngocok kontolnya hitamnya yang besar, sekitar 17 - 18cm dengan diameternya sekitar 5cm,

apalagi jembutnya lebet banget, gue emang suka ama Jembut yang lebet, kepala kontolnya juga terlihat besar dari

jendela kamar gue. Kebiasaan Mas Yon ngocok kontolnya pas mandi sore juga mengherankan gue, karena mas Yon sudah

punya istri.

Waktu itu Mbak Tuti, istrinya Mas Yon, maen ke rumah mau buat kue bareng nyokap gue. Musim kering biasanya nyokap

suka beli air buat mandi, karena sumur di rumah kering. Pas mau mandi gue teriak karena bak mandinya kosong karena

nyokap lupa beli air dan tukang air belum lewat juga, akhirnya Mbak Tuti nyuruh gue mandi di rumahnya. Pintu depannya ga dikunci jadi gue masuk aja, karena emang biasa maen kesitu. "Mas Yon," panggil gue. "ya yud," suara mas yon terdengar dari dapur. Gue berjalan ke arah dapurnya dan melihat pintu belakang terbuka, ternyata Mas Yon sedang berada di belakang sedang

menimba air dari sumur.

Dia seksi sekali, tubuh coklat matangnya hanya mengenakan handuk yang melilit bagian pinggangnya."Kenapa Yud?"

tanya Mas Yon waktu melihat gue "Num pang mandi mas, di rumah airnya habis," jawab gue. "O ya udah, mandi aja disini nanti mas Yon timbain airnya," Gue sangat senang, ini mimpi gue mandi bareng Mas Yon dan gue melepas seluruh pakaian yang gue pakai dan kemudian

menghampirinya. "Nih udah penuh embernya," ujar Mas Yon sambil senyum. Dia melihat ke arah kontol gue yang setengah ngaceng dan

kemudian berkomentar, "Udah punya jembut ya.." Gue tersipu malu.

Saat mendebarkan tiba saat Mas Yon membuka lilitan handuknya dan untuk pertama kalinya gue bisa melihat tubuh

telanjang dan kontolnya Mas Yon dari jarak dekat. Besar sekali. Gue langsung membalikkan badan saat melihat mas

Yon mengambil gayung dan menyiramkan ke tubuhnya, karena kontol gue ngaceng berat melihat jembut lebatnya dan gue

ga mau Mas Yon tau itu. "Kok ngaceng Yud," tiba-tiba suara mas yon terdengar dan dia ada disamping gue. Gue salah tingkah dan malu banget. "Iya nih mas, ga tau kenapa.." "AH biasa itu mah," Dia berujar. "Udah pernah ngocok Yud?" "Udah mas," "Udah bisa muncrat dong," "hehehe udah mas," Gue liat kontolnya juga ngaceng. "Mas Yon juga ngaceng tuh," ujar gue menunjuk kontolnya Mas Yon. Dia tertawa dan tidak berusaha menyembunyikannya. Kemudian dia duduk dipinggir sumur dan gue tau banget, dia biasa ngocok di kontolnya sambil duduk di pinggir sumur.

Bener aja, dia langsung ngocok kontolnya. "Ih mas Yon," komentar gue Dia tertawa lagi dan berkata, "Ga enak Yud kalo mandi ga ngocok, udah kebiasaan" matanya terpejam dan kontolnya yang tegak sempurna itu terlihat begitu menggiurkan. "Kontol mas Yon besar ya, punya Yudi kecil" Dia menengok gue dan ke arah kontol gue. "Ah kamu kan masih SMP, nanti juga besar," gue kembali menyiramkan air ke tubuh gue dengan perasaan tidak tenang dan entah setan apa yang merasuk tiba-tiba

gue berkata, "MAs Yon boleh megang kontolnya?" Dia menatap gue agak lama, "Kamu mau megang punya Mas Yon?" Gue mengangguk. "Ya udah nih,"

Gue agak gemetar saat menggenggam batang yang sekarang terasa hangat di genggaman gue. Gue elus-elus jembut lebatnya yang basah, gue kocok-kocok batang kontolnya yang besar itu. Dia melenguh pelan. "Shhh ... shhhhh" begitu lenguhannya. Gue beraniin diri mencium batang kontolnya ... ahhh .. bener-bener sensasional rasanya. Melihat Mas Yon mendiamkan saja, maka gue semakin berani dan sungguh gue sama sekali ga tau tentang oral seks, tapi

gue berinisiatif menjilati seluruh batang kontolnya.

Gue yakin banget itu hal yang menyenangkan buat Mas Yon, terbukti erangannya semakin keras. Gue bahkan menjeliati

kedua biji pelirnya yang besar. "Yud, mau isep kontol mas Yon ga?" "Caranya gimana Mas Yon?" "masukin kontol Mas Yon ke mulut kamu, tapi jangan kena gigi ya.." Gue lakuin permintaan Mas Yon, dan ternyata itu menyenangkan. Meski mulut gue terasa cape karena batang dan kepala

kontolnya yang besar, tapi ini hal yang baru dan sangat nikmat. Apalagi gue merasakan cairan yang terasa asin dari lobang kepala kontolnya mas Yon.

Arggghhh ... Arghhh ... ARgghhh ... dia mengerang-erang kenikmatan. tiba-tiba dia mencabut kontolnya dan menyuruh gue berbaring di lantai basah dekat sumur. Tanpa tahu apa yang akan dia lakukan, gue ikutin aja permintaannya. Ternyata dia ingin menggesek-gesekkan kontolnya dengan kontol gue. Mas Yon sangat jantan, tubuh basahnya terlihat seksi saat dia meliuk-liukkan pantatnya agar kontolnya bisa

menggesek kontol gue. Belum lagi rasa geli akibat gesekan jembut lebatnya. "Arggggg ... " giliran gue secara spontan mengerang ketika gue merasakan akan ejakulasi. Gue berusaha menjauhkan tubuh mas Yon, tapi dia malah melekatkan tubuhnya leih erat lagi. Gue bener-bener ga tahan dan akhirnya kepala kontol gue memuncrat banyak banget pejuh dan terasa begitu hangat.

Belum sempet gue menarik nafas, Mas Yon tiba-tiba berdiri dan dia kemudian mengejan, lalu ... Crot .. crot .. crot .. crot ..... Banyak sekali pejuhnya yang tumpah ruah di badan gue dan bahkan ada yang mengenai muka gue. Dia terengah-engah mengatur nafasnya sambil mengocok kontolya agar seluruh spermanya keluar. Kemudian mas Yon menarik gue berdiri dan berkata, "Ini rahasia kita ya Yud," "Iya mas." Lalu kami membersihkan diri. Sebelum gue pergi dia berkata, "Kita lakuin lagi ya kapan-kapan," "Iya Mas," dan gue pulang dengan perasaan riang.. pengalaman seks pertama gue di usia 14 tahun dan itu dengan laki-laki. Luar biasa..

komentar bisa kirim ke : indrayudana@gmail.com


More stories From justindra

Om Usman

Jul 10, 2004

OM USMAN By: 0819-7978375 CERITA INI BERDASARKAN KISAH NYATA YANG DIALAMI PENULIS. TENTU SAJA SEBAGAI SEBUAH CERITA, TETAP HARUS DIKEMAS AGAR MENARIK. Om usman itu adik tiri ibuku, dia tinggal di rumah sejak dia mulai SPG (Sekolah pendidikan guru). Waktu itu aku masih kecil, masih kelas 5 SD. Salah satu kebiasaan om usman yang tanpa sengaja aku ketahui adalah dia selalu tidur dengan... read more

Terminal Bekasi

Jul 10, 2004

DI TERMINAL BEKASI by : 0819-7978375 Aku baru saja sampai di daerah Bekasi naik bis dari pelabuhan merak. Aku tinggal di Palembang dan tujuanku mau ikut tes sebuah departemen di Jakarta, jadi aku bermaksud main ke rumah temanku waktu masih kuliah yang ada di bekasi ini. Ternyata mau masuk ke terminal bekasi bener-bener macet dan sama sekali nggak beraturan, jadi kernek bis menyuruh... read more

Laut Ketang

Jul 10, 2004

Orang tak dikenal di laut ketang By: Adi 0819-7978375 Sore hari senin saat pemilu presiden, aku bosan di rumah dan memutuskan untuk pergi ke laut yang tidak jauh dari rumah. Tempatnya sepi apalagi kalau sudah sore dan yang ada hanya mereka yang suka memancing. Sebenarnya ini juga alasanku pergi ke laut ketang. BIasanya selesai memancing, para pemancing itu suka mandi di laut mereka... read more

Aku Dan Pak Pardi

Aug 18, 2004

AKU DAN PAK PARDI By: 08197978375 Waktu itu aku berumur 16 tahun dan aku adalah anak seorang pejabat daerah. Aku tinggal di tempat yang pelosok, kebetulan daerah itu sedang dalam tahap pengembangan, letaknya di dekat laut dan rumahku dekat kaki gunung yang juga tak jauh dari laut. Ayah dan ibuku setiap hari selalu pergi, entah itu rapat, penyuluhan atau apapun itu. Hari itu ayah bilang... read more

!0 aku dan supir truk by: 08197978375 Sering sekali aku berkhayal kontol-kontol supir truk yang terkenal suka "jajan" itu nancep di lobangku, terkadang kalau aku sedang berada di jalan dan melihat mereka suka kencing di pinggir jalan dengan kontol terlihat kemana-mana rasanya pengen aku samperin dan aku emut, sayangnya aku nggak punya keberanian itu. Aku sama sekali nggak nyangka bahwa... read more

ANAK dan AYAH Part 1 -- Aku dan Dedi -- By: Hayudian For More information 'bout the author, visit my website at: www.geocities.com/hayudian/ Call me at: 0819-7950805 Umurku 13 tahun saat ibuku yang bekerja sebagai perawat di sebuah RS Pemerintah menikah lagi dengan seorang tentara yang bekerja di KODIM dekat rumah. Awalnya aku tidak terlalu setuju, karena sejak ayah ibuku bercerai aku... read more

Satpam BRI

Jan 07, 2005

SATPAM BRI By: Yudi For more Information about and how to reach me, please visit my website at www.geocities.com/hayudian/. Thank you. Call me at: 0819-7950805 Namanya Jon Hutabarat, nama depannya kayak nama dari orang dari daerah barat. Tapi itu nama aslinya dan nempel di name tag seragam satpamnya yang ketat. Sebagai satpam bank, dia sedikit beda. Kalau satpam-satpam lain biasanya... read more

PROYEK JEMBATAN Bagian 1 By: Hayudian Untuk lebih jauh mengenai diri penulis, anda bisa membuka situsku di http://www.geocities.com/hayudian/ atau lewat email di hayudian@telkom.net. Atau Telpon Aku di 0856-7200831 Jembatan Way Arong di daerahku akan direnovasi dan itu berarti aku harus lewat memutar jika ingin berangkat kerja, itu berarti mulai hari ini. Setengah bersungut-sungut aku... read more

PROYEK JEMBATAN Bagian 2 By : Hayudian Ini hanya cerita fiksi dan tidak benar-benar terjadi. Silahkan kontak saya di hayudian@telkom.net atau www.geocities.com/hayudian/ untuk informasi lebih lanjut. Atau Telpon aku di 0856-7200831 Hari itu tidak seperti biasa karena ada pekerjaan aku pulang sekitar jam 17.30. Masuk rumah dan hanya mengenakan kaus dalam serta celana panjang seragam... read more

TAMAN CIBODAS By: Yudi Hari rabu itu aku baru keluar dari kantor jam 10.30 malam. Aku kos di daerah Taman Cibodas Tangerang, jadi mobil kantor yang nganter aku pulang sampai di depan gerbang perumahan saja, selanjutnya aku jalan kaki. Aku biasa pulang malam seperti ini jadi nggak ada yang istimewa. Aku melewati beberapa tukang becak yang masih mangkal, lalu masuk ke gang di sekitar... read more



Mas Dodi

Feb 21, 2011

MAS DODI#Bukan Cerita nyata, murni fiksi fantasi liar saya saja#Namanya Dodi, dia ada di daerah tempat gue tinggal karena ada urusan pekerjaan selama 1 minggu. Umurnya udah nyaris 40, tapi badannya masih bagus biarpun perutnya agak sedikit gendut tapi masih proporsional. Aslinya dari semarang, kulitnya coklat tingginya kurang lebih 175an karena ga jauh beda sama gue.Dia tinggal di... read more