'Rasa percaya diri dan ketelanjangan militer' - gay sex story @ Menonthenet.com's Gay Erotic Stories

Menonthenet.com Gay Erotic Stories. Last updated Jul 16, 2019 - Home of 21478 erotic stories

Your Cookies are not enabled. You will not be able to register or login to your profile.

Rasa percaya diri dan ketelanjangan militer

By Tommy Rinaldo Vito

submitted February 3, 2006

Categories: In Indonesian

Text Size:

Aku merasa jadi manusia yang paling bahagia di dunia. Betapa tidak? Usiaku sekarang 28 tahun, aku sudah berdinas jadi Perwira selama hampir empat tahun di suatu Pasukan Khusus [Pasukan Elit]pada suatu angkatan bersenjata suatu negara [Tapi,tak perlu aku sebut negara mana].Aku hobby militer, berfisik kuat dan terampil, punya otak cerdas, tubuh atletis ketat berotot, berwajah lumayan tampan menawan.Vitalitasku kuat,kontolku besar, produksi pejuhku melimpah! Apa lagi?

Kehidupan keras di dunia militer khususnya di Pasukan Khusus yang mengharuskan aku menjaga diri, baik fisik maupun mental, justru merupakan tantangan yang mengasyikkan bagiku.

Berbagai kelebihanku menjadikan aku dekat dengan pimpinan di kesatuanku.Komandanku gagah, jantan, tampan dan menawan.Hal ini juga yang membuat aku makin betah bertugas di pasukan khusus.Demi Sang Komandan yang ganteng,cerdas dan atletis itu,aku bersedia menyerahkan seluruh jiwa ragaku, bahkan juga nyawaku untuk beliau. Bahkan aku juga rela mempersembahkan mulut dan lobang pantat[bool]-ku untuk dirojok kontol beliau. Bukan itu saja, aku juga tidak ragu-ragu mempersembahkan tubuhku yang mulus, atletis, ketat berotot untuk dihajar dengan ikat pinggang atau koppelriem Komandan, kalau beliau ingin melampiaskan nafsu sadistik-nya. Seperti halnya semua militer sempurna dan laki-laki sejati tentu secara berkala beliau punya dorongan untuk melampiaskan nafsu sex-nya [berahinya] pada sesama jenis dan melampiaskan nafsu sadistiknya, yang lazim dilakukan orang-orang besar di bidang militer seperti : Napoleon Bonaparte, Alexander The Great [alias Iskandar Zulkarnain]. Ta'i!

Kekhawatiranku hanyalah bahwa aku tidak mungkin kawin menikah dengan cewek. Karena aku terlahir jadi homosex sadomasochist.Aku hanya doyan cowok dan cowok saja!Biar dipaksa seperti apa pun juga aku tidak terpikat pada cewek. Dengan kondisi sialan seperti itu, tentu saja aku tidak mungkin bisa kawin dengan cewek. Padahal, karir militer di negaraku [yang ta'i dan sialan ini]ditentukan juga pada : apakah seorang Perwira punya isteri atau tidak. Jadi waktuku tinggal beberapa tahun lagi. Setelah itu aku harus menyerah pada nasib, tidak mungkin menjabat jabatan penting di dunia militer yang amat sangat aku cintai ini. Kecuali jadi Perwira biasa saja, bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Tapi tidak apa! Aku akan menikmati sisa-sisa kehidupan yang masih bisa aku nikmati di pasukan khusus ini. Ta'i!

Tentu banyak yang bisa aku ceritakan di pasukan khusus, tentang latihan komando yang lumayan berat [tapi terasa enteng bagiku]. Disiplin yang keras[tapi terasa nikmat bagiku]dan berbagai hal lainnya. Sayangnya hal seperti itu tentu tidak menarik bagi para Pembaca situs gay cabul bejat MOTNES [Men On The Net's Erotic Stories] ini.

Sebab,Pembaca MOTNES kiranya hanya tertarik pada cerita-cerita : kontol, biji peler, jembut, bulu ketek, puting susu, pejuh, air kencing dan tubuh yang kekar berotot menawan dan merangsang serta wajah yang tampan! Kaum homosex tidak mengenal cinta.Mereka hanya tahu dan minat pada sex, sex, sex dan sex saja. Nafsu, nafsu, dan nafsu, yang bahasa Inggrisnya disebut : LUST!! Dasar kontol! Ta'i!Kalau ada cowok homosex yang bicara tentang cinta sejenis,jangan pernah percaya! Karena itu hanyalah BOHHHOOOOOOOOOOOOONGNG BESAAAR BELAKA!

Ada banyak hal yang aku nikmati dan sukai dari dunia militer ini. Salah satunya adalah tentu ketelanjangan militer!Telanjang bulat merupakan sesuatu yang dianggap biasa didunia militer dan amat sangat aku nikmati. Sebagai seorang homosex tentu saja aku sangat suka sekali bertelanjang bulat dan tentu juga berdekatan dengan cowok telanjang bulat. Apalagi jika cowoknya ganteng, atletis dengan kontol yang besar dan disunat serta jembut yang lebat, seperti umumnya para anggota militer. Asyik dan nikmat!

Sebagai komandan satuan militer rendahan [karena aku masih berpangkat Perwira Pertama [pangkat Letnan sampai dengan Kapten]aku punya hak untuk mengatur kehidupan bawahanku [ bawahan di dunia militer disebut juga : "anggota"]. Hak ini aku nikmati sepuas-puasku.Aku membikin agar aku bisa sering-sering melihat anggota [bawahanku] ber-telanjang bulat di hadapanku! NIKMAT! Aku secara teratur mengharuskan anggotaku latihan renang bareng, bertelanjang bulat saja.Alasan-ku :

"Kita laki-laki semua.Jadi, tak ada yang perlu untuk ditutup-tutupi!"

Karena seringnya aku melihat semua anggota ku telanjang bulat,maka aku jadi hafal semua bagian tubuh anggotaku,terutama ukuran kontol dan biji peler mereka,bentuk puting susu,pola pertumbuhan jembut dan bulu ketek mereka. Wuah! Asyik dan nikmat sekali! Ta'i! Tentu saja, begitu juga dengan anggota-ku,mereka hafal akan semua bagian tubuhku. Karena aku pun berenang telanjang bulat bareng mereka dan setelah selesai berenang mandi bersama membilas badan telanjang bulat!

Tidak aneh, setiap habis latihan renang maka sesampainya aku di rumah,aku harus onani, coli, ngeloco karena terangsang barusan melihat cowok-cowok tentara yang muda remaja yang semuanya ber-telanjang bulat.

Terkadang,ada juga sejawat Perwira yang berminat ikut latihan renang bareng kesatuanku, sehingga aku juga jadi bisa melihat tubuh para Perwira Muda Remaja Abituren [Alumni] Akademi Militer yang tanggap tanggon trengginas itu telanjang bulat! AGGH! NIKMATT LUAR BIASA! Perwira-perwira remaja itu umunya ganteng dan atletis, berkulit putih atau coklat. Kontolnya mereka besar dan disunat ketat. Jembut dan bulu ketek mereka juga lebat dan menawan sehingga aku jadi makin tambah terangsang untuk melakukan onani tiap selesai latihan renang,tentu sampai pejuhku muncrat dan berceceran kemana-mana : Agh! CROOOOOOOOOOOOOOT!CROOOOOOOOOT!CROOOOOOOOT!

Aku juga mewajibkan para anggotaku untuk latihan beban dan binaraga! Setiap selesai latihan, aku menyuruh mereka telanjang bulat. Dengan alasan supaya aku bisa "mengukur" dan "mengevaluasi" pertumbuhan otot-otot mereka.

Maka,dalam keadaan aku dan mereka bertelanjang bulat kami saling mengukur otot dada,otot perut, otot lengan, otot tungkai kami dengan meteran untuk mengetahui apakah bagian tubuh kami itu sudah mencapai ukuran yang ditargetkan. Ukuran lingkar dada, lingkar lengan harus makin besar tetapi ukuran lingkar perut harus makin kecil! Dengan tubuh-tubuh kami basah oleh keringat, ber-kilat-kilat dan bertelanjang bulat [karena baru saja latihan angkat berat] itu lah kami saling ukur otot kami. Indah, jantan, nikmat dan amat sangat merangsang! KONTOL! TA'I!

Ada beberapa anggotaku yang merupakan favoritku karena mereka tampan, berotot ketat, berkontol besar dengan jembut dan bulu ketek yang seksi. Tentu saja nikmat sekali mengukur otot tubuh mereka.Apalagi waktu mengukur otot dada,aku bisa menyenggol puting susu mereka yang ketat dan sedang tegang melenting itu!Nikmat sekali!Ta'i!

Setiap enam bulan sekali,aku minta dokter sialan di kesatuan kami untuk melakukan pemeriksaaan kesehatan pada anggota-ku.Untuk itu aku dan para anggotaku semua bertelanjang bulat bareng di klinik kesatuan kami. Aku juga minta agar dokter memeriksa kualitas pejuh anggotaku. Maka untuk itu, sambil bertelanjang bulat itu, kami harus mengocok kontol kami untuk mengeluarkan pejuh kami masing-masing di hadapan semua yang hadir. Tidak usah malu! Karena kami semua tentara dan semua laki-laki!Ruang periksa di klinik itu jadi harum semerbak bau pejuh! Lantai klinik itu juga penuh ceceran pejuh [lengket] karena sebagian anggota ada yang setelah pejuhnya yang keluar ditampung di botol yang tersedia, tapi ternyata pejuhnya masih meleleh-leleh dan berceceran ke lantai.Aku yakin bahwa si dokter sialan itu juga doyan sex sejenis. Sepertinya dia amat menikmati kesempatan untuk melihat acara pengocokan kontol secara militer itu! Si dokter ini juga sering diminta tolong oleh kesatuan lain buat menyunat kontol anggota baru[prajurit - new recruit] yang masih kulup. Dokter ini sering diminta menyunat di kesatuan lain karena dia sadis dan menyunat dengan cara-cara yang AMAT NYERI sehingga si prajurit baru yang sedang disunat itu menggeliat kesakitan. Sehingga tubuh prajurit yang sedang disunat bertelanjang bulat itu berkilat-kilat dan bercucuran keringat karena amat kesakitan. Tidak jarang si prajurit baru yang sedang sunat itu jatuh pingsan [semaput] karena kesakitan sewaktu kulupnya digunting pelan-pelan kemudian sekali-sekali darah diluka sunatnya itu dibersih-kan dengan alkohol - supaya terasa makin perihh! Terkadang-si prajurit baru itu merintih-rintih karena tidak tahan akibat merasa amat sangat kesakitan :

"Aaaagh! Aduuuh! Periiiih. Pak Dokter, aduuuuhh, sakiiiiit!"

Terasa sadis tetapi jantan, kelaki-lakian tetapi militeristik! Terasa nikmat sekali melihat dan mendengarnya!Komandan kesatuan yang bersangkutan membiarkan saja si prajurit baru itu kesakitan karena sekaligus merupakan proses inisiasi agar si prajurit baru tadi terbentuk jadi tentara sejati yang tahan banting, tahan hajar dan tahan siksa!

Di kesatuanku, setiap prajurit baru yang kulup kontolnya [belum sunat],langsung disunat on the spot oleh dokter kesatuan dan pasti harus tanpa anestesi. Supaya si prajurit baru tetap ingat sepanjang hidupnya - bagaimana rasanya kulup digunting tanpa pemati rasa!Wadow!Sakitnya bukan alang-kepalang! GILA!

Karena sering dipaksa telanjang bulat bersama, maka anggotaku semuanya punya rasa percaya diri yang besar.Para prajurit baru yang masih tinggal di asrama kesatuan sudah biasa berkeliaran ber-telanjang bulat di dalam asrama masing-masing. Mereka semuanya juga sudah terbiasa tidur malam bertelanjang bulat saja!

Jika ada acara pertandingan olah raga, mereka tenang-tenang saja telanjang bulat, ganti celana dan ganti kancut dengan pakaian olah raga di lapangan terbuka! Mereka sungguh telah jadi laki-laki dan militer sejati: amat percaya diri!

Aku sendiri tidak pernah berpenutup selembar benang pun jika di rumah. Aku berpendapat bahwa tentara sejati harus tahan terpaan alam, karena itu harus sering bertelanjang bulat!

Meskipun dekat dengan anak buah,sering telanjang bulat bersama dan ngeloco bareng mereka,tapi aku tetap menjaga kewibawaanku!Untuk itu aku selalu memberikan hukuman berat dan kejam jika ada pelanggaran apa pun juga oleh anggota-ku. Pecut merupakan alat bantu favoritku. Setiap memimpin latihan apa pun aku selalu aku main hajar, main gebuk dan main cambuk! Anak buahku segan, gentar dan takut kepadaku karena fisikku kuat dan aku kejam dan sadis luar biasa!

Pelanggaran disiplin, seperti terlambat apel aku hukum dengan sengatan listrik di kontol, biji peler atau puting susunya sampai pingsan. Atau aku ajak lari 5 km, kalau tidak kuat, aku hajar dengan pecut sampai mandi darah dan punggungnya sobek akibat ayunan pecutku yang terlalu keras!!

Aku punya puluhan pecut dengan berbagai bentuk dan ukuran. Tiap kali aku harus pesan pecut baru karena cemetiku cepat rusak, terlalu sering aku pakai dan selalu aku ayun dengan amat keras sepenuh tenaga otot-otot karateku sewaktu aku menghajar anggota!

Meskipun aku ditakuti anak buah, tapi aku loyal kepada Komandanku.Setiap akhir minggu aku pasti diperintah "mengawal" beliau ke luar kota. Kami berangkat berdua saja, dan biasanya kami harus berangkat diam-diam. Aku yang menyetir mobil dinas Komandan. Pada isterinya atau staf lainnya Komandan selalu pamit :

"Mau main tenis"

atau

"Mau berenang"

Memang benar,kami berdua[Komandan dan aku] pergi main tenis atau berenang, atau main tenis dan berenang, atau bahkan jogging dulu dilanjutkan dengan main tennis dan berenang. Tetapi setelah itu ....? Aku harus menyerahkan tubuhku kepada Komandan ku yang ganteng, cerdas dan kekar itu, untuk dinikmati beliau.......

Kadang-kadang beliau minta aku mengisap kontol beliau yang besar bagaikan kontol kuda Arab itu atau aku harus terlentang telanjang bulat dengan kedua paha mengangkang lebar dan diangkat keatas sehingga kontol dan lobang pantatku jadi exposed terpapar ke depan,....lalu tanpa ampun beliau merojok [menyodok] lobang pantatku dengan kontol beliau! Mula-mula sakitnya bukan kepalang, tapi karena aku perwira Pasukan Elit, maka semuanya aku tahan dengan tegar!Beliau memompa kontolnya seperti memompa kontolnya ke dalam nonok sewaktu beliau ngentot dengan isteri beliau! Ketika bool-ku dipompa dengan kontol - sungguh SAKIT! Tapi lama-kelamaan terasa nikmat.Yaitu ketika kontol beliau yang besar itu menggesek kelenjar prostat-ku dari arah poros usus [rectum], maka kontolku jadi ngaceng dan pejuhku muncrat tak terkendali: CROOOOOOOT! CROOOOOOOT! CROOOOOOOOT!

Kalau beliau sedang berselera untuk melampiaskan nafsu sadistiknya, maka aku dihajar dulu dengan cemeti yang beliau bawa dari rumah atau dengan ikat pinggang. Pernah juga aku dihajar sampai babak belur dengan koppelriem!

Tapi... itulah kehidupan tentara, itulah hidup Perwira, itulah Pasukan Khusus, itulah Pasukan Elit! Aku bangga! Seperti Napoleon Bonaparte dan Alexander The Great, aku terlahir jadi sebagai homosex dan dibentuk jadi militer sejati! [TA'I]


The site is under heavy traffic at this time. Could not retreive more articles from Tommy Rinaldo Vito at this time Please refresh the page.